Adi Triasmara

Adi Triasmara

Monday, November 30, 2015

Ini Dia Bagaimana Adu Argumen Bisa Membantu Kita Belajar Speaking!


Saya yakin kamu cukup familiar dengan istilah "BERARGUMEN" atau kadang juga dikenal dengan istilah "Berdebat", benar begitu? ^.^

Perdebatan biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat, pola pikir, kesepahaman, dan lain sebagainya. Nah, sebagian orang memang menyukai argumentasi dimana ia gemar menyampaikan apa yang ada di dalam pikirannya jika ia melihat ada sesuatu yang berbeda dengan apa yang ia yakini dan mencoba melakukan persuasi terhadap orang lain agar mengikutinya. 

Namun tidak bisa kita pungkiri juga bahwa sebagian orang yang lain cenderung menghindari adanya adu argumentasi atau perdebatan dengan lawan bicaranya. Hal ini disebabkan karena mereka mencoba menghindari konflik yang terkadang muncul sebagai efek dari perdebatan tersebut.

Tapi sobat, cobalah saran saya: "Berargumen lah untuk belajar speaking lebih cepat!"

Ya, pembelajaran ini saya dapatkan dari salah satu partner kerja saya yang merupakan penutur bahasa Inggris asli asal Inggris. Hari Jumat yang lalu, 27 November 2015, kami berdua melakukan test speaking terhadap anak-anak murid kami di sekolah. Seperti biasa, partner kerja saya - sebut saja Mr. E - lah yang memulai pembicaraan dengan para murid untuk kemudian mereka tanggapi.

Dalam prosesnya, saya perhatikan, ia selalu mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang sedikit kontroversial alias debatable, seperti misalnya, "You eat chocolate for breakfast? Ouch, chocolate is not healthy and it tastes horrible." atau "You go to school by bike without using helmet? Your hair looks bad, really messy." Dan beberapa kalimat kontroversial lain yang ia lontarkan.

Mendengar pernyataan-pernyataan tersebut, saya sempat mengernyitkan dahi, dan akhirnya saya sempatkan diri untuk bertanya padanya, "Why do you say that kind of words? That may hurt." 

Dan dia pun menjawab, "No, I never mean to heart anyone. I just use something debatable to make them disagree with me, argue, and finally they SPEAK to defend themselves. Indirectly, I just encourage them to speak more. If I say things that are "true", they will just say "yes". That's all. But if I say something a bit controversial, they may end up making long arguments, which make them speak even longer and they will develop their English even faster."

Intinya seperti ini: Dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan kontroversial atau debatable tersebut, Mr. E berharap bahwa para siswa akan tidak setuju dengan apa yang baru saja ia sampaikan. Dengan kata lain, para siswa tersebut akan mencoba mengeluarkan pendapatnya, mereka akan membuat argumen, mempertahankan apa yang ia yakini, dan akhirnya mereka akan berbicara dengan bahasa Inggris dalam waktu yang lebih lama dan secara tidak langsung mereka mampu mengembangkan skill bahasa Inggis mereka, khususnya speaking, dengan lebih cepat.

So, sobat pembaca sekalian, ternyata ada lagi sebuah sisi baik dari berargumen, dalam kasus ini adalah untuk mengembangkan kemampuan speaking kamu dengan lebih cepat dan efektif. Saran saya, mulai sekarang, cobalah temukan seorang partner atau buatlah kelompok belajar yang memiliki visi yang sama dengan kamu yaitu mengembangkan kemampuan speaking. Kemudian coba bicarakan bersama sesuatu yang kontroversial dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Saya yakin, you'll find yourselves speaking even longer! 

Jika artikel ini bermanfaat buat kamu, klik tombol SHARE dan bagikan pada teman-teman kamu yang lain yaa! ^.^

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com