Adi Triasmara

Adi Triasmara

Trainer Bahasa Inggris

Adi Triasmara kerap memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk pelajar serta mahasiswa. BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta dan FSI - FISIP Universitas Indonesia pernah memakai jasanya.

Trainer Public Speaking

Adi Triasmara juga merupakan trainer public speaking yang fokus dalam teknik desain slide presentasi yang memukau. Ia juga merupakan salah satu kontributor utama dalam portal pembelajaran public speaking - www.TeknikPublicSpeaking.com.

Penulis Buku Pengembangan Diri

Bersama dengan 8 anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia dan penulis buku best-seller "Studentpreneur Guidebook" - Arry Rahmawan, Adi Triasmara menuliskan sebuah buku pengembangan diri "Sekeping Cinta".

Anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia

Adi Triasmara merupakan anggota aktif dari komunitas trainer muda terbesar di Indonesia: LTMI (Lingkar Trainer Muda Indonesia). LTMI juga merupakan bagian dari CerdasMulia Institute - cerdasmulia.net.

Guru Bahasa Inggris Professional

Selain aktif menulis dan memberikan pelatihan bahasa Inggris dan public speaking, Adi Triasmara juga merupakan seorang guru bahasa Inggris professional di salah satu sekolah swasta di Bintaro, Tangerang Selatan.

Wednesday, October 28, 2015

Sudah Coba Cara-Cara Ini Untuk Kembangkan Kemampuan Speaking? (Part 2 - Finished)


Jadi, apa kamu sudah mencoba cara-cara yang saya tulis di bagian pertama artikel berseri ini tentang cara-cara untuk kembangkan kemampuan speaking? Kalau kamu belum sempat membacanya, langsung saja baca DISINI, praktikan cara-cara tersebut, dan bagikan pengalaman kamu pada saya dengan memberi komentar pada artikel ini yaa. Saya tunggu! ^.^

Anyway, dalam artikel ini saya akan membagikan lima cara lainnya sebagai tambahan dari lima cara sebelumnya yang saya harap akan memperkaya pengetahuan sekaligus mempercepat pembelajaran kamu semua. Are you readyyyyy? Here we go!

6. Perkuat Input Listening

Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan speaking adalah semakin banyak melihat dan mendengarkan orang lain berbicara bahasa Inggris. Bagaimana bisa kita berbicara jika kita melihat contoh (modelling)? Coba perhatikan frasa kalimat apa yang biasa orang lain gunakan, bagaimana gesture yang ia gunakan, bagaimana satu sama lain saling merespon dengan intonasi yang baik, dan lain sebagainya. Semakin kuat input yang kamu miliki, kamu akan semakin percaya diri untuk berbicara aktif. 

7. Rekam Apa yang Kamu Bicarakan

Ini yang saya biasa lakukan ketika belajar speaking. Coba lakukan monolog dan rekam suara kamu dengan menggunakan alat perekam atau handphone yang kamu punya. Setelah itu, dengarkan suara kamu. Saran saya, jangan sibuk mencari kekurangan yang kamu miliki. Tak usah khawatir jika memang kamu tidak terdengar layaknya seorang native speaker. Point utama yang harus kamu perhatikan adalah apakah kalimat, frasa, atau kalimat yang kamu ucapkan JELAS.  

8. Jangan Bicara Terlalu Cepat

Kamu akan cenderung berbicara dengan lebih cepat ketika kamu merasa gugup atau malu, seolah segera ingin mengakhiri apa yang sedang kamu bicarakan. Wajar saja jika kamu merasa khawatir, tidak nyaman, atau malu, terutama saat berbicara di lingkungan baru dengan orang yang baru pula. Namun cobalah untuk bicara dengan volume dan speed yang normal sehingga lawan bicara kamu akan mengerti dengan jelas apa yang kamu bicarakan.

