Adi Triasmara

Adi Triasmara

Trainer Bahasa Inggris

Adi Triasmara kerap memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk pelajar serta mahasiswa. BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta dan FSI - FISIP Universitas Indonesia pernah memakai jasanya.

Trainer Public Speaking

Adi Triasmara juga merupakan trainer public speaking yang fokus dalam teknik desain slide presentasi yang memukau. Ia juga merupakan salah satu kontributor utama dalam portal pembelajaran public speaking - www.TeknikPublicSpeaking.com.

Penulis Buku Pengembangan Diri

Bersama dengan 8 anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia dan penulis buku best-seller "Studentpreneur Guidebook" - Arry Rahmawan, Adi Triasmara menuliskan sebuah buku pengembangan diri "Sekeping Cinta".

Anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia

Adi Triasmara merupakan anggota aktif dari komunitas trainer muda terbesar di Indonesia: LTMI (Lingkar Trainer Muda Indonesia). LTMI juga merupakan bagian dari CerdasMulia Institute - cerdasmulia.net.

Guru Bahasa Inggris Professional

Selain aktif menulis dan memberikan pelatihan bahasa Inggris dan public speaking, Adi Triasmara juga merupakan seorang guru bahasa Inggris professional di salah satu sekolah swasta di Bintaro, Tangerang Selatan.

Saturday, December 26, 2015

Modal Berani, Bapak yang Satu ini Sukses Komunikasi Gunakan Bahasa Inggris!


Beberapa waktu yang lalu saya pergi ke kantor imigrasi Cilacap, kota kelahiran saya di daerah jawa tengah yang selain cukup terkenal dengan mendoan sebagai makanan khasnya dan pantai Teluk Penyu sebagai tempat wisatanya, juga terkenal dengan Nusakambangannya – tempat para napi kelas kakap menjalani masa hukumannya Hehehe..

Nah, menarik sekali bahwa saat saya mengurus paspor disana dan tiba saatnya bagi saya untuk ke loket petugas menjawab beberapa pertanyaan, pengambilan sidik jari dan foto, saya disambut oleh seorang bapak petugas loket - yang saya taksir berusia sekitar 45an – yang mengatakan, ‘Please, Sit.’

Mendengar beliau mempersilahkan saya untuk duduk dengan menggunakan bahasa Inggris, saya kira proses “wawancara” akan dilakukan dengan bahasa Inggris. Benar sih, tapi tidak 100% benar. Si bapak mengkombinasikan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Setelah menanyakan beberapa data yang saya tulis di form, beliau bertanya, ‘What is your job, Sir?’. ‘I am an English teacher, Sir,’ jawab saya pada si Bapak. Kemudian beliau melanjutkan, ‘Oh, so you understand my speak? That’s good because so little people know my speaking.’ Dengan senyum terpampang di wajah, saya pun menjawab, ‘Fortunately, I do understand it, Sir. Hehehe..’  

Setelah melakukan beberapa sesi tanya jawab, sesi obrolan, baik dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris saya mengamati bahwa untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris, beliau memiliki modal yang cukup baik, yaitu KEBERANIAN. Saya sadar bahwa bahasa Inggris yang ia gunakan bisa dikatakan adalah bahasa Inggris ‘Survival’ – bahasa Inggris yang cenderung ‘seadanya’ dengan keterbatasan sang penutur bahasa dalam kosakata, tata bahasa, cara pengucapan, dan lain-lain.

Di akhir pembicaraan kami berdua pun beliau mengingatkan saya terkait jadwal pengambilan paspor dengan bahasa Inggris, ‘So you pay first. Then you go here again three days after you pay. Three work days. Okay? If it is holiday, it is not work day. Remember ya, three work days.’ Saya mengangguk dengan tegas dan mengatakan, ‘Yes, Sir!’

Yes, “Survival English”. Namun saat berkomunikasi dengan beliau menggunakan bahasa Inggris, seolah segala keterbatasan yang beliau punya bisa dengan mudah dimaklumi. Mengapa demikian? Ya, because HE DARES TO TRY! 

Beberapa pembelajar bahasa Inggris yang kadang saya temui, saya harap bukan termasuk kamu, kerap merasa ogah atau tidak mau untuk mencoba menggunakan bahasa Inggris nya secara aktif. Mereka sibuk belajar tentang vocab, grammar, pronunciation, tapi mereka tidak memiliki keberanian untuk langsung mencoba menggunakan bahasa Inggris nya secara aktif. 

