Adi Triasmara

Adi Triasmara

Saturday, November 4, 2017

From Zero to Hero! Yuk Simak Perjuangan Penulis Dengan Bayaran Tertinggi No. 1 di Dunia Versi Forbes.com!

kisah-sukses-jk-rowling


"An exceptionally short-lived marriage had imploded, and I was jobless, a lone parent, and as poor as it is possible to be in modern Britain, without being homeless ... By every usual standard, I was the biggest failure I knew..."
Motivator Muda Indonesia | Siapa sih yang nggak kenal dengan sosok JK Rowling? Ia adalah salah satu penulis paling sukses dan terkenal di dunia dengan deretan mahakarya Harry Potter-nya. Bahkan, pada bulan Agustus 2017, Forbes.com merilis daftar 10 penulis dengan bayaran termahal di dunia dan nama JK Rowling masuk di dalamnya. Tidak hanya ada dalam daftar 10 besar, ia juga berada di urutan pertama dengan pendapatan 95 juta dollar. Keren, sob!

Berkat mahakarya-nya, JK Rowling banyak mengukir prestasi di dunia kepenulisan. Penghargaan-penghargaan bergengsi seperti Booksellers Association Author of the Year, British Book Awards, Lifetime Achievement Award, British Academy Film Awards, dan America Literary Service Award pernah direngkuhnya. Di tahun 2000 ia bahkan mendapatkan penghargaan Order of the British Empire dari Ratu Inggris! 

Penjualan seri buku Harry Potter pun terbilang sangat dahsyat. Salah satu bukunya, Harry Potter and the Globet of Fire, memecahkan rekor penjualan buku dunia setelah sukses terjual sebanyak 3 juta eksemplar hanya dalam waktu 24 jam. Nggak hanya itu, buku ke-6 nya yang terjual sebanyak 6 juta kopi di hari pertama penjualan, juga kembali memecahkan rekor. 

Meski kini ia dikenal sebagai salah satu tokoh sukses di dunia, belum banyak yang tahu bahwa dulunya kehidupan JK Rowling tidaklah mudah. Simak kuy perjuangan doi!

Di usia 17 tahun, ia harus memupus harapannya, mengubur impiannya, untuk masuk dan belajar di salah satu universitas terbaik di dunia, Oxford University. Ia pun harus menghadapi kenyataan pahit lainnya saat ibunya meninggal dunia pada saat JK Rowling berusia 25 tahun. 

Menikah di usia 26 tahun dan dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Jessica, membuat kehidupan JK Rowling terasa bahagia. Sayangnya, kebahagiaan itu tak bertahan lama. Pernikahannya dengan Jorge Arantes, seorang jurnalis berkebangsaan Portugal harus sirna, kandas di tengah jalan, berakhir dengan sebuah perceraian. 

Dari segi finansial, di masa lalunya, JK Rowling bukanlah orang yang berkecukupan. Ia hidup dalam kekurangan. Ia bahkan masuk dalam daftar orang yang layak mendapatkan santunan negara. Hidup sebagai seorang single-parent dengan kondisi keuangan yang buruk membuat wanita kelahiran 31 Juli 1965 ini menderita depresi yang parah. 

Pada usia 30 tahun, ia mengaku bahwa ia sempat ingin mengakhiri hidupnya. Ia ingin bunuh diri. 

Tapi untungnya, masih ada secerca harapan di dalam dirinya. Harapannya itulah yang membuatnya sadar bahwa selama ini ia memiliki sebuah kelebihan, yaitu menulis cerita. JK Rowling memang gemar menulis cerita-cerita fiksi sejak ia berusia 6 tahun. Saat itu ia menuliskan sebuah cerita "The Rabbit and The Bee" untuk adiknya.

Awal karirnya sebagai penulis pun nggak berjalan mulus seperti apa yang orang bayangkan. Naskah pertama buku Harry Potter sempat mendapatkan banyak penolakan. Kira-kira berapa penolakan yang harus ia hadapi? Satu? Dua? Tiga? Salah! 

Ia harus menghadapi lebih dari 12 kali penolakan dari penerbit-penerbit di Inggris. Untungnya, penolakan demi penolakan ini nggak bikin JK Rowling patah arang. Ia terus mencari penerbit yang mau menerbitkan naskahnya. Akhirnya, penerbit Bloomsburry mau menerbitkan naskah buku Harry Potter. 

Bloomsburry pun tidak mau berjudi dengan menerbitkan naskah buku Harry Potter dalam jumlah yang massive. Mereka hanya menerbitkan buku tersebut dalam jumlah 1000 kopi. BOOM! Tanpa disangka-sangka, buku Harry Potter and the Philosopher's Stone, yang ide awalnya hanya ditulis di atas lembaran tissu, laris di pasaran! That's only the beginning. The rest is HISTORY :) 

Dari kisah JK Rowling ini, tentu kita belajar begitu banyak hal. Salah satu hal yang saya pelajari adalah: Hadirkan HOPE dan BELIEF, milikilah harapan dan keyakinan, dalam hidup kita. Ketika kita memiliki sebuah harapan dan keyakinan, maka kita akan terus mencoba mengeluarkan potensi terbaik dalam diri dan mencari cara-cara terbaik untuk mewujudkan impian kita.

Bagikan pengalaman dan pembelajaran yang bisa kamu ambil dari kisah ini di kolom KOMENTAR ya! I'd love to read it! ^^

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com