9. Minta Feedback Orang Lain

Kalau kamu ingin mengetahui perkembangan skill kamu dalam berbicara bahasa Inggris, jangan pernah malu untuk meminta feedback dari mereka yang memang sudah berpengalaman dan memiliki kemampuan speaking yang berada di atas kita. Jika perlu, kamu juga bisa meminta feedback langsung dari native speakers of English, namun mereka akan sangat jarang memberi komentar mengenai grammar yang kamu buat. Mereka biasanya fokus pada vocab yang kamu gunakan serta pronunciation.

10. "Fiiiiiight, bro!"

Cara terakhir untuk kembangkan kemampuan speaking kamu adalah dengan cara: FIIIIIIGHT! Hehehe.. Bukan lebay, tapi inilah kunci dasarnya. Tanamkan jiwa pembelajar dan pantang menyerah saat belajar. Kamu bakal nemu orang-orang yang berusaha menjatuhkan mental kamu dengan mungkin menyoroti kesalahan yang kamu buat. Namun yakinlah bahwa semakin sering kamu salah, kamu akan semakin sering mendapat bahan perbaikan. Semakin kamu memperbaiki diri, akan semakin berkembang juga kemampuan speaking kamu ^.^

So, itulah 10 cara yang bisa kamu gunakan untuk mengembangkan kemampuan speaking kamu. Jika kamu ketinggalan seri pertama dari artikel ini, langsung saja klik DISINI untuk membacanya dengan semangat. Silahkan coba dan benar-benar praktikkan ke-10 cara ini dan bagikan pada saya perkembangan yang sudah kamu buat dengan berkomentar dalam artikel ini! Akan sangat bahagia jika dengan cara-cara ini kamu merasa sangat terbantu.

Tuesday, October 27, 2015

Sudah Coba Cara-Cara Ini Untuk Kembangkan Kemampuan Speaking? (Part 1)

Sederhananya, ada banyak cara yang bisa lakukan untuk kembangkan kemampuan speaking bahasa Inggris. Kamu hanya tinggal pilih cara mana yang memang sesuai dengan gaya belajar dan kemampuan dasar kamu. 

Banyak yang mengatakan bahwa belajar speaking itu stressful abis, bikin takut, frustasi, dan lain sebagainya. Padahal mungkin sebenarnya mereka hanya tidak tahu bagaimana cara yang efektif untuk mengembangkan kemampuan speaking mereka.

Nah, berikut saya tuliskan 10 cara yang bisa kamu coba untuk mengembangkan kemampuan speaking yang kamu punya:

1. Belajar Secara Bertahap

Pelajari frasa kalimat sederhana dan pelajari bagaimana mengucapkannya dengan benar. Mulailah dengan frasa keseharian yang sederhana seperti misalnya, "Hi. How are you?", "Excuse me, can I use this chair?", "I'd like to have a cup of coffee, please." Kalau kamu sudah mulai percaya diri dengan frasa kalimat sederhana tersebut, tingkatkan latihan ke frasa kalimat yang lebih menantang.

2. Jangan Bicara Terlalu Banyak

Dalam beberapa situasi tertentu seperti misalnya berbelanja, bepergian, atau percakapan telepon, kadang kita tidak perlu membicarakan terlalu banyak hal. Tahan dirimu untuk tidak berbicara banyak dalam situasi-situasi yang tidak menuntut kamu untuk bicara banyak. Hal ini akan melatih kamu untuk mengutamakan point-point penting dalam menyampaikan sebuah pesan dalam percakapan.   

3. Ingat: "Practice Makes Perfect"

Bisa jadi ini adalah cara terpenting: Teruslah berlatih! Saya pribadi percaya bahwa ungkapan "Practice makes perfect" bukan hanya sekedar ungkapan kosong tanpa artian apapun. Kenyataannya, ketika sering berlatih, bahasa Inggris aktif (speaking) kamu akan terdengar natural. 

4. Biarkanlah Sederhana

Kamu tidak membutuhkan struktur kalimat rumit dan grammar yang 100% sempurna untuk mulai berbicara bahasa Inggris, kok. Jika kalimat yang kamu gunakan sederhana dan efektif, kamu akan membuat lebih sedikit kesalahan dan juga sekaligus membuat lawan bicara kamu mudah mengerti apa yang kamu bicarakan.  

