Adi Triasmara

Adi Triasmara

Saturday, September 2, 2017

Beban Hidupmu yang Terlalu Berat? Atau Dirimu yang Terlalu Lemah?

Menyelesaikan-Masalah-Dengan-Meningkatkan-Kompetensi

Hallo, sahabat pembaca aditriasmara.com! Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga sehat selalu ya! 

Anyway, selamat Hari Iduladha 1438H buat kamu yang merayakan ya!

Jadi gini... Hari Kamis, 31 Agustus, yang lalu di sekolah tempat saya mengajar: Sekolah Tunas Indonesia, para guru mendapatkan pelatihan dari salah satu lembaga pelatihan yang di-support oleh ASTRA, yaitu MC Kuadrat. Dari sekian banyaknya pelatihan yang saya ikuti, ini adalah salah satu pelatihan yang cukup berkesan bagi saya. 

Kenapa? 

Sederhana saja. Karena kontennya sangat relevan dan tepat sasaran, serta dibawakan dengan cara yang menarik dan media yang supportive.

Di artikel ini, saya akan share beberapa insight yang saya dapatkan dari pelatihan itu. Tapi sebelumnya, izinkan saya bertanya...

"Pernahkan kamu merasa bahwa hidupmu kadang terasa ringan? Atau sebaliknya, pernahkah kamu merasa bahwa hidupmu terasa begiiiiitu berat?"

Sebagian dari kita mungkin akan menjawab dengan kata "YA, PERNAH."

Kadang mungkin kita merasa bahwa apa yang kita rencanakan berjalan dengan sangat smooth, sehingga hidup terasa ringan. Di sisi lain, hidup kadang terasa begitu berat saat kita nggak juga mendapatkan apa yang kita inginkan atau bahkan mungkin saat kita mendapatkan musibah, cobaan, atau ujian. 


Pertanyaan ini pula yang diajukan kepada kami para guru yang menghadiri training kala itu. Lebih spesifik lagi, menanyakan apakah ada murid atau kelas yang terasa ringan (mudah untuk diajari) dan yang terasa berat (sulit untuk diajari)...

Kemudian, apa kira-kira yang menyebabkan perasaan RINGAN atau BERAT itu?

Bayangkan saja kamu dan sembilan temanmu, dengan berat dan tinggi badan yang berbeda-beda, saat ini dihadapkan dengan sepuluh kursi. Sepuluh kursi itu memiliki bahan yang sama, dibuat oleh pabrik yang sama, dan tentu saja memiliki berat jenis yang sama pula. Nggak ada yang lebih berat, nggak ada yang lebih ringan. Semuanya SAMA. 

Okay?


Nah, saat itu juga, kamu dan kesembilan temanmu itu, diminta untuk mengangkat kursimu masing-masing hanya dengan satu jari. Angkat kursi itu setinggi yang kamu bisa, dengan satu jari, selama kurun waktu 10 detik. 

Setelah itu, dari rentang angka 1 (sangat ringan) hingga 10 (sangat berat), kamu dan teman-temanmu akan saya minta untuk memilih satu angka yang mewakili perasaan kamu sangat mengangkat kursi itu. 

Saat kursinya terasa sangat ringan, tentu kamu pilih angka satu. Jika kursinya cukup ringan, kamu bisa pilih tiga. Jika kursinya berat, kamu bisa pilih angka delapan. Atau kalau kursinya itu bikin kamu bilang dalam hati, "Ebuseeetttt... Berat amat nih kursiiii!!!!!", mungkin kamu bisa pilih angka sepuluh ^^

Nah, dari ke-10 orang yang mengangkat kursi, akan muncul rentang pilihan angka yang berbeda. 

Ada yang memilih 3, ada yang yang 4, ada yang 7, ada yang 8 ataupun 9. Kenapa kira-kira bisa terjadi? Kenapa rentang angka yang dipilih berbeda padahal berat kursinya sama?

Ya, tepat sekali! Karena kekuatan yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda. 