Kita sama-sama bisa belajar dari Si Bapak penjaga loket imigrasi tersebut bahwa tidak cukup hanya berbekal pengetahuan bahasa Inggris untuk bisa berkomunikasi dengan lancar. Dibutuhkan juga KEBERANIAN untuk mencoba, KEBERANIAN untuk menggunakan pengetahuan yang kita miliki, dan KEBERANIAN untuk membuat kesalahan saat mencoba dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Tetap semangat belajar dan mencoba untuk sahabat pembaca sekalian. Sampai jumpa di artikel aditriasmara.com lainnya. Have a nice day! 

Monday, December 21, 2015

#Vocabulary: Sweetheart, Screenager, Hit It Off, Melodramatic, Hypochondriac


Apa kamu tahu arti kata "Screenager", "Sweetheart", "Hit It Off", "Melodramatic", dan "Hypochondriac"? :)

Vocabulary mastery atau penguasaan kosakata adalah salah satu kunci sukses dalam memahami dan menggunakan bahasa baru dalam kehidupan kita semua, bahasa apapun itu termasuk bahasa Indonesia. Nah, melalui web aditriasmara.com dan akun instagram @aditriasmara, saya berkomitmen untuk terus membantu banyak orang menguasai kosakata bahasa Inggris dengan lebih cepat!

Nah dalam artikel ini saya menyajikan gambar yang akan membantu kamu mengetahui arti dari kata-kata berikut: Screenager, Sweetheart, Hit It Off, Melodramatic, Hypochondriac. Here we go!

1. Screenager

Kata "Screenager" merujuk pada seorang remaja, atau yang berusia 20an, yang memiliki bakat dalam hal komputer atau internet. Contoh dalam gambar memiliki arti: "Jhonny hampir tahu segala hal tentang komputer. Ibunya mengatakan bahwa ia adalah seorang SCREENAGER." 

2. Sweetheart

"Sweetheart" adalah seseorang yang sangat menyenangkan dan kita sayangi. Seperti yang bisa kamu lihat dalam contoh kalimat di atas yang berarti: "Rose adalah Jamie''s SWEETHEART, karena ia selalu ada bersama Jamie saat sedih dan bahagia."

3. Hit It Off

Frasa "Hit It Off" dalam bahasa Indonesia memiliki arti "Bersahabat dengan cepat". Kalau kamu lihat dari contohnya, maka penggunaan kalimat di atas kurang lebih berarti, "Awalnya dia adalah orang yang sangat asing bagi saya. Tapi saat kami berbicara mengenai violinnya, kami dengan cepat HIT IT OFF."

4. Melodramatic

Nah, kalau kata yang satu ini merujuk pada keadaan dimana seseorang memiliki perasaan emosional yang berlebihan. Dalam kalimat contoh di atas, kita bisa lihat penggunaannya yang berarti: "Andrew harus meninggalkan keluarganya untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Tak heran jika ia menjadi MELODRAMATIC."

5. Hypochondriac

"Hypochondriac". Apa kamu pernah mendengar kata ini sebelumnya? Kata ini dalam bahasa Indonesia merujuk pada seseorang yang memiliki kekhawatiran yang berlebihan tentang kesehatannya. "Setelah diagnosa yang ia miliki di British Medical Center bulan lalu, ia menjadi seorang HYPOCHONDRIAC."

Bagaimana? Apa sesi vocabulary kali ini menambah perbendaharaan kata dan pengetahuanmu secara umum tentang bahasa Inggris? 

Jika iya, saya mengajak kamu untuk terus menngikuti update informasi dan pengetahuan bahasa Inggris yang saya post di aditriasmara.com dan follow akun Instagram saya di @aditriasmara untuk mendapatkan update vocab terbaru yang bisa mempercepat proses belajar bahasa Inggris kamu! Sampai jumpa di artikel berikutnya! ^.^

Monday, December 14, 2015

Sudah Pernah Coba 5 Permainan Ini Untuk Kembangkan Kemampuan Bahasa Inggrismu? (PART 2 - Finished)


Pada seri pertama artikel ini, yang bisa kamu baca ulang DISINI, kamu sudah mengetahui setidaknya tiga jenis permainan sederhana yang bisa kamu gunakan untuk kembangkan kemampuan bahasa Inggrismu. Apa kamu sudah coba untuk memainkan permainan tersebut? ^.^

