Adi Triasmara

Adi Triasmara

Wednesday, January 20, 2016

Dari 4 Tipe Kepribadian Manusia Ini, Mana yang Menurut Kamu "GUE BANGET"?


"Kamu kok ngerjain tugasnya serius banget sih?" tanya Rossa saat kami berdua menggunakan waktu kami di hari Minggu untuk menyelesaikan tugas kantor di sebuah kedai kopi pilihan yang ada di kawasan Bintaro. "Iya nih, kalau aku udah ngerjain tugas, bawaannya emang serius n' fokus gini. Pengennya cepetan tuntas, selesai." jawab saya singkat sembari meminum secangkir Espresso hangat pesanan saya. 

Meski sedang serius menuntaskan pekerjaan masing-masing, terkadang kami menyela waktu kami sendiri hanya untuk membicarakan beberapa hal-hal sederhana. Misalnya tentang hobi, keluarga, almamater, dan lain sebagainya hingga ada satu topik pembicaraan yang membuat saya tahu bahwa hal yang paling sering membuat ia kesal, yaitu 'dicuekin'.

'Hmm..kayaknya Rossa tipe orang Sanguinis, nih. Wait, atau bukan ya?' pikiran tentang wanita periang berparas cantik yang lebih akrab dipanggil 'Ocha' ini terlintas begitu saja di dalam benak saya kala itu. 

Ya, berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Hippocrates, ada setidaknya 4 tipe kepribadian manusia dilihat dari sifat-sifat dan karakter dominan yang ada di dalam dirinya. Masing-masing tipe tersebut adalah: Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis.


Nah, dalam artikel ini saya akan coba bagikan beberapa ciri mengenai masing-masing tipe kepribadian tersebut agar kita bisa semakin mengenal diri sendiri sekaligus memudahkan kita dalam menjalin komunikasi dengan orang lain sesuai dengan tipe kepribadiannya masing-masing. So, here we go!

1. Sanguinis

They are talkers more than they are listeners. Tipe sanguinis ini dikenal sebagai pribadi yang ceria, ramah, mudah bergaul, energetik, penuh rasa ingin tahu, memiliki hati yang tulus, murah senyum, dan optimis. Orang-orang dalam tipe ini memiliki kecenderungan untuk selalu ingin membagikan cerita yang ia miliki pada orang lain dan merasa senang jika ia menjadi pusat perhatian. 

Kasih sayang, perhatian, ketenaran, dan dukungan dari orang lain adalah hal-hal yang disukai oleh seorang Sanguinis. Meski demikian, pribadi yang susah diam ini terkadang suka membesar-besarkan masalah, mudah lupa, kurang memiliki disiplin waktu, dan lebih fokus pada 'how to spend money' daripada 'how to earn/save money'. Ia juga paling tidak suka berada dalam suasana sepi kesendirian.


Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa antusiasme dan keceriaan para Sanguinis selalu menjadi penghangat suasana saat sedang berkumpul bersama. Mereka juga biasanya hadir dengan ide dan inisiatif baru yang segar.  

2. Koleris

Pernah punya teman yang saat bekerja kelompok, ia lebih sering memimpin, mengatur satu dan lain hal, bahkan mengerjakan tugas-tugasnya dengan rapih dan tepat waktu? Jika pernah menemukan teman yang seperti ini, bisa jadi ia adalah pribadi Koleris. Mereka bersikap berani, suka memimpin, hidup dengan semangat tinggi, bebas, tegas, mandiri, menyukai tantangan, dan juga produktif.

Tipe kepribadian yang juga dikenal memiliki visi atau tujuan yang jelas dan berorientasi pada target capaian, di sisi lain, juga merupakan pribadi yang terkadang terlalu kaku, tidak sabaran, "men-Tuhan-kan" pekerjaan, dan cenderung suka menuntut orang lain. Tak jarang ia juga kerap kehilangan emosinya, alias bersikap sedikit tempramental.


Dan salah satu ciri khas orang-orang dengan tipe kepribadian Koleris adalah ia senang menyibukkan diri dan setiap kegiatan yang ia lakukan biasanya memiliki tujuan atau output yang jelas, yang sudah ia pikirkan secara matang sebelumnya. 

