Adi Triasmara

Adi Triasmara

Saturday, December 26, 2015

Modal Berani, Bapak yang Satu ini Sukses Komunikasi Gunakan Bahasa Inggris!


Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke kantor imigrasi Cilacap, kota kelahiran saya di daerah jawa tengah yang selain cukup terkenal dengan mendoan sebagai makanan khasnya dan pantai Teluk Penyu sebagai tempat wisatanya, juga terkenal dengan Nusakambangannya – tempat para napi kelas kakap menjalani masa hukumannya Hehehe..

Nah, menarik sekali bahwa saat saya mengurus paspor disana dan tiba saatnya bagi saya untuk ke loket petugas menjawab beberapa pertanyaan, pengambilan sidik jari dan foto, saya disambut oleh seorang bapak petugas loket - yang saya taksir berusia sekitar 45an – yang mengatakan, ‘Please, Sit.’

Mendengar beliau mempersilahkan saya untuk duduk dengan menggunakan bahasa Inggris, saya kira proses “wawancara” akan dilakukan dengan bahasa Inggris. Benar sih, tapi tidak 100% benar. Si bapak mengkombinasikan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Setelah menanyakan beberapa data yang saya tulis di form, beliau bertanya, ‘What is your job, Sir?’. ‘I am an English teacher, Sir,’ jawab saya pada si Bapak. Kemudian beliau melanjutkan, ‘Oh, so you understand my speak? That’s good because so little people know my speaking.’ Dengan senyum terpampang di wajah, saya pun menjawab, ‘Fortunately, I do understand it, Sir. Hehehe..’  

Setelah melakukan beberapa sesi tanya jawab, sesi obrolan, baik dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris saya mengamati bahwa untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris, beliau memiliki modal yang cukup baik, yaitu KEBERANIAN. Saya sadar bahwa bahasa Inggris yang ia gunakan bisa dikatakan adalah bahasa Inggris ‘Survival’ – bahasa Inggris yang cenderung ‘seadanya’ dengan keterbatasan sang penutur bahasa dalam kosakata, tata bahasa, cara pengucapan, dan lain-lain.

Di akhir pembicaraan kami berdua pun beliau mengingatkan saya terkait jadwal pengambilan paspor dengan bahasa Inggris, ‘So you pay first. Then you go here again three days after you pay. Three work days. Okay? If it is holiday, it is not work day. Remember ya, three work days.’ Saya mengangguk dengan tegas dan mengatakan, ‘Yes, Sir!’

Yes, “Survival English”. Namun saat berkomunikasi dengan beliau menggunakan bahasa Inggris, seolah segala keterbatasan yang beliau punya bisa dengan mudah dimaklumi. Mengapa demikian? Ya, because HE DARES TO TRY! 

Beberapa pembelajar bahasa Inggris yang kadang saya temui, saya harap bukan termasuk kamu, kerap merasa ogah atau tidak mau untuk mencoba menggunakan bahasa Inggris nya secara aktif. Mereka sibuk belajar tentang vocab, grammar, pronunciation, tapi mereka tidak memiliki keberanian untuk langsung mencoba menggunakan bahasa Inggris nya secara aktif. 

Kita sama-sama bisa belajar dari Si Bapak penjaga loket imigrasi tersebut bahwa tidak cukup hanya berbekal pengetahuan bahasa Inggris untuk bisa berkomunikasi dengan lancar. Dibutuhkan juga KEBERANIAN untuk mencoba, KEBERANIAN untuk menggunakan pengetahuan yang kita miliki, dan KEBERANIAN untuk membuat kesalahan saat mencoba dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Tetap semangat belajar dan mencoba untuk sahabat pembaca sekalian. Sampai jumpa di artikel aditriasmara.com lainnya. Have a nice day! 

1 comment:

  1. Ya, saya mau seperti bapak imigrasi Mr Dimas. Tentunya dengan segala keterbatasan. Tks bro.. Sangat mengispirasi..

    ReplyDelete

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com