5. Gunakan Semua Cara 

Ketika kamu ingin mengkomunikasikan pesan dalam berbicara, gunakan segala cara yang kamu bisa untuk mendukung dan memperkuat penyampaian pesanmu. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan gesture. Misal, di dalam kereta kamu bisa menggunakan kalimat "It feels hot here, can I open the ..." sembari menunjuk ke arah jendela sebagai alternatif dalam mengingat kata "window".

Sederhananya, itulah ke lima cara awal yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan kemampuan speaking yang kamu miliki. Saya akan memposting ke lima cara lain yang sudah saya janjikan pada kamu semua dalam artikel berikutnya. Stay tuned, guys! ^.^ 

Monday, October 19, 2015

Tips Gunakan Google Translate Dengan Optimal


Ini dia tips gunakan Google Translate dengan optimal!

Siapa yang tak kenal Google? Saya yakin kamu dan saya sama-sama mengenal Google dengan baik yaa. Google jadi salah satu solusi paling handal di dunia internet untuk mencari informasi tentang berbagai hal, sampai kita mengenalnya dengan sebutan "Mbah Google" - karena kemampuannya yang mampu mengetahui segalanya layaknya seorang mbah-mbah (mungkin..hehehe). Anyway, ada banyak layanan yang ditawarkan Google mulai dari Google Web, Google Image, hingga Google Translate. 

Nah, mungkin kamu juga pernah mencoba mengoptimalkan salah satu fitur yang ditawarkan Google yaitu Google Translate. Benar begitu? Kalau saya pribadi, saya juga salah satu penggemar layanan terjemahan yang satu ini, loh ^.^

Masalahnya, menurut pengamatan pribadi saya, kadang ada banyak komentar miring mengenai Google Translate yang berkata:

Lakukan 7 Hal Sederhana Ini Untuk Hentikan Over-Thinking


Ternyata hanya dengan lakukan 7 hal sederhana ini kita bisa hentikan over-thinking! ^.^

Dilihat dari kenyataan atau realita yang ada, ada sebagian orang yang malas berpikir sedangkan yang lainnya malah cenderung suka berpikir dengan keras dan malah berlebihan, alias over-thinking. Menurut pembagian tersebut, termasuk golongan manakah kamu? Yang malas berpikir, atau yang suka over-thinking? Hehehe.. 

Tentu saya tidak akan bicara mengenai perbandingan keduanya karena masing-masing golongan tersebut memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing. 

Namun, dalam artikel ini, saya ingin berbagi, membantu diri saya dan juga mungkin kamu yang suka over-thinking (Baca: orang-orang yang suka cemas dengan hal-hal yang ia pikirkan, khawatir dengan ketakutan-ketakutan semu yang mereka buat sendiri, dan maybe mereka yang biasanya terlalu mencari dan memikirkan kekurangan yang mereka sudah lakukan) untuk keluar dari permasalahan over-thinking yang kerap membebani hidupmu.

So, jika kamu cenderung bersikap over-thinking, coba lakukan 7 hal sederhana ini untuk hentikan over-thinking

1. Jangan Tunggu Kesempurnaan

Perfection alias kesempurnaan adalah salah satu hal yang sangat lekat dengan seorang over-thinker. Udah ah, yuk jangan cari kesempurnaan pada apa yang kita kerjakan. Jika kita menunggu semua hal untuk sempurna terlebih dahulu, ujung-ujung nya malah kita tidak akan melakukan apapun. Membuat kemajuan atau progress jauh lebih baik kok daripada mencari kesempurnaan. 

