Adi Triasmara

Adi Triasmara

Sunday, September 4, 2016

Inikah Saat Dimana Era Senioritas Tergantikan oleh Era Pembelajar Sejati?

Tulisan ini saya persembahkan untuk semua rekan guru di Yayasan Sekolah Tunas Indonesia serta bapak ibu guru di seluruh Indonesia yang masih membutuhkan pendalaman pemahaman mengenai program Guru Pembelajar. 

Setelah memulai program sosialisasi program Guru Pembelajar dengan menunjukkan hasil riset Prof. John Hattie dari the University of Auckland tentang faktor penentu prestasi siswa, sebuah diskusi yang menarik terjadi. Sebuah diskusi tentang kriteria guru yang baik atau "What Makes a Good Teacher" yang dilakukan oleh guru-guru Sekolah Tunas Indonesia hari Jumat - 2 September 2016 - lalu.

Dengan menggunakan metode brainstorming, para bapak ibu guru yang hadir pun mulai menyebutkan kriteria guru yang baik seperti misalnya: tegas, baik, disiplin, membuat murid berprestasi, berpengalaman, kreatif, inovatif, hingga kata good-looking pun keluar. Hehehe.. Tidak masalah tentunya karena ini adalah sebuah pendapat yang memang diutarakan dengan metode yang saya sebutkan di atas, brainstorming.

Setelah menuliskan kriteria-kriteria yang disebutkan di white board, saya coba kerucutkan bahwasannya seorang guru yang baik adalah seorang guru yang memiliki 2C, yaitu CHARACTER dan COMPETENCE. Keduanya merupakan unsur yang harus ada dalam jiwa pendidik, yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya.


Bayangkan jika ada seorang pendidik yang memiliki karakter yang luar biasa baik, yang tegas, disiplin, lembut dalam tutur kata, sabar, dan penyayang, namun ia tidak memiliki kompetensi yang baik. Atau sebaliknya, ada seorang pendidik yang begitu pintar, berpengalaman, memahami metode dan psikologi pembelajaran dengan baik namun ia tidak memiliki karakter yang baik. Misalnya ia pemarah, pendendam, subjektif, dan lain sebagainya. Pasti akan ada sesuatu yang hilang disana, 'kan? Ya, jadi sekali lagi bahwa CHARACTER dan COMPETENCE berjalan beriringan.

Saya tidak akan penjang lebar membahas mengenai unsur yang pertama, yaitu Karakter, karena saya yakin bapak ibu guru yang membaca tulisan ini adalah para pendidik yang sejatinya memiliki karakter yang baik. Di sisi lain, saya coba membahas tentang unsur kedua, yaitu Kompetensi.

Nah, demi mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah melalui Kemendikbud mendesain sebuah platform pendidikan dan pelatihan bernama Program GURU PEMBELAJAR yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru yang dilakukan dengan tiga moda: a) Tatap Muka, b) Dalam Jaringan, dan c) Kombinasi. 

Program yang diinisiasi oleh Pak Anies Baswedan ini ditetapkan untuk mendukung Visi Kemendikbud 2025: "Menghasilkan Insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif". Nah, visi Kemendikbud itu pun kemudian dikerucutkan kembali, diformulasikan dalam sebuah Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan Kemendikbud 2015-2019 dengan visi: "Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong"

Kemudian, untuk melaksanakan program pelatihan Guru Pembelajar, yang selanjutnya saya akan sebut GP, pemerintah melakukan pemetaan kompetensi guru yang telah dilaksanakan melalui data hasil UKG (Uji Kompetensi Guru) 2015. Melalui UKG 2015 tersebut, pemerintah akan mempetakan kemampuan guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Seorang guru dinyatakan berkompeten apabila melalui tes UKG, ia mampu menyelesaikan soal-soal tes dengan baik yang meliputi 10 Kelompok Kompetensi dimana masing-masing di dalamnya terdapat unsur Professional dan Pedagogik.


Apa konsekuensi bagi guru yang belum mampu menyelesaikan ke-10 Kelompok Kompetensi (KK) tersebut? Guru tersebut akan dianggap memiliki hutang KK dan wajib melunasinya dengan belajar dalam sebuah desain pendidikan dan pelatihan yang telah disusun Kemendikbud melalui Program GP. Seorang guru dinyatakan lulus dalam sebuah KK apabila nilai rataan kompetensi Professsional dan Pedagogik nya berada di atas Kriteria Capaian Maksimal dengan prosentase 70% - 30%.  

Untuk pelaksanaan Program GP sendiri, ada 3 moda yang digunakan yaitu: 1) Moda Tatap Muka, 2) Moda Dalam Jaringan, dan 3) Moda Kombinasi. 

Dalam pelaksanaan Moda Tatap Muka, peserta akan berinteraksi langsung dengan fasilitator untuk mempelajari modul yang telah ditentukan oleh UPT penyelenggara, yaitu modul yang belum dituntaskan oleh peserta berdasarkan dengan hasil UKG 2015. Sedangkan, dalam Moda Dalam Jaringan (Daring), peserta akan melakukan interaksi secara synchronous dan asynchronous untuk mempelajari modul atau Kelompok Kompetensi yang dibutuhkan. Portal yang digunakan dalam Moda Daring ini adalah: konten.elearning.id


Di sisi lain, Moda Kombinasi merupakan sebuah program diklat yang menggabungkan Moda Tatap Muka dengan Moda Daring yang berbasis sistem. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa download bahan tayang (PowerPoint Slide) yang saya gunakan dalam sosialisasi DISINI.

Jika link tersebut tidak berjalan, silahkan copy and paste alamat URL berikut ke dalam layar browser yang kamu gunakan: www.slideshare.net/adimasunderscore23/upgrade-diri-menjadi-guru-pembelajar
 
Intinya program ini adalah program yang meminta guru untuk menjadi sosok pembelajar sejati. Sosok yang terus belajar kapanpun, dimanapun, dan dari siapapun guna mengembangkan serta meningkatkan kualitas dirinya di masa yang akan datang. Sekarang bukan lagi jamannya siapa yang Senior siapa yang Junior, bukan eranya lagi yang Senior selalu benar dan yang Junior selalu bisa disalahkan. Sekarang adalah eranya PEMBELAJAR sejati. Era dimana orang yang mau terus belajar, profesi apapun yang ia jalankan - termasuk pendidik, akan terus mampu mengembangkan karirnya dan membuka peluang jauh lebih besar di masa yang akan datang. Seperti sebuah pepatah lama, "Those Who Keep Learning, Will Keep Rising in Life"

Sekian sedikit yang bisa saya bagikan kepada para pembaca sekalian seputar program Guru Pembelajar. Jika ada pertanyaan, silahkan kontak saya via twitter atau Instagram @aditriasmara. Semangat mengemban tugas, amanat, dan kehormatan. Salam pembelajar sejati!

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com