Adi Triasmara

Adi Triasmara

Wednesday, January 18, 2017

Untuk yang Masih Ragu Pilih American atau British English, Artikel Ini Akan Menjawab Keraguanmu


Hallo, teman-teman semua. Bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja ya. 

Anyway, kemarin hari Sabtu, 14 Januari 2016, saya mendapatkan pertanyaan dari seorang teman belajar bahasa Inggris saya di group bimbingan belajar bahasa Inggris #GLIVATAS - "English Private Class". #GLIVATAS merupakan bagian dari 3 Program Bahasa Inggris Unggulan yang saya desain di tahun 2017, anyway. Buat yang ingin tahu lebih lengkap tentang program-program tersebut, silahkan klik: bit.ly/programbahasainggris.

Pertanyaan yang datang dari teman saya itu, Saskia, adalah: "Kenapa kak Dimas mengadopsi aksen American English? Kenapa bukan British English? Apakah memang saat belajar bahasa Inggris kita harus memilih salah satunya?"


Jawaban atas pertanyaan ini memang sudah saya berikan di group #GLIVATAS. Tapi, saya mengangkat tema kelas online kali ini dari pertanyaan tersebut karena, mungkin juga, hal ini menjadi pertanyaan untuk banyak orang. So, sebelum menjawab ke inti pertanyaannya. Saya akan memberikan pengantar. 

Menyebarluasnya penggunaan bahasa Inggris di seluruh dunia membuat bahasa Inggris membaur, menyatu dengan bahasa ibu dari suatu negara (terutama dari segi logat atau aksen). Alhasil, muncul berbagai versi bahasa Inggris yang berbeda, bahkan dari negara yang mungkin bahasa ibu-nya bukan bahasa Inggris. Ada misalnya Chinese English, Spanish English, Mexican English, atau Singaporean English. 

Meski demikian, bahasa Inggris tetap memiliki dua kutub utama, yaitu American dan British English. 

Sebelum membahas lebih baik mengacu pada kutub yang mana, saya ingin menjelaskan sekilas penjelasan tentang perbedaan yang dimiliki keduanya. 

PERTAMA, adalah perbedaan KOSAKATA. Orang Inggris dan orang Amerika, memiliki ragam kosakata yang terkadang berbeda meskipun mereka merujuk pada satu benda yang sama. Katakanlah PESAWAT. Dalam British English, mereka menyebutnya "Aeroplane", sedangkan dalam American English, mereka menyebutnya "Airplane".

Atau juga sama halnya dengan PENGHAPUS. Dalam British English mereka menyebutnya "Rubber", sedangkan kata "Eraser" - meski merujuk pada hal yang sama - digunakan dalam "American English". 

Nah, perbedaan KEDUA ada pada PENGEJAAN KATA atau Spelling. Serupa dengan pembahasan tentang kosakata, meski keduanya merujuk pada kata yang sama, namun cara penulisan yang mereka miliki berbeda. Misalnya, dalam menuliskan WARNA dalam bahasa Inggris. British English mengejanya dengan "Colour" sedangkan American English dengan "Color", tanpa menggunakan huruf 'U' sebelum huruf 'R'.

Begitu juga dengan misalnya MEMINTA MAAF. Dalam British English, meminta maaf dituliskan dengan kata "Apologise", sedangkan dalam American English, pengejaannya adalah "Apologize".

Memang masih ada perbedaan-perbedaan lain seperti misalnya cara pengucapan kata atau Pronunciation yang saya jelaskan DISINI, namun untuk saat ini, pahami dulu dua perbedaan itu. 

Nah, melihat dari dua perbedaan itu, biasanya muncul nih pertanyaan, "Yang benar, pakai British atau American English dong? Mana yang harus digunakan?" 

Jawabannya adalah bahwa keduanya sama-sama benar. Nggak ada yang salah. Pilihan penggunaannya pun dikembalikan kepada kamu, kepada kita semua yang menggunakannya. Mau pakai American English silahkan, mau pakai British English, silahkan.

ASALKAAAAN... Saran saya, jika sudah memilih satu, antara American atau British English, KONSISTEN-lah dalam penggunaanya. 

Jangan mencampur-adukkan penggunaan keduanya karena selain memunculkan kemungkinan untuk membingungkan orang lain, muncul juga kemungkinan bahwa kita akan membingungkan diri sendiri.  Consistency is the key. Consistency is the key.  Consistency is the key.

http://img.picturequotes.com/2/614/613217/consistency-quote-6-picture-quote-1.png

Kembali ke pertanyaan yang saya bahas di awal tadi, "Kenapa kak Dimas mengadopsi aksen American English? Kenapa bukan British English? Apakah memang saat belajar bahasa Inggris kita harus memilih salah satunya?" Maka, saya akan menjawab:

Saya mengadopsi American English karena saya MEMILIH-nya. That's my personal choice. That's my personal preference. Sangat subjektif. Untuk alasan personal, saya memilih American English karena saya merasa itu lebih mudah dipahami. Sekali lagi, ini sangatlah subjektif, sangat personal. 

Bagi saya mungkin lebih gampang mempelajari American English, tapi belum tentu bagi orang lain, bagi kamu, yang mungkin menganggap British English lebih mudah. 

Kemudian untuk pertanyaan apakah harus memilih salah satu diantaranya, antara American atau British English, saya menjawab: Saya sarankan, IYA. Dan konsistenlah pada pilihan kita.

Kenapa konsistensi pilihan penting? Karena konsistensi, selain agar tidak membuat orang lain bingung, juga agar membuat kita fokus. Fokus dalam belajar bahasa Inggris sangatlah penting. Pilih satu, American atau British English, kemudian fokuslah pelajari seluk-beluknya. 

Ada pepatah mengatakan, "If you chase two rabbits, you will lose them both." Jika kita mengejar dua ekor kelinci, maka kita akan kehilangan keduanya. Fokuslah.

Lalu, muncul lagi pertanyaan, “Kalau mas Dimas pakai American English, terus saya pake yang mana dong? Apa harus ngikutin juga?” 

Jawaban saya, terserah. Kamu bisa memilih apa akan menggunakan AmE atau BrE. Saran saja, coba dulu pelajari keduanya. Kemudian bandingkan dan sesuaikan dengan kemampuan dan juga ketertarikanmu. Jika kamu lebih nyaman menggunakan American English, mengapa harus memaksakan diri untuk British English?

Pelajari lebih lanjut tentang American dan British English dalam dua postingan berikut:
1. Mana yang Kamu Pilih, American atau British English?
2. #Infographic: Perbedaan US and UK Spelling 

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com