2. Gak Usah Kebanyakan Teori

Saya yakin kamu pasti pernah sesekali mendengar slogan dari salah satu brand olehraga ternama yang satu ini: JUST DO IT! Ya, lakukanlah saja! Yang terkadang membuat seorang over-thinker begitu mudah stress adlah karena ia cemas dan khawatir apa yang ingin ia lakukan tak seuai dengan teori yang pernah ia ketahui sebelumnya. Just do it! Eits, tapi bukan berarti teori tuh ga penting loh ya. ^.^  

3. Miliki Seorang Mentor

Milikilah seorang mentor, guru, atau sahabat karib yang supportive. Kebanyakan over-thinker gemar memikirkan permasalahannya sendiri mencoba mencari jalan keluar yang bahkan tidak ia ketahui secerca titik harap atau jalan keluar dari permsalahan tersebut. Berbagilah dengan seorang mentor yang memang kamu percaya dan minta pendapat darinya tentang apa yang sedang kamu rasakan. Bahkan hanya dengan membagikan apa yang kamu rasakan, kamu akan merasa sedikit terbantu, loh.

4. Jaga Motivasimu

Penuhi pikiranmu dengan hal-hal yang bersifat positif. Hindari atau paling tidak kurangi porsi menyimak atau mengumpulkan dan membicarakan hal-hal negatif seperti misalnya gosip, kebencian, dan lain sebagainya. Dengan mensuplai otak kita dengan hal-hal positif, kita terus bisa menjaga motivasi yang kita miliki, which is obviously good. 

5. Tenangkan Dirimu

Tarik napas dalam, hembuskan. Tarik napas dalam-dalam, hembuskan. Lakukan sekali lagi, tarik napas dalam-dalam, hembuskan. Bahkan dengan melakukan hal sesederhana itu, kamu secara tidak sadar telah membuat tubuh dan pikiranmu sedikit rileks, betul? Luangkanlah waktu dalam satu hari untuk benar-benar menenangkan diri, dengan mendengarkan musik, bermeditasi, atau apapun yang bisa membuat tubuh dan pikiranmu tenang.

6. Serahkan Pada Tuhan

Mungkin akan terdengar begitu religius, namun percayalah bahwa menyerahkan semuanya pada Tuhan (setelah kita melakukan yang terbaik, benar-benar terbaik) sangat membantu kita untuk menghentikan over-thinking. Percaya bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur adalah salah satu cara termudah untuk menyerahkan pada Tuhan. Berserah bukan berarti pasrah yaa. Do the best and let God do the rest.

7. Maafkan Dirimu Sendiri

Jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan, keep smiling and just forgive yourself. Memaafkan diri sendiri adalah cara terbaik untuk berdamai dengan jiwa yang kamu miliki. Sebaliknya, kalau kamu terus mengutuk, menyalahkan, dan menyudutkan dirimu atas hasil yang kamu capai, kamu akan terus dihantui perasaan cemas. Kembali ingat point pertama, "Progress is way momre important than perfection."


Itulah dia 7 hal sederhana yang bisa kamu lakukan untuk hentikan over-thinking. Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk SHARE ke keluarga, rekan kerja, atau sahabat kamu yaa. So, bagaimana? Berani coba hentikan over-thinking? ^.^

Friday, October 16, 2015

#Infographic: Perbedaan US dan UK Spelling


Seperti yang pernah saya bahas di artikel mengenai beberapa perbedaan mendasar dalam American dan British English DISINI, ada salah satu unsur yang jelas membedakan AmE (American English) dan BrE (British English), yaitu SPELLING.

Coba kamu perhatikan infografis (dari Grammar.net) yang menunjukkan perbedaan spelling American English dan British English berikut: 


Dari infografis tersebut kita bisa belajar bahwa:

  • Kata-kata yang berakhiran -ed dalam AmE biasa dieja dengan bunyi yang sama yaitu -ed. Di sisi lain, kata-kata berakhiran -ed biasa dieja dengan bunyi akhir -t dalam BrE.

  • AmE cenderung menggunakan ejaan -er dalam kalimat seperti "theatER" atau "centER", sedangkan BrE menggunakan ejaan akhir -re. Contoh: "theatRE" atau "centRE".

  • Dalam BrE kamu akan cukup sering menemukan kombinasi "OU" di tengah kata, seperti "glamOUr" dan ending "UE" dalam kata "dialogUE" contohnya.