Nah, dalam bagian kedua artikel tersebut, saya akan membagikan dua jenis permainan lagi untuk kamu agar bisa kamu jadikan referensi tambahan permainan bahasa Inggris yang sudah kamu ketahui sebelumnya. Are you ready? Here we go! ^.^

4. Don't Forget The ...

Dalam kelompok, bayangkan bahwa kamu semua akan pergi berbelanja ke suatu tempat. Sebelum kamu pergi ke tempat tersebut, kamu semua akan membuat sebuah 'daftar belanja'. Duduk melingkar dan pilihlah seseorang untuk mulai menyebutkan hal-hal yang ada di dalam list imajinatif nya. Misalnya, ia akan mengatakan "I am going to the shops and I need to buy apples."  Nah, tugas orang kedua adalah menambahkan atau meneruskan daftar tersebut dengan mengingat dan menyebutkan apa yang sudah ada di dalam list awal. Contohnya, ia bisa mengatakan: "I am going to the shops and I need to buy apples and bread." Dalam contoh tersebut, ia menambahkan "bread" sekaligus menyebutkan benda pertama yang ada dalam daftar. Orang ketiga bisa melanjutkan permainan dengan mengatakan: "I need to buy apples, bread, and coffee." Teruskan permainan tersebut dan lihat seberapa jauh kelompok kamu bisa bekerja sebelum akhirnya ada seorang yang lupa akan daftar yang sebelumnya telah disebutkan.

5. 20 Questions

Mulai dengan memikirkan seorang manusia, binatang, benda ataupun hal-hal yang lainnya. Tugas lawan main kamu adalah mengajukan pertanyaan YA / TIDAK padamu untuk mendapatkan informasi tentang apa yang kamu pikirkan. Tugas kamu hanyalah menjawab YA / TIDAK terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan. Contoh sederhananya seperti ini: Misal kamu memikirkan kata "Horse", lalu tanpa mengetahui apa yang sedang kamu pikirikan, lawan main kamu mulai mengajukan pertanyaan seperti, "Am I an animal?", "Do I live in the land?", "Do I have four legs?", "Am I big?", dan lain-lain. Ingat, ia hanya memiliki 20 kali kesempatan. Jika ia mampu menebak apa yang kamu pikirkan sebelum 20 kesempatan itu ia gunakan, maka ia memenangkan permainan. Sedangkan sebaliknya, jika ia tidak bisa menebak hingga 20 kesempatan itu ia gunakan, kamu akan menjadi pemenangnya. Permainan ini akan mengasah kemampuanmu dalam mengajukan pertanyaan, sekaligus kemampuan listening kamu pastinya.


Jadi, itulah 5 permainan yang bisa kamu coba untuk kembangkan kemampuan bahasa Inggrismu. Masing-masing adalah: 1) Two Truths and A Lie, 2) Last Letters, 3) Hangman, 4) Don't Forget the..., dan 5) 20 Questions. Yang mana yang menjadi favorit kamu? ^.^

Saya menantang kamu untuk memainkan permainan-permainan tersebut bersama dengan orang terdekat kamu. Lalu, bagikan kesan kamu dalam belajar sambil bermain ini dengan meninggalkan komentar pada artikel ini. Jika artikel ini bermanfaat bagi kamu, langsung saja SHARE artikel ini untuk teman-teman terdekatmu yaa! Sampai jumpa di artikel berikutnya! ^.^

Sunday, December 13, 2015

Sudah Pernah Coba 5 Permainan Ini Untuk Kembangkan Kemampuan Bahasa Inggrismu? (PART 1)


Masih bingung bagaimana caranya belajar bahasa Inggris dengan cepat, efektif, dan menyenangkan? Atau bingung bagaimana caranya membuat adik atau anak tertarik belajar bahasa Inggris? Tenang! Kamu bisa coba 5 permainan ini untuk kembangkan kemampuan bahasa Inggrismu!

"Belajar yang efektif adalah belajar yang dilakukan sambil bermain," begitulah kata salah seorang guru saya di SMP dulu. Saya sempat bertanya-tanya, "Bagaimana bisa belajar sambil bermain? Belajar kan di kelas, sedangkan bermain kan di luar kelas?" Namun setelah saya tumbuh dewasa, saya baru sadar bahwa apa yang dikatakan guru saya tersebut benar adanya. 