3. Melankolis

Seorang Melankolis sering disebut "Miss Perfect" atau "Mr. Perfect". Ya, orang-orang dengan tipe kepribadian melankolis menyukai kesempurnaan. Mereka dikenal romantis, pemikir, memiliki hidup yang teratur, tekun, setia, dan selalu berpikir sungguh-sungguh dan membuat perencanaan matang sebelum mereka melakukan tindakan dalam hidupnya. Mereka juga dinilai memiliki nilai seni artistik yang tinggi dalam hidupnya.

Tapi, tipe ini kerap bermasalah dengan perangainya terkadang pendendam, pesimistik, memiliki rasa curiga yang besar, dan mudah depresi karena ia melihat masalah dari sisi negatif. Seorang melankolis tidak terlalu mudah bersosialisasi, meski tidak semua orang dengan tipe ini berlaku demikian. Tak jarang mereka juga dinilai sebagai 'Si Tukang Kritik' atau 'Si Tukang Komplain'.


Orang-orang dengan tipe kepribadian dominan melankolis memiliki performa baik dan merasa puas dan bahagia walau berperan 'di balik layar' tanpa harus menjadi pusat perhatian. Hidupnya yang tertib juga membuat mereka menjadi pribadi yang tuntas, yaitu melakukan suatu pekerjaan yang telah ia mulai sampai benar-benar selesai.

4. Plegmatis

Tibalah kita dalam penjelasan mengenai tipe kepribadian manusia yang terakhir, yaitu Plegmatis. Kalau kamu adalah orang yang menyukai perdamaian, cenderung menghindari konflik, bijaksana meski tak banyak bicara, kemungkinan besar kamu adalah seorang dengan tipe kepribadian Plegmatis yang dominan. Plegmatis dikenal sabar, kalem, sederhana, netral, dan merupakan pendengar yang baik.

Dilihat dari sisi negatifnya, tipe kepribadian plegmatis ini terkadang kurang antusias dalam melakukan beberapa hal baru. Ia juga lebih suka menjadi penonton daripada langsung ambil bagian dalam beberapa kegiatan. Dalam beberapa situasi, rasa khawatir yang dimilikinya cenderung sangat besar bahkan ia cenderung menghindari tanggung jawab.


Meski demikian, kenyataan bahwa orang-orang tipe Plegmatis ini merupakan penengah yang baik tidak bisa dipungkiri lagi adanya. Mereka memiliki kepedulian yang tinggi, yang biasanya membuat orang lain merasa damai saat ada didekatnya.  


Jadi, itulah 4 tipe kepribadian manusia yang pernah saya pelajari. Yang jelas, setiap orang memiliki empat jenis kepribadian ini di dalam dirinya masing-masing, namun biasanya ada salah satu tipe kepribadian yang PALING DOMINAN dan menjadi bagian utama dari hidupnya. Kalau saya pribadi, misalnya, berdasarkan observasi saya pribadi dan tes kepribadian yang pernah saya ambil, karakteristik dominan saya adalah kolerik (Koleris), meski saya menyadari adanya karakter lain di dalam diri saya yang tidak terlalu menonjol seperti Melankolis, misalnya.

Everyone is uniquely born different. Perbedaan karakteristik dominan ini bukan diniatkan untuk mengkotak-kotak'kan manusia dalam golongan-golongan tertentu, apalagi menjadi excuse alias alasan untuk tidak melakukan yang terbaik dalam hidup ini.

Namun, hal ini justru memudahkan kita lebih mengenal diri sendiri sehingga masing-masing dari kita diharapkan mampu mengeluarkan potensi terbaik kita berdasarkan dengan jenis kepribadiannya masing-masing. Mengetahui tipe kepribadian diri sendiri dan orang lain juga secara tidak langsung akan memudahkan kita dalam menjalin komunikasi dengan orang lain.

So, dari 4 tipe kepribadian manusia ini, manakah kira-kira tipe dominan dalam diri kamu? SHARE dalam kolom komentar di bawah ini yaa! ^.^

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com