Adi Triasmara

Adi Triasmara

Friday, April 7, 2017

OMG! Hasil Survey Ketakutan Public Speaking Ini Sungguh Mengejutkan!


Saya akan memulai tulisan ini dengan sebuah faktam tepatnya hasil survey, yang cukup menggelitik perasaan saya. Bukan hasil survey tentang elektabilitas calon gubernur Jakarta, tapi tentang kegiatan berbicara di depan publik atau bagi sebagian orang lebih dikenal dengan istilah Public Speaking. 

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Chapman University, di tahun 2016, ada sebanyak 25.9% warga Amerika yang memiliki ketakutan terhadap Public Speaking. Mungkin kamu bertanya-tanya di dalam hati, "Ah, angka segitu sih kecil. Cuma 25,9% aja kok. Apa yang spesial? Apa yang bikin perasaan menggelitik?"

Saya nggak akan bicara apakah angka itu besar ataupun kecil karena hal ini bersifat relatif. Ada sebagian orang yang menganggap ini dalah prosentase yang besar, ada pula yang menganggapnya kecil. Tapi, hati saya tergelitik akan satu hal: Angka prosentase ketakutan bicara di depan publik (Glossophobia) ternyata lebih tinggi dari angka beberapa hal yang mematikan. Ya, MEMATIKAN. 

Contohnya, hanya ada 22,2% orang di Amerika, pada tahun 2016, yang takut terhadap banjir bandang dan 21,8% orang yang takut akan badai musim dingin. Coba perhatikan. Public speaking bahkan lebih menakutkan bagi sebagian orang jika dibandingkan dengan banjir bandang dan badai yang jelas-jelas memiliki potensi kematian yang besar.   


Lebih uniknya lagi, jumlah orang yang takut jika dirinya ada dalam Sakaratul Maut alias sekarat hanya ada 19%. Ditambah lagi, hanya ada 17,5% orang yang takut jika dirinya dibunuh oleh orang yang dia kenal. Sekarat dan dibunuh. Kurang menakutkan apa lagi coba? Kok bisa-bisanya sebagian orang lebih takut bicara di depan publik daripada mati? 

Hal ini menarik sekali bagi saya. Bahkan, Jerry Seinfeld, seorang pelawak tunggal kenamaan asal Amerika pernah mengatakan hal ini dalam salah satu show nya:

"Berdasarkan beberapa penelitian, ketakutan terbesar pertama bagi banyak orang adalah Public Speaking. Sedangkan ketakutan yang kedua adalah kematian. Apa ini terdengar wajar? Ini artinya, bagi sebagian orang, lebih baik kita ada di dalam peti mati daripada harus memberikan pidato kematian dalam sebuah pemakaman."

(Jerry Seinfeld - Kutipan ini saya terjemahkan sendiri ke dalam bahasa Indonesia)
Tentu kita tahu bahwa Glossophobia bisa mendera siapa saja, setiap orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. 

Ketakutan ini bisa dialami oleh pebisnis yang harus melakukan presentasi, pencari kerja yang akan melakukan interview, bahkan bukan nggak mungkin juga dialami oleh para mahasiswa yang mendadak religius, terus berdoa, agar nggak ditunjuk oleh guru atau dosen untuk menjawab pertanyaan. Hehehe.. 

Kembali ke survey yang saya sebut di atas, fakta bahwa sebagian orang lebih takut untuk berbicara di depan publik daripada harus terkena bencana alam atau bahkan dibunuh tentu sangat kontroversial. 

Survey lanjutan menyatakan bahwa mereka takut jika hal-hal yang nggak diinginkan tiba-tiba terjadi saat mereka bicara di depan publik. Mereka takut kalau penonton sorakin mereka, terus lemparin mereka pakai sayuran mentah, demo minta mereka segera turun, siram mereka bensin, bakar mereka hidup-hidup, te ... Eh, maaf, terlalu semangat jadi lebay ya. Hehehe..

So, bagaimana? Setujukah kamu bahwa berbicara di depan publik itu lebih menakutkan daripada kematian? SHARE YOUR THOUGHT! ^^


*) Anyway, tulisan ini saya buat karena terinspirasi oleh salah satu bahan materi ujian praktik murid saya, Keisha Janita, tentang "How to Overcome the Fear of Public Speaking". 

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com