Adi Triasmara

Adi Triasmara

Trainer Bahasa Inggris

Adi Triasmara kerap memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk pelajar serta mahasiswa. BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta dan FSI - FISIP Universitas Indonesia pernah memakai jasanya.

Trainer Public Speaking

Adi Triasmara juga merupakan trainer public speaking yang fokus dalam teknik desain slide presentasi yang memukau. Ia juga merupakan salah satu kontributor utama dalam portal pembelajaran public speaking - www.TeknikPublicSpeaking.com.

Penulis Buku Pengembangan Diri

Bersama dengan 8 anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia dan penulis buku best-seller "Studentpreneur Guidebook" - Arry Rahmawan, Adi Triasmara menuliskan sebuah buku pengembangan diri "Sekeping Cinta".

Anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia

Adi Triasmara merupakan anggota aktif dari komunitas trainer muda terbesar di Indonesia: LTMI (Lingkar Trainer Muda Indonesia). LTMI juga merupakan bagian dari CerdasMulia Institute - cerdasmulia.net.

Guru Bahasa Inggris Professional

Selain aktif menulis dan memberikan pelatihan bahasa Inggris dan public speaking, Adi Triasmara juga merupakan seorang guru bahasa Inggris professional di salah satu sekolah swasta di Bintaro, Tangerang Selatan.

Monday, February 27, 2017

Bagaimana Menggunakan WILL dan BE GOING TO

Hallo, teman-teman pembaca sekalian! Bagaimana kabarnya? Mudah-mudahan baik selalu yaa!

Anyway, sekarang sudah hari Senin dan saya kembali dengan salah satu Program Bahasa Inggris yang saya desain di tahun 2017, yaitu #BAHASIN - "Balas di Hari Senin". Minggu lalu saya mendapatkan pertanyaan dari adik saya via WhatsApp. 

Pertanyaannya sangat menarik: "Bagaimana sih penggunaan WILL dan BE GOING TO yang tepat?" 

Saya bilang bahwa pertanyaan ini menarik karena, bisa jadi, pertanyan ini juga menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Nah, dalam artikel ini, saya akan memalas pertanyaan tersebut dan membahas Penggunaan Will dan Be Going to dalam percakapan bahasa Inggris keseharian. Here we go!

Friday, February 17, 2017

Apa itu Personal Branding dan Bagaimana Membangunnya? Temukan Jawabannya Disini!


Jika saya menyebutkan kata “air minum kemasan”, apa yang secara spontan terlintas di benak kamu? Saya yakin, bagi sebagian orang, kata AQUA akan begitu mudah terlintas di benakmu. Meski saat ini sudah banyak perusahaan air minum kemasan yang beroperasi, namun merek AQUA masih menjadi Top of Mind bagi sebagian besar orang.

Bagaimana tidak, AQUA telah menjadi pioneer air minum dalam kemasan di Indonesia. Meski butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan posisi Top of Mind di benak konsumen, namun saat ini AQUA sudah memiliki brand yang sangat kuat. Dengan slogan, “Kebaikan Alam, Kebaikan Hidup”, brand yang satu ini makin menunjukkan kualitas serta eksistensinya dari tahun ke tahun.

Setelah sekilas membahas tentang air minum kemasan, saya ingin bergeser ke moda transportasi yang sangat lazim kita temui di Indonesia, yaitu mobil. Apa yang terlintas di benak kamu, ketika saya menyebutkan kata “Mercedes Benz”?

Sunday, February 5, 2017

LENGKAP! 7 Tips Ini Akan Membantumu Meningkatkan Vocabulary


Betul bahwa tulisan ini saya buat berdasarkan sebuah keresahan yang saya miliki. Keresahan saya adalah banyak orang yang mengaku pada saya bahwa ketika mereka menyimak orang lain berbicara bahasa Inggris, mereka paham apa yang disampaikan orang tersebut. Tapi, masalahnya adalah mereka selalu kesulitan untuk merespon, dalam bahasa Inggris tentunya, apa yang diucapkan oleh lawan bicara mereka.

Saya harus katakan bahwa ini merupakan permasalahan yang sangat umum yang dialami oleh para pembelajar bahasa Inggris. Dulu saya pun sempat mengalami problema yang sama dengan mereka. Untungnya sih, saat kuliah dulu, saya menemukan sumber permasalahan dan juga solusi dari masalah itu dengan cepat. Sialnya, saat itu saya belum juga menemukan tambatan hati. Hiks... *) Duh maaf, jadi ngelantur nostalgia Hahaha!

Friday, February 3, 2017

Buat yang Mau Belajar Bahasa Inggris tapi Terlalu Sibuk, Apa Hal Ini Sempat Menjadi Perenunganmu?



"Saya sangat sibuk. Saya hampir nggak punya waktu luang untuk belajar bahasa Inggris, mas. Intinya, saya sih mau banget bisa bahasa Inggris, tapi sayangnya saya terlalu sibuk." 

Ini adalah sebuah masalah yang teman-teman saya kerap sampaikan baik secara langsung ataupun secara virtual seperti misalnya via pesan di Instagram atau mention di twitter saya @aditriasmara. Untungnya, kebingungan teman-teman saya ini bisa saya tanggapi dengan santai tanpa kebingungan apapun. Hehehe..

Saya selalu mengatakan kepada teman-teman saya itu, saya beranggapan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapkan harus ada PENGORBANAN. There must be something to sacrifice. Mulai dari pengorbanan tenaga, biaya, dan juga WAKTU. Ya, tentu saja hal ini berlaku juga ketika kita ingin menguasai bahasa Inggris dengan baik. Harus ada yang dikorbankan. Dalam tulisan ini, saya nggak akan membahas tentang pengorbanan tenaga dan biaya. Saya ingin membahas tentang pengorbanan WAKTU saat belajar bahasa Inggris. 

Sederhananya, karena saya percaya bahwa jam tangan yang melingkar di tangan saya bukan untuk mengetahui waktu tapi untuk MENGATUR WAKTU, maka TIME MANAGEMENT adalah kuncinya. 
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com