Adi Triasmara

Adi Triasmara

Sunday, February 21, 2016

#TipsForTeachers: Tak Perlu Bingung, Kamu Bisa Pilih 3 Susunan Tempat Duduk Ini Sesuai dengan Kebutuhanmu di Kelas!


Jika saya katakan bahwa manajemen kelas adalah salah satu dari beberapa kunci kesuksesan seorang pengajar dalam membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran, saya yakin kamu yang berprofesi sebagai seorang pendidik pasti setuju, bukan? 

Nah, ada banyak sekali unsur di dalam manajemen kelas yang baiknya kita kuasai sebagai seorang pendidik, salah satunya ingin saya bahas dalam artikel kali ini yaitu mengenai 3 jenis susunan tempat duduk atau yang lebih akrab dikenal dengan SEATING ARRANGEMENT, yang bisa kita pilih dan aplikasikan sesuai dengan kebutuhan pengajaran di kelas. Nah, seperti apa pembahasannya? Simak artikel ini yuk!

Well, saya menghabiskan masa studi pendidikan formal dari jenjang SD hingga SMA, yang Alhamdulillah tidak pernah tinggal kelas..hehe., di sekolah-sekolah negeri di sebuah kota di Jawa Tengah bernama Cilacap. Seperti halnya sekolah negeri di kota-kota lainnya di negara kita tercinta, Indonesia, maka bukan rahasia lagi bahwa jumlah murid yang ada di dalam satu kelas ada kurang lebih 35 hingga 45 anak.

Saya masih ingat dengan jelas, bahwa jenis susunan tempat duduk yang digunakan saat saya menjalani pendidikan dari SD hingga SMA, bahkan di beberapa kelas di perkuliahan, adalah jenis susunan tempat duduk PERTAMA yang kita bahas dalam artikel ini, yaitu: TRADITIONAL ROWS. Kurang lebih, penampakannya seperti ini:


Wah, maaf. Kelas ini nampak terlalu bagus. Hmmm..maksud saya, penampakannya seperti yang ada pada gambar di bawah ini yaa..hehehe..


Ya, posisi duduk seperti inilah yang diterapkan di sekolah saya dulu. Bahkan bertahun-tahun kemudian, setelah perubahan di berbagai aspek kehidupan seperti teknologi, gaya hidup, cara berkomunikasi, susunan tempat duduk ini masih sering digunakan, tak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara di seluruh dunia. Nah, mari kita coba ulas secara singkat plus-minus TRADITIONAL ROWS seating arrangement.

Susunan tempat duduk seperti ini membuat pola pembelajaran berfokus kepada guru dimana biasanya, interaksi antar siswa terbatas sekali. Bahkan, siswa yang duduk di barisan belakang biasanya mencari kesibukannya sendiri karena tidak terpantau oleh guru dengan baik. 

Menurut pengalaman dan observasi saya sebagai siswa dan juga kini saat saya mengajar, serta melalui beberapa referensi yang saaya baca, hal positif yang bisa kita ambil dalam susunan tempat duduk ini adalah mudah diterapkan untuk kelas besar dan juga fokus pembelajaran bisa didapatkan dengan menaruh fokus konten yang terpusat pada guru. 

Di sisi lain, terkadang susunan tempat duduk seperti ini menimbulkan efek kurang baik pada siswa dimana mereka merasa hanya sebagai "penonton", yang hanya diminta mendengarkan dan menyimak "sang tokoh utama", yaitu guru, apalagi jika sang guru tidak mampu memancing keterlibatan siswa. Bisa jadi, siswa cenderung mudah bosan. 

Nah, untuk jenis susunan tempat duduk yang kedua adalah U-SHAPE. Susunan tempat duduk inilah yang saya terapkan di kelas saya, 7 Montesquieu, di SMP Sekolah Tunas Indonesia, Tangerang. Kira-kira, seperti inilah penampakan susunan tempat duduk tersebut:


Alasan saya menerapkan susunan tempat duduk seperti ini adalah untuk pelan-pelan mempermudah pemindahan penerapan pola pembelajaran teacher-centered menjadi student-centered, dimana para siswa memiliki kontak langsung dengan guru dan juga teman satu kelasnya tanpa terhalang apapun. Namun, perlu diingat bahwa ukuran kelas dan jumlah siswa juga masuk dalam pertimbangan penggunaan susunan tempat duduk U-SHAPE ini.

