Adi Triasmara

Adi Triasmara

Sunday, March 11, 2018

Ingin Jadi Pembicara Publik yang Sukses? Simak 5 Nasihat Juara Dunia Toastmasters Ini!

Tips-Public-Speaking-Nasihat-Juara-Dunia-Toastmasters

Motivator Muda Indonesia | Workshop Public Speaking di Jakarta"Jika ingin menjadi orang yang ahli pada satu bidang, maka belajarlah dari orang-orang terbaik di bidang tersebut karena kesuksesan mereka meninggalkan JEJAK." 

Saya yakin kamu pasti setuju dengan pernyataan itu, betul? Jika ingin menjadi ahli di bidang memasak, ya belajarlah dari para chef terhebat di dunia. Jika kamu ingin ahli di bidang marketing, ya belajarlah dari world-best marketers. 

Lalu bagaimana jika kamu ingin ahli dalam dunia Public Speaking? Mudah saja: Belajarlah dari orang-orang yang keahlian public speaking-nya sudah diakui masyarakat luas. 

Di artikel ini, saya akan membagikan tips sekaligus nasihat juara dunia Toastamasters bagi kita yang ingin sukses di dunia Public Speaking. Asyik banget, 'kan? Pastinya dong! 

Tapi sebelumnya, izinkan saya menggarisbawahi satu hal tentang Public Speaking yang wajib kita sepakati. Hal itu adalah: 

Public Speaking merupakan sebuah SENI yang BISA DIPELAJARI. Setujui hal ini karena memang this is very fundamental. Layaknya bermain gitar, naik sepeda, memasak, melukis, atau menulis cerita fiksi, PUBLIC SPEAKING terdiri dari beberapa teknik kunci yang sangat amat bisa dipelajari. 

Jadi, kalaupun saat ini kamu merasa bahwa kemampuan public speaking masih pas-pasan bahkan cenderung buruk, tenang saja! Kamu membaca artikel yang tepat karena disini kamu bisa mulai belajar memperbaiki diri. 



Jujur, dulu, saya juga orang yang selalu merinding disko ketakutan saat harus berbicara di depan publik. Kamu pasti tahu dong ya rasanya gimana kalo harus ngomong di depan umum? Hehehe..

Tapi Alhamdulillah, setelah saya belajar secara mandiri dan berguru pada orang-orang yang ahli di bidang public speaking seperti salah satunya adalah Mr. Ongky Hojanto, pakar public speaking versi Koran Kontan dan penulis buku Public Speaking Mastery, kemampuan public speaking saya meningkat drastis. 

Bahkan, selama beberapa tahun terakhir ini saya malah sangat akrab dengan dunia seminar dan training pelatihan di beberapa kota. 

By the way... kita kembali ke topik ya! 

So, inilah nasihat juara dunia ToastmastersDananjaya HETTIARACHCHI(2014), Mohammed QAHTANI (2015), Darren TAY (2016), dan Manoj VASUDEVAN (2017), buat kamu yang ingin sukses di dunia Public Speaking:


1. Tentukan Pesan Utama yang Mau Kamu Sampaikan



Sebelum membuat materi presentasi dan akhirnya tampil dihadapan publik, tentukanlah terlebih dahulu PESAN UTAMA apa yang ingin kamu sampaikan. Hettiarachchi mengatakan kalau kesalahan yang umum dilakukan oleh pembicara publik adalah mereka fokus pada TEMA, bukan pada PESAN.

Contohnya, saat membawakan materinya yang berjudul 'The Power of Words', Qahtani fokus pada pesan utamanya: Kata-kata memiliki kekuatan yang besar dalam hidup. Bahwa kata-kata bisa menjatuhkan kehidupan seseorang atau sebaliknya, justru bisa membawanya ke kehidupan baru yang lebih baik. 

So, sebelum menentukan hal-hal teknis lain seperti pengembangan materi atau delivery, tentukan dulu pesan utama yang ingin kamu sampaikan. Maka setelahnya, seperti kata Tay, akan lebih mudah. 


2. Gunakan Conversational Language


"Dalam setiap kelas, bahkan dengan jumlah audiens yang sangat banyak, saya secara acak memilih orang-orang yang mendengarkan saya. Saya menatapnya dan bercakap dengannya," kata Vasudevan.

Betul bahwa kadang seorang pembicara publik harus sedikit menggunakan unsur teatrikal saat membawakan materinya. Tapi, ada satu kunci yang nggak boleh hilang: GENUINE CONNECTION. Bagaimana cara menghasilkan koneksi yang genuine itu? Tentu dengan berbicara, memilih bahasa conversational dimana seolah kita sedang berbicara dengan seseorang yang duduk satu meja dengan kita. 

Hettiarachchi menambahkan, "A speech should be CONVERSATIONAL, not theatrical."

3. Libatkan Unsur Dinamika Emosi saat Berbicara



Mungkin kamu pernah menghadiri seminar atau kelas yang dibawakan dengan ringan dan penuh tawa sepanjang sesinya. Tapi saat sesi itu selesai, kamu nggak mendapatkan esensi apa-apa dari kelas tersebut. 

Atau bisa jadi, kamu hadir di sebuah kelas yang secara esensi, banyak yang bisa kamu dapatkan. Namun kamu merasa lelah karena materi kelasnya dibawakan dengan kaku dan membosankan. 

Memberikan DINAMIKA EMOSI audiens sangat penting dalam sebuah sesi Public Speaking. Qahtani membuka sesinya dengan sebuah set yang ditujukan untuk membuat audiens tertawa. Apa tujuannya? Tentu untuk menghadirkan suasana yang lebih rileks. 

BACA JUGA: 
"Wajib Tahu! Ini Dia Manfaat Humor dalam Presentasi"

Dalam hal ini, Hettiarachchi memberikan analogi yang menarik. Ia menyampaikan bahwa apa yang kita sampaikan harus memiliki dinamika seperti roller-coaster. Ada naik, ada turun, ada belok, ada memutar. Sederhananya, dalam setiap sesi yang kita bawakan, emosi audiens sebaiknya beragam. Ada momen dimana mereka tertawa, menyimak penjelasan kita, berinteraksi dengan audiens yang lain, dan lain sebagainya.  


4. Perkuat Pesan dengan Bahasa Tubuh yang Mengalir


Keempat juara Toastmasters yang kita jadikan referensi di artikel ini sepakat bahwa bahasa tubuh a.k.a. Body Language adalah satu hal yang banyak menjadi masalah bagi pemula. Kenapa? Karena para pemula itu memikirkannya secara berlebihan! 

Betul bahwa penggunaan bahasa tubuh itu penting. Bahkan, saat penting. Ada dasar-dasar bahasa tubuh yang wajib diketahui oleh setiap pembicara publik. Kalau kata Merry Riana, ini disebut FULL-BODY COMMUNICATION

Tapi, jangan terlalu kaku. Saat tampil, biarkan bahasa tubuh mengalir secara natural. Bagaimana caranya? Yaitu dengan benar-benar menghayati apa yang kita sampaikan. "Bahasa tubuhmu akan mengikuti suara yang kamu keluarkan," kata Vasudevan.

Bahasan tentang ini juga menjadi topik yang saya bawakan di TIME TO SPEAK - Workshop Public Speaking buat pemuda di Jakarta awal bulan Mei 2018 nanti. Menarik!


5. Jangan Pernah Lupakan CALL TO ACTION



Setiap presentasi tentu memiliki objectives atau tujuan yang berbeda-beda. Ada yang ditujukan untuk memberikan informasi, menanamkan pengetahuan, menjual produk atau jasa, menginspirasi, dan lain sebagainya. 

Namun, ada satu hal yang disarankan oleh keempat juara Toastmaster di atas: Tinggalkan Audiens dengan CALL TO ACTION.

Apa itu Call to Action? 

Seperti namanya, call to action adalah sebuah ajakan yang kita sampaikan sebagai public speaker kepada audiens untuk BERTINDAK. Tindakan ini tentu disesuaikan dengan tujuan presentasi kita. Apakah bertindak untuk segera menerapkan ilmu pengetahuan yang baru saja kita sampaikan, bertindak untuk membeli produk atau jasa yang kita tawarkan, bertindak untuk hidup dengan lebih baik lagi, atau apapun itu. 

* * * 

So, itulah 5 Nasihat Juara Dunia Toastmasters buat kamu yang mau jadi pembicara publik yang kece! Semoga artikel ini bermanfaat ya. Simak terus blog ini atau follow Instagram saya @aditriasmara buat dapetin info-info menarik lainnya seputar public speaking. 

Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat!

Oiya, saya hampir lupa!

Buat kamu pemuda usia 17-26 tahun yang masih suka takut buat bicara di depan publik dan mau tahu sekaligus BISA untuk TAMPIL PERCAYA DIRI, BERDAMPAK, dan ORIGINAL di depan publik, JOIN Workshop TIME TO SPEAK yuk! 

Ini dia informasinya: 


Workshop-Public-Speaking-di-Jakarta




























N.B: 
*) GARANSI 100% Uang Kembali jika tidak bermanfaat.
*) KUOTA KELAS TERBATAS. Saat tulisan ini diterbitkan, kuotanya hanya sisa untuk 7 orang lagi. Buran daftar ya, siapa cepat dia dapat! :)

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com