Bermain disini bukan berarti hanya bersenang-senang tanpa arah tujuan yang jelas, melainkan dengan tujuan tertentu, yaitu memudahkan setiap dari kita untuk menyerap pembelajaran dengan kemasan yang asyik dan menyenangkan. Justru biasanya kita akan belajar suatu hal yang baru dengan lebih cepat dan efektif! Nah, dalam belajar bahasa Inggris pun berlaku hal yang sama.  

Belajar bahasa Inggris juga harus menyenangkan, setuju? ^.^ Dari url ini, saya akan bagikan setidaknya 5 permainan yang bisa kamu terapkan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggrismu. Here we go!

1. Two Truths and A Lie

Permainan ini dimainkan oleh dua orang atau lebih. Ambillah secarik kertas dan tuliskanlah tiga hal tentang diri kamu. Dua dari hal tersebut adalah fakta atau kejujuran sedangkan satu sisanya adalah kebohongan. Misalnya: 1) "I love animals so that I have a cute pet.", 2) "I can play guitar well.", dan 3) "I have already been in London once in my life." Nah, bacakan ketiga hal tersebut pada pemain lain (atau grup), kemudian mintalah mereka untuk menebak mana yang merupakan kebohongan. Peserta lain diijinkan untuk mengajukan pertanyaan kepada kamu untuk memudahkan mereka mengidentifikasi kebohongan yang sudah kamu tuliskan. Jadi, siapkan dirimu untuk menjawab pertanyaan yaa! ^.^

2. Last Letters

Tujuan dari permainan ini adalah untuk mempertajam pengetahuan kosakata yang kamu miliki dengan cara membuat daftar kosakata berdasarkan kategori tertentu. Pertama-tama, kamu harus membuat kesepakatan dengan lawan bermainmu tentang kategori yang akan kamu pilih, misalnya 'Food', 'Animal', 'Fruit', 'Country', dan lain sebagainya. Setelah menentukan kategori tersebut, katakan saja kita menggunakan kategori 'Animal', maka kamu bisa mulai meneybutkan satu kata yang ada di dalam kategori 'Animal', seperti 'CAT' contohnya. Nah, selanjutnya, orang kedua harus mengucapkan kata, dalam kategori yang sama, dengan menggunakan huruf terakhir (Last Letter) dari orang pertama yaitu 'T' dari kata 'CAT' sebagai huruf pertamanya. Jadi, ia bisa mengatakan 'TURTLE'. Orang selanjutnya mulai dengan huruf 'E' - huruf terakhir dari 'TURTLE'. Jadi ia bisa mengatakan 'EAGLE', dan seterusnya. Disadari atau tidak, permainan ini akan semakin mempertajam penguasaan vocabulary kamu, loh!

3. Hangman

Serupa dengan permainan sebelumnya, Last Letters, permainan Hangman ini terbukti menjadi salah satu cara efektif untuk belajar kosakata baru. Begini cara bermainnya: Pikirkan satu kata dan gambar garis-garis sejumlah kata yang kamu pikirkan tadi. Misalnya kamu berpikir tentang kata "potato", maka kamu hanya perlu menuliskan "_ _ _ _ _ _" dalam selembar kertas ataupun media tulis lainnya. Rekan bermain kamu harus menebak kata yang kamu pikirkan dengan menyebutkan huruf per huruf. Jika mereka menebaknya dengan benar, maka tuliskanlah huruf yang mereka tebak dalam garis yang tadi sudah kita buat. Sebaliknya, jika mereka salah menebak, mulailah menggambar bagian-bagian dari Hangman (sebuah tiang gantung dengan seorang stickman) seperti gambar di bawah ini. Nah, jika lawan bermain kamu mampu menebak semua huruf sebelum kamu selesai menggambar Hangman, maka ia adalah pemenangnya. Namun jika kamu selesai membuat Hangman dalam keadaan belum semua huruf terbuka, kamulah pemenangnya. Asyik, kan?

Nah, sejauh ini, itulah tiga permainan sederhana yang bisa kamu lakukan untuk kembangkan kemampuan bahasa Inggrismu! Untuk dua permainan yang lainnya, kamu bisa klik DISINI sekarang juga. Anyway, pantau terus aditriasmara.com untuk mendapatkan update terbaru seputar info, pengetahuan, serta tips-tips bahasa Inggris praktis yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaa!