Dari sisi positif nya, U-SHAPE akan membuat siswa merasa dilibatkan langsung dalam setiap pembahasan atau diskusi kelas, mereka akan merasa menjadi bagian utuh dari kelas tersebut. Guru juga akan dimudahkan dalam mengontrol kelas serta memberikan bantuan kepada mereka yang kesulitan dalam mengerjakan latihan. 

Sisi negatifnya, susunan tempat duduk ini tidak bisa diterapkan di semua kelas, terutama kelas besar. Selain itu, untuk siswa yang sedikit pemalu, terkadang mereka merasa kurang nyaman berpartisipasi dengan situasi dimana semua orang menaruh perhatian langsung padanya. That's your job to encourage them, teachers! ^.^

Susunan tempat duduk terakhir yang ingin saya bahas adalah GROUP / CLUSTER setting. Penampakan susunan tempat duduk ini adalah sebagai berikut:


Ya, kurang lebih seperti gamabr tersebut lah penampakan GROUP seating arrangement, dimana beberapa meja digabungkan dan siswa duduk melingkar membentuk group kecil yang terdiri dari 4 atau 5 orang. Susunan tempat duduk ini bisa diaplikasikan di kelas kecil dan juga besar. GROUP seating arrangement ini juga dipercaya menjadi susunan tempat duduk yang paling memudahkan penerapan konsep cooperative learning.

Keunggulannya, berbeda dengan u-shape dimana siswa berinteraksi secara menyeluruh, susunan GROUP ini membuat siswa memiliki interaksi yang lebih intens dalam group kecil sehingga mudah mengajak semua siswa untuk terlibat aktif. Guru juga bisa dengan mudah memonitor tingkah laku siswa dalam bekerja secara tim serta mampu memberikan bantuan kepada group yang mengalami kesulitan.

Kelemahannya, dalam GROUP seating arrangement, dalam beberapa tugas tertulis, seorang siswa bisa saja hanya menyalin pekerjaan teman yang lainnya sehingga tidak memiliki tanggung jawab personal dalam proses belajar. Selain itu, siswa biasanya saling menggantungkan diri pada siswa terpandai yang ada dalam group nya sehingga susah bagi guru untuk melakukan evaluasi pembelajaran individual saat proses pembelajaran berlangsung.

Nah, itulah 3 susunan tempat duduk di kelas yang bisa kamu terapkan dan evaluasi guna mendukung tercapainya tujuan serta proses pembelajaran yang menyenangkan di kelas, yaitu TRADITIONAL ROWS, U-SHAPE, dan GROUP.  Lebih jelasnya, silahkan saksikan video berikut:


Kesimpulannya, susunan tempat duduk mana yang akan diterapkan oleh seorang guru dalam kelas akan bergantung pada beberapa faktor seperti ukuran kelas, jumlah siswa, karakteristik kelas, gaya pengajaran guru, materi pembelajaran, dan lain sebagainya. Pilihlah susunan tempat duduk secara bijak karena itu bisa membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran dan secara otomatis mengantarkan siswa menuju level pembelajaran berikutnya. 

Tak ada salahnya juga mengkombinasikan ketiga susunan tempat duduk tersebut, kan? Intinya adalah bagaimana kita mampu memfasilitasi siswa untuk belajar dalam keadaan fokus dan juga happy sehingga proses pembelajaran berjalan menyenangkan. 


Ingin ngobrol asyik dengan saya? Follow akun twitter atau instagram saya di @aditriasmara, join group belajar bahasa Inggris online saya di bit.ly/bahasainggrisaja atau tinggalkan KOMENTAR di kolom di bahwa ini. Sukses selalu untuk sahabat pembaca sekalian! ^.^

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com