Adi Triasmara

Adi Triasmara

Saturday, January 20, 2018

1 Kunci dari "PENA RASA" ini Bisa Membantumu Jadi Penulis Sukses


WELCOME TO MY 100th BLOG POST! *Ngetik sambil potong tumpeng*

Motivator Muda Indonesia | Yup, ini adalah tulisan saya ke-100 di blog ini. Thanks buat kamu pembaca setia blog aditriasmara.com. Semoga blog ini bisa terus bawa manfaat dan ngasih pengetahuan plus inspirasi baru buat kamu ya! Aamiin.. 

Anyway, saya sadar banget kalau sebelum saya membuat tulisan ini, saya sudah menulis 99 artikel. Sebenarnya, banyak inspirasi yang mau saya tuangkan di artikel-artikel baru. Tapi, karena saya mau tulisan ke-100 saya di blog ini adalah tulisan tentang satu hal yang ISTIMEWA, yang special, jadi saya sengaja menunda untuk membuat post baru di blog ini. 

So, saya menunggu sampai saya menemukan sesuatu yang benar-benar special untuk ditulis. Saya terus menunggu dan menunggu sampai akhirnya hari ini datang, Minggu - 20 Januari 2018. I finally find something SPECIAL that deserves a special place in my personal blog. 

Apa itu? 

PENA RASA, sebuah kelas menulis kreatif oleh Sri Izzati. Waaa... Acaranya seru banget! Di kelas ini, Izzati berbagi begitu banyak hal menarik tentang dunia kepenulisan. Hal-hal itu sering bikin saya manggut-manggut di kelas sambil bilang, "Ooo..ternyata gitu yaa.." 

Nggak hanya dapat ilmu dan point of view yang baru seputar dunia menulis, saya dan teman-teman peserta lain juga dapat kesempatan buat langsung praktik. Ditambah lagi, kami bisa langsung dapet feedback dari Izzati. GOKS! 

Buat kamu yang hobi nulis atau mau jadi penulis, I highly recommend you to join her class. Follow aja Instagram @srizzati dan @penarasa.id. 




Anyway, di artikel ini, saya akan bahas SATU dari begiiiitu banyak key takeaways yang bisa diambil dari kelas Pena Rasa. Satu hal yang saya pilih untuk bahas di artikel ini adalah tentang KUNCI sukses menjadi penulis. 

Kamu bisa nebak nggak nih? Kira-kira apa ya kuncinya?

"Kunci Inggris, mas!" / "Apaan sih. Hahaha.. Bukan dong..."
"Kunci Motor, mas!" / "Lah, apa urusannya?"
"Kunci Anggora, mas!" / "Itu kucing, sob -.-"

Ternyata, kunci sukses menjadi penulis sukses adalah... Konsistensi. 

CONSISTENCY IS THE KEY

I absolutely agree with this. Saya percaya bahwa banyak orang yang mau jadi penulis tapi mereka nggak nulis secara konsisten. Mereka nulis kalau lagi mood aja. Mereka nulis kalau "lagi ada waktu" aja. Mereka nulis kalau pas ide muncul aja. 

Why do I believe in this? Karena saya pun dulu juga seperti itu. 

Dulu saya pengen banget rasanya jadi penulis, tapi nggak bisa (lebih tepatnya nggak mau) buat konsisten menulis. Selalu bikin excuse yang jadi pembenaran buat nggak nulis. Ya itu tadi, mulai dari alasan nggak mood, lagi nggak ada ide, waktunya sibuk banget, dan lain sebagainya. 

Sampai akhirnya saya memiliki sebuah turning point moment. Sebuah momen dimana saya berikrar pada diri sendiri bahwa saya harus konsisten untuk menulis. Dan hasilnya... Pretty awesome! 

Dari konsistensi menulis itu akhirnya saya bisa menerbitkan sebuah buku yang didistribusikan secara nasional di toko-toko buku besar di Indonesia, berjudul SIMPLE & EASY ENGLISH, pada 31 Juli 2017. Alhamdulillah... It's a dream come true!

Nggak hanya itu, again, karena KONSISTENSI saya dalam nge-blog, tahun lalu saya dihubungi oleh salah satu penerbit besar di Solo yang menawarkan saya menulis buku untuk mereka. Bukunya bakal terbit tahun ini, 2018. 

Alhamdulillah, rezeki anak shaleh ^^

Hal yang sama juga dilakuin oleh Izzati. I know her in person and I'm telling you, she talks the talk and walks the walk

Artinya, doi adalah a type of person yang emang melakukan apa yang ia katakan dan mengatakan apa yang ia lakukan. Kalau ngomongin konsistensi, coba cek blog dan feed Instagram nya. She's being consistent in producing pieces of writing. 

I mean, VERY GOOD pieces of writing.

Bahkan bagi Izzati, dia masih membagi aspek konsistensi itu ke dalam tiga bagian yang berbeda: Konsisten BERGERAK, BERTUMBUH, dan BERKEMBANG. 

Buat saya pribadi, menulis itu nggak jauh beda sama olahraga. Lebih banyak latihan, ya lebih jago. 

Sekarang saya tanya deh. Kalau ada dua atlet karate yang bakal bertanding. Atlet A hanya berlatih jika ia akan menghadapi sebuah pertandingan. Sedangkan, Atlet B selalu konsisten berlatih, ada ataupun nggak ada pertandingan. 

Kira-kira, siapa yang menang? Secara logika, tentu atlet B lah yang akan jadi pemenangnya. Kenapa? Karena ototnya sudah terlatih dengan lebih baik secara konsisten. 

Sama halnya dengan menulis. Konsisten dalam menulis juga melatih "otot" menulis kita. Semakin lama, semakin terbiasa. Semakin terbiasa, semakin mudah berkembang. Semakin berkembang, tulisan kita yang tentunya semakin baik.  



Keep the key with you, fellas. CONSISTENCY. Keep it close. 

So, now the question is...

"Kalau 'Menjadi Penulis' adalah salah satu bagian dari resolusimu di tahun 2018, siapkah kamu mulai KONSISTEN dalam menulis?"


* * *


Anyway, thanks for reading my 100th blog post! 

Baca juga: 
1. Ingin Jadi Penulis? Simak 5 Nasihat Tere Liye Berikut Ini!
2. Yuk Simak Perjuangan Penulis dengan Bayaran Tertinggi No. 1 Versi Forbes.com

Kalau kamu ada pertanyaan atau mau berbagi pengalaman kamu seputar dunia menulis, langsung aja tuliskan di kolom KOMENTAR yaa. Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat ^^

2 comments:

  1. Terima kasih sharingnya Mas Adi.
    Tidak ada yang kebetulan dalam hidup.
    Beberapa waktu yang lalu, saya melihat Izzati diliput oleh Jaktv dari Republika. hari ini membaca ulasannya di sini.

    Kursusnya online atau langsung ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga sudah membaca artikelnya, Mas Rio.
      Wah, saya setuju banget nih kalau nggak ada sesuatu yang kebetulan ^^

      Kelasnya pertemuan langsung, mas. Bisa cek di Instagram @penarasa.id untuk lihat keseruan kegiatan kelasnya :)

      Delete

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com