Jadi, apa kamu sudah siap mencoba permainan-permainan ini untuk kembangkan kemampuan bahasa Inggrismu? ^.^

Friday, December 4, 2015

#Trivia: MUST atau HAVE TO?


Ya, sebagian dari kamu mungkin sudah mengerti bahwasannya kata 'MUST' dan 'HAVE TO' mengandung artian yang serupa, bahkan bisa dikatakan sama, dalam bahasa Indonesia yaitu 'HARUS' atau 'PASTI'. Namun ternyata dalam penggunaannya, kedua memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Sudahkan kamu mengetahuinya?

Nah, dalam artikel ini saya akan membahasnya untuk kamu semua dengan referensi dari url ini.

----------------------------

Kita menggunakan kata 'MUST' untuk menunjukkan bahwa kita yakin akan sebuah kebenaran yang pasti. Kita meyakini hal tersebiut berdasarkan bukti-bukti atau alasan yang jelas. Perhatikan contoh berikut:

  • "There's no heating on. You MUST be freezing." ("Tidak ada penghangat yang menyala. Kamu PASTI merasa sangat kedinginan.")
  • "It MUST be nice to live in Florida." ("PASTI sangat menyenangkan untuk tinggal di Florida.")
  • "You MUST be worried that she is so late coming home." ("Kamu PASTI khawatir karena dia pulang terlambat.")

----------------------------

Kita juga menggunakan kata 'MUST' untuk menunjukkan keharusan yang sangat kuat. Saat kita menggunakan 'MUST', biasanya keadaan personal (internal) membuat keharusan tersebut penting. Coba simak contohnya dalam kalimat-kalimat di bawah ini:

  • "I MUST go to bed earlier." ("Saya harus tidur lebih awal.")
  • "You MUST come and visit Grandma this December." ("Kamu HARUS datang dan mengunjungi nenek bulan Desember ini.")
  • "I MUST say, I don't think you were nice to him." ("Saya HARUS katakan bahwa saya kira kamu tidak bersikap ramah padanya.")

----------------------------

Sama halnya dengan 'MUST', kata 'HAVE TO' juga mengindikasikan adanya sebuah keharusan yang kuat. Namun yang menjadi pembeda adalah bukannya keadaan personal (internal), melainkan faktor atau kondisi eksternal, yang membuat keharusan itu penting. Silahkan lihat dan pahami contoh penggunaannya berikut:

  • "I HAVE TO arrive at work at 9 sharp. My boss is very strict." ("Saya HARUS sampai di kantor tepat pukul 9. Pimpinan saya sangat tegas.")
  • "You HAVE TO pass the exam or the university will not accept you." ("Kamu HARUS lulus dari ujian tersebut, jika tidak maka perguruan tinggi itu tidak akan menerimamu.")
  • "Andi HAS TO send a written report to his teacher every Friday to boost his final score." ("Andi HARUS mengirimkan laporan tertulis pada gurunya setiap Jumat untuk meningkatkan nilai akhirnya.")


NB: Saat subjek kalimat kamu adalah He, She, atau It, maka kamu menggunakan 'HAS TO', bukan 'HAVE TO'. Sedangkan dalam British English, kita lebih sering menggunakan 'HAVE GOT TO' sebagai pengganti 'HAVE TO'.

Nah, begitu sedikit ulasan singkat tentang peggunaan kata 'MUST' dan 'HAVE TO' dalam bahasa Inggris yang lazim digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Saya berharap artikel ini bisa membantu teman-teman semua yaa. Terima kasih untuk pemiliki akun Facebook bernama 'Albheartfd' yang telah menanyakan masalah penggunaan 'MUST' dan 'HAVE TO' sehingga artikel ini saya buat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang lagi.  

bagi teman-teman pembaca yang memilik pertanyaan seputar dunia pembelajaran dan pendalaman ilmu bahasa Inggris, jangan ragu untuk menanyakannya langsung dengan meninggalkan komentar di blog ini atau bergabung ke klub belajar bahasa Inggris online DISINI. ^.^

Wednesday, December 2, 2015

Hadirkan "Hiu-Hiu Kecil" dalam Kehidupanmu


Konon diceritakan ada dua orang pengusaha pemiliki restaurant seafood yang ternama di pusat kota Jakarta, masing-masing bernama Pak Ahmad dan Pak Sabar. Kedua restaurant seafood tersebut bersaing menjadi yang terbaik dengan berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan kualitas makanan yang mereka sajikan serta selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya. 