Dengan ini, maka kita bisa sampai pada sebuah hipotesa. Hipotesa apa itu?


Semakin besar kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, maka akan terasa semakin ringan kursi yang diangkat. Sebaliknya, semakin kecil kekuatan yang dimiliki oleh seseorang, maka semakin berat pula beban yang dirasakan ada pada kursi tersebut. 

Dari simulasi dan pengambilan hipotesa ini, agaknya kita bisa menarik sebuah kesimpulan yang sederhana, menarik, dan tentunya meaningful :) Apa itu?

Banyak dari kita merasa bahwa kehidupan kita sungguh berat... 

Lalu apa yang kita lakukan? Kadang sebagian dari kita meminta kepada Allah SWT untuk mengubah beban yang kita miliki menjadi ringan. Kita berdoa...

"Ya Allah, aku kan badannya kecil.. Aku minta "kursi" yang lebih ringan aja dong..", 
"Ya Allah, aku 'kan cewek, ngangkat "kursi" yang lain aja dong. Yang ini berat banget..."
"Ya Allah, nggak kuat nih kalau "kursi" yang ini. Aku kang lemah..."

Padahal, izinkan saya sekedar mengingatkan... Pada Surat Al Baqarah ayat 286 disebutkan bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya. Artinya, jika kita mendapatkan sebuah ujian atau cobaan yang kerap kita rasa menjadi beban, tentu itu sesuai dengan "porsi" kemampuan kita. 

Allah memberikan ujian itu agar kita "naik kelas", agar kita menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu naik ke "level" kehidupan kita yang lebih tinggi. 

Daripada meminta beban yang lebih ringan, mintalah lengan yang lebih kuat. Mintalah dan berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk memiliki kekuatan yang lebih besar. Alhasil, beban "kursi" yang kita angkat pun akan terasa ringan.

Tingkatkanlah KEKUATAN yang kita miliki. Tingatkanlah KOMPETENSI di bidang kita masing-masing. 

Jika di kantor kita merasa bahwa beban pekerjaan kita berat, maka tingkatkanlah KOMPETENSI dan KEAHLIAN kita di bidang yang kita tekuni. 

Jika di sekolah kita merasa bahwa kelas kita susah diatur dan murid-murid susah diajar, tingkatkanlah KOMPETENSI dan KEAHLIAN mengajar kita.

Jika di ruang training kita merasa bahwa audiens kita nggak asyik, nggak kooperatif, tingkatkanlah KOMPETENSI dan KEAHLIAN kita sebagai seorang trainer yang mampu mengelola audiens. 

Ini juga menurut saya, masuk ke pembahasan finansial. Contoh aplikasi sederhananya, kadang dari kita memiliki impian untuk mempunyai handphone yang lebih bagus, camera, mobil atau rumah yang mahal, namun karena situasi finansial kita saat ini, kita mengatakan, "Ah, handphone nya kemahalan, Ah camera nya kemahalan, dll." Lalu, kita menurunkan "standar" kita ke level yang lebih rendah. 

Nah, daripada harus mengutuk harga yang mahal dan menurunkan standard kita ke level yang lebih rendah, kenapa nggak fokus untuk meningkatkan pendapatan? Jika pendapatan atau pemasukan kita tinggi, tentu barang-barang tersebuh nggak lagi terasa berat atau mahal. 

Itu saja yang bisa saya bagikan di artikel ini. Semoga ada manfaat dan hikmah pembelajaran yang bisa kamu ambil. Silahkan bagikan pandangan atau opini kamu di kolom KOMENTAR di bawah ini. Sukses selalu untuk kamu ya! ^^ 

2 comments:

  1. kaa, terimakasih banyak artikelnya sangat membantu membuka pikiran ku, makasih banyak ka atas berbaginya, semua amal kka dibalas oleh Allah S.W.T. aminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah.. Aamiin. Thanks udah baca artikelnya yaa. Semangat terus! Sehat dan sukses selalu untuk Kenny Zhee :)

      Delete

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com