Adi Triasmara

Adi Triasmara

Monday, October 12, 2015

Mitos Mengenai Ekstrovert dan Introvert

Selamat datang kembali, shabat pembaca sekalian! Apa kamu sudah membaca artikel saya tentang Perbedaan Ekstrovert dan Introvert ? Jika belum, silahkan klik DISINI untuk membaca artikel tersebut terlebih dahulu sebelum membaca artikel ini ^.^

Nah, ketika bicara mengenai konsep Ekstrovert dan Introvert, ada juga beberapa mitos atau anggapan yang sekiranya kurang tepat tentang kedua konsep tersebut. Diantaranya sebagai berikut seperti yang pernah dibahas oleh @PsikologID:

a) Introvert itu Pemalu

Seperti yang sudah saya singgung diatas, pribadi introvert bukan berarti pribadi yang pemalu. Tentu ada sebagian introvert yang pemalu, namun sama halnya dengan ekstrovert. Sebagian dari mereka juga pribadi yang pemalu. Introvert dianggap pemalu karena karakteristik sifatnya yang memang cenderung berpikir terlebih dahulu sebelum bersuara dan juga mengolah informasi secara mendalam terlebih dahulu secara pribadi. Bebeda dengan sifat ekstrovert yang cenderung spontan saat menyampaikan opini atau pendapatnya.

b) Ekstrovert bukan Pendengar yang Baik

Kecenderungannya untuk spontan dan juga “doyan” bicara, seorang ekstrovert dianggap bukan pendengar yang baik. Kenyataannya? Tentu tidak demikian. Ekstrovert memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain dan biasanya saat ada seseorang yang curhat padanya, ia tidak segan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang terbuka atau blak-blakan sehingga masalah yang dialami temannya tersebut dapat diselesaikan dengan suasana yang lebih hidup dan “gak garing”.

c) Ekstrovert lebih Bahagia dari Introvert

Nah, mitos ini lebih kacau lagi nih. Hehe.. Sederhananya seperti ini. Introvert dan ekstrovert memiliki caranya masing-masing dalam menemukan kebahagiaannya. Seorang introvert merasa begitu damai dan bahagia dengan dunia internal yang dimilikinya. Di sisi lain, ekstrovert merasa “lebih hidup” saat ia terhubung dengan banyak orang secara langsung. Sayangnya, sifat cenderung diam yang dimiliki introvert dianggap kebanyakan orang sebagai sebuah simbol keprihatinan. Gak gitu juga kali..hehe.. ^.^  

d) Ekstrovert tidak Suka Suasana Tenang

Setiap orang di dunia ini, menurut saya pribadi dan saya cukup yakin dengan hal ini, membutuhkan yang namanya “ME TIME” – sebuah moment atau waktu yang memang didedikasikan untuk me-refresh tubuh, mood, dan semangat seseorang. Me time sering dikaitkan dengan kehidupan introvert yang memang pada dasarnya lebih menyukai dunia internal. Namun bukan berarti seoang ekstrovert tidak menyukai suasana tenang dalam “me time”. Hanya saja, dosis me time yang dimiliki oleh seorang introvert tidak sebanyak waktu yang dimiliki oleh introvert.

Sekali lagi saya coba garis bawahi bahwa tidak ada yang lebih baik, antara menjadi ekstrovert dan introvert. Keduanya hanyalah bagian dari kepribadian seseorang yang menjadi sebuah identitas diri yang dapat ditangkap secara tidak langsung oleh orang lain. Tidak ada seseorang yang 100% introvert atau 100% ekstrovert. Pada dasarnya, setiap individu, saya dan juga Anda, memiliki kombinasi keduanya di dalam diri. Meski demikian, ada satu sisi kepribadian yang biasanya lebih dominan atau menonjol daripada kepribadian yang lainnya.

Jadi, jika dilihat dari penjelasan mengenai perbedaan ekstrovert dan introvert di atas, kepribadian mana yang lebih dominan dalam diri Anda? ^.^

0 komentar:

Post a Comment

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com