Suatu hari ada seorang tamu dari Jepang yang sekaligus merupakan pengamat makanan, bernama Mr. Yamato, yang dengan sengaja mampir ke kedua restaurant tersebut. Setelah mencoba makanan dari masing-masing restaurant, Mr. Yamato menawarkan sebuah deal yang menarik bagi kedua pengusaha sukses tersebut. Ia menawarkan sebuah program kerjasama masing-masing kepada Pak Ahmad dan Pak Sabar.

"Makanan yang di sajikan di restaurant ini luar biasa. Namun, saya membayangkan apabila Anda mendatangkan ikan langsung dari Jepang dan mengolahnya dengan bumbu khas Indonesia, restaurant Anda saya jamin akan berkembang dengan pesat karena pelanggan akan terus berdatangan," kata Mr. Yamato saat menemui Pak Ahmad. Hal yang sama pun dikatakannya saat ia berbicara dengan Pak Sabar.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, Pak Ahmad dan Pak Sabar ternyata sama-sama menyetujui penawaran kerjasama tersebut. Mmm..persaingan mereka akan menjadi semakin menarik nampaknya.

Satu bulan kemudian, terhitung dari proses kesepakatan dengan Mr. Yamato, masing-masing dari Pak Ahmad dan Pak Sabar pun menerima paket ikan hidup langsung dari Jepang! Saat diolah, dengan cara dan bumbu yang serupa, ternyata ikan di restaurant milik Pak Sabar terasa lebih enak daripada miliki Pak Ahmad! Apa yang terjadi? Bumbu yang digunakan tak jauh berbeda, cara pengolahan ikan serupa, ikan-ikan yang dibeli pun dikirim dari tempat yang sama oleh orang yang sama, namun mengapa menjadi berbeda?

Ini rahasianya :)

Saat memesan ikan dari Mr. Yamato, Pak Ahmad hanya sekedar memesan ikan dengan jumlah yang ia inginkan tanpa memberikan pesan-pesan tertentu. Sedangkan, di sisi lain, Pak Sabar memberikan sebuah pesan khusus pada Mr. Yamato: "Mr. Yamato, saat Anda mengirimkan ikan-ikan terbaik Anda dari Jepang, tolong selipkan satu ikan hiu kecil di dalam akuarium yang akan Anda kirim." Ya, satu hiu kecil.

Keberadaan hiu kecil di dalam akuarium yang dikirim Mr. Yamato untuk Pak Sabar ternyata membuat ikan-ikan lain yang ada di dalamnya aktif bergerak, menghindari si hiu kecil tersebut. Ikan-ikan tersebut terus aktif, bergerak, tidak mau "kalah", apalagi menjadi santapan nikmat sang hiu.

Sedangkan ikan-ikan yang dikirim untuk Pak Ahmad merasa sangat nyaman berada di dalam akuarium dan cenderung tidak melakukan banyak "aktifitas" tertentu karena memang tidak ada sesuatu yang membuat mereka bergerak. Alhasil, saat ikan-ikan kiriman tersebut datang ke Indonesia, ikan-ikan milik Pak Sabar masih sangat FRESH jika dibandingkan dengan ikan-ikan kiriman untuk Pak Ahmad. 

,,,

"Begitulah hidup. Jika semua terasa begitu nyaman, kita tidak akan banyak berkembang, tidak akan banyak bertumbuh. Hiu-hiu kecil, tantangan-tantangan hidup yang ada dalam keseharian, jika disikapi dengan bijak keberanian yang tulus justru akan membuat kita semakin kuat, semakin tangguh, dan semakin tahan banting," kata salah satu seorang guru kehidupan yang saya miliki usai menceritakan kisah hiu kecil ini pada saya.

"Bukan kita harus keluar dari zona nyaman, namun perluas lah zona nyaman kita dengan sesuatu yang baru, yang menantang, maka kelak kita akan menjadi pribadi yang terus tumbuh dalam arah yang positif," katanya menambahkan.

Saat saya mengalami masalah, menghadapi tantangan hidup, saya selalu ingat kisah ini. Ingat petuah dari sang guru yang saat saya refleksikan ke dalam diri saya sendiri, saya akui benar adanya. Semoga cerita ini juga bisa menjadi pembelajaran positif untuk kita semuanya yaa! Ingat untuk bagikan artikel ini pada orang-orang yang kamu sayang!

Saya akan tutup dengan sebuah kutipan sederhana:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com