Adi Triasmara

Adi Triasmara

Sunday, October 11, 2015

Perbedaan Ekstrovert dan Introvert


Artikel ini membahas mengenai Perbedaan Ekstrovert dan Introvert. Yuk cari tahu!

"Banyak anggapan yang mengatakan bahwa seorang ekstrovert adalah seorang yang memiliki kepribadian yang seru, mudah bergaul, blak-blakan sedangkan seorang introvert adalah mereka yang diam, pemalu, tertutup, bahkan anti sosial. Well, benarkah demikian?" 

Hallo, sahabat pembaca sekalian! Bagaimana kabar kamu hari ini? Semoga baik-baik saja yaa ^.^

Sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dulu, saya sering dicap sebagai seorang anak yang “aneh” dan “gak gaul” karena memang pada kenyataannya saya cukup jarang memenuhi ajakan teman-teman saya untuk sekedar hangout dan nongkrong bersama, walaupun sesekali saya tetap memenuhi ajakan tersebut pastinya. Hehe..

Entah mengapa saya malah kadang berpikir dalam hati, “tu anak-anak kerjaannya nongkrong-nongkrong terus sih, ga ada kerjaan lain kah?” *hehe..maaf ya gaes* 

Saya yang sewaktu kuliah dulu juga dikenal dengan mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang), akhirnya mencoba mencari jawaban tentang sebuah fenomena sosial sederhana ini dimana ada sebagian orang yang memang hobi nongkrong, berkehidupan sosial dengan orang banyak, sedangkan beberapa orang yang lainnya memilih untuk terkadang terlihat begitu menikmati kehidupannya sendiri.

Akhirnya, saya agak lupa bagaimana asal muasalnya, saya dikenalkan dengan konsep Ekstrovert dan Introvert, sebuah bagian dalam kepribadian manusia, yang kali ini ingin saya bagikan pada kamu semuanya melalui artikel ini. Are you ready?

Sederhananya, manusia saya ingin sejenak membandingkan manusia dengan handphone. Sama halnya seperti handphone yang memiliki battery yang butuh dicharge, manusia juga memiliki energi yang harus terus “dicharge”. 
Secara umum, daya atau energi seorang INTROVERT akan cepat habis jika ia berada di situasi yang melibatkan banyak orang. Dia kerap terlihat bingung, kikuk, merasa aneh dan tidak nyaman saat berada di tengah banyak orang yang juga mungkin tidak begitu ia kenal. Bukan karena ia malu, no. Hanya karena memang sifat Introvert yang cenderung fokus dengan dunianya sendiri.

Bagaimana jika daya atau energi introvert sudah habis? Ia akan merecharge dirinya dengan meluangkan waktu sendirian atau mengobrol hanya dengan beberapa teman dekatnya saja.

Sebaliknya seorang EKSTROVERT, jika ia dibiarkan dalam keadaan sendiri dan sepi, energi yang dimilikinya akan segera habis. Dia akan “mati kutu” alias “garing” saat dibiarkan dalam keadaan sepi, tanpa ada seorang teman yang diajak bicara. Untuk merecharge energi dan daya kehidupannya, ekstrovert akan meluangkan waktu untuk berkumpul dengan banyak teman. Ya, hal ini dikarenakan seorang ekstrovert cenderung memiliki sifat terbuka terhadap dunia luar.

Ekstrovert biasa meluangkan perasaannya secara langsung, sedikit berbeda dengan Introvert yang cenderung lebih suka menulis baik itu via diary atau blog, seperti apa yang saya lakukan saat ini. Hehe..


Itulah sedikit pembahasan saya mengenai perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert. Seorang ekstrovert menyukai dunia eksternal dan mendapatkan banyak energi dari sana sedangkan seorang introvert lebih sering menggunakan dunia internalnya untuk me-recharge energi yang ia miliki.

Nantikan kelanjutan dari artikel ini yang akan membahas mengenai MITOS yang beredar di masyarakat mengenai kepribadian ekstrovert dan introvert. Stay tuned! ^.^

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com