Adi Triasmara

Adi Triasmara

Friday, February 23, 2018

6 Sikap Tepat untuk Menghadapi Kritikan

6-sikap-menghadapi-kritikan


Motivator Muda Indonesia | Setiap orang memiliki sikapnya masing-masing dalam melihat dan menghadapi kritikanSebagian orang melihat kritik sebagai sebuah media evaluasi dan pengembangan diri. Namun, bagi sebagian orang lainnya, kritikan adalah hal yang pahit untuk diterima. Mereka membencinya dan mencoba sebisa mungkin untuk menjauh darinya.

Saya sempat bertanya-tanya di dalam diri saya sendiri:

"Kenapa ya orang terluka karena kritik? Jadi baper, jadi ngambek, jadi nggak enak hati, dan lain sebagainya. Lalu, sikap seperti apa yang sebaiknya kita miliki saat menghadapi kritik?"

Setelah saya coba analisa lebih dalam dan mencari jawaban dari berbagai sumber, saya menemukan jawabannya. Aha! Di artikel ini, izinkan saya berbagi pandangan tentang hal ini ya!

Satu dari banyak hal yang menjadi penyebab kenapa seseorang terluka karena kritik adalah karena ia nggak FOKUS pada esensi atau pesan utama dari kritik itu sendiri. Lalu, apa yang menjadi fokusnya? Jawabannya adalah delivery atau bagaimana kritik itu disampaikan oleh orang lain. 

Banyak kritik yang secara esensi sangatlah membangun. Namun sayangnya, kadang memang kritik tersebut disampaikan dengan cara yang kurang pas dengan apa yang kita inginkan. Dengan nada dan gestur yang nggak bersahabat, misalnya. Nah, ketika kita fokus pada bagaimana sebuah kritik disampaikan, bisa jadi kita akan mudah merasa tersinggung atau terluka hatinya. 

Menurut saya pribadi, hal ini sangat disayangkan. Kenapa? Karena setidaknya ada DUA KERUGIAN yang akan kita dapatkan.

PERTAMA, bisa jadi kita akan kehilangan FEEDBACK yang sangat bermanfaat. Karena kita fokus pada bagaimana kritik itu disampaikan, kita kehilangan pesan inti yang pada dasarnya bisa sangat membangun.

KEDUA, bisa jadi kita akan kehilangan seseorang yang berharga. Let me explain...

Saat kita menerima kritik dan fokus pada bagaimana kritik itu disampaikan lalu kita marah atau tersinggung, respon pertama yang biasanya terlihat adalah kita mencoba mengeluarkan DEFENSE. Kita mencoba mencari pembenaran. Kita mencoba bertahan, bahkan menyerang balik. Kita mulai mencari alasan yang sekiranya bisa membuat diri kita "menang". 

Apa yang akan terjadi kemudian? Biasanya akan terjadi perdebatan karena kedua pihak sama-sama ingin didengar dan dianggap benar. Apa efeknya? Perdebatan itu akan memicu perpecahan kalau nggak disikapi dengan bijak. Orang yang memberi kita kritik akan enggan memberi masukan lagi kepada kita karena bisa jadi ia kemudian akan malas untuk berdebat. 

Kita bisa kehilangan seseorang yang bisa memberikan feedback atau masukan-masukan yang membangun untuk kita. 

Nggak mau dong dua kerugian ini menimpamu? :)

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan? 

Menurut Justin Bariso (penulis EQ Applied), saat menghadapi kritikan, ada 6 hal yang dilakukan oleh orang-orang dengan Emotional Quotient (kecerdasan emosional) yang sangat baik. Ke-6 hal tersebut adalah: 

1.) TIDAK Mengecilkan Masalah
Saat menerima kritik, kadang kita berpikir: "Ih, ngapain sih ngasih kritik tentang hal itu? Itu kan nggak penting!" Bisa jadi, sesuatu bagi kita tidaklah penting. Tapi bagi orang yang memberi kritik, bisa jadi itu adalah hal yang sederhana namun sangat esensial untuk perkembangan diri kita. Ingat, kadang hal-hal yang sederhana justru bisa menjadi pembeda antara orang yang sukses dan gagal. 

2.) TIDAK Menjelaskan 
Jika seseorang yang memberikan kritik nggak mengajukan pertanyaan pada kita, bisa jadi artinya ia nggak membutuhkan penjelasan apapun terhadap apa yang kita lakukan. Ia hanya fokus memberikan masukan untuk perbaikan diri kita. Kalau kita mencoba menjelaskan, padahal nggak diberi pertanyaan, bisa jadi kita akan mulai memunculkan sistem pertahanan diri akan sebuah kritik.

3.) TIDAK Beralasan
Jika misalnya seseorang memberikan kritik bahwa tulisanmu buruk, nggak perlu mencari banyak alasan. Misalnya seperti mengatakan bahwa kamu terburu-buru saat menulis, kamu nggak punya banyak referensi, dan lainnya. Tanyakan saja MENGAPA ia mengatakan bahwa tulisan kita buruk dan dengarkan dengan seksama poin-poin yang akan ia sampaikan.

4.) TIDAK Melakukan Pembenaran
Poin ini erat kaitannya dengan Poin 3 di atas. Tentu memang kadang ada hal-hal yang nggak bisa kita kontrol yang mempengaruhi hasil yang kita raih dalam melakukan sesuatu. Namun, ketahuilah bahwa saat kita mekakukan pembenaran, kita akan menutup gerbang masuknya pesan-pesan yang membangun saat menghadapi kritikan. 

5.) TIDAK Mengalihkan Poin Utama
Kunci utama untuk memperbaiki kelemahan yang kita miliki adalah MENYADARI bahwa kelemahan itu memang benar adanya. Kadang kita merasa risih saat orang lain menyoroti kelemahan yang kita miliki, meski niatnya baik. Sehingga, kita berusaha "lari" dan mencari poin bahasan lain sesegera mungkin. Sadarilah bahwa dengan fokus pada poin utama, kita akan lebih mudah untuk memperbaiki diri kita.  

6.) TIDAK Menyalahkan Orang Lain 
Blaming. Sebuah hal yang sangat membahayakan. Dengan menyalahkan orang lain, kita akan melepaskan tanggung jawab yang ada di dalam diri kita. Nah, dengan melepas tanggung jawab, maka kita juga telah melepas kekuatan yang ada di dalam diri kita. Untuk memahami hal ini lebih lanjut, kamu bisa membacanya disini: Suka Menyalahkan Orang Lain? Pahami Resiko Buruk Ini!

* * *

Kamu bisa baca penjelasan lengkap tentang 6 sikap ini di artikel yang Justin tulis di inc.com. Buat kamu yang masih kurang jelas dan membutuhkan penjelasan lebih, tinggalkan pertanyaan kamu di kolom komentar yaa. Kamu juga bisa DM saya via Instagram @aditriasmara

Nah, bagaimana denganmu? 

Apa yang selama ini menjadi FOKUS-mu saat orang lain memberi kritik? Lalu, bagaimana sikapmu saat menghadapi kritikan? :)

Baca juga: 
Cara Memberikan Kritik yang Berdampak ala "Radical Candor"

Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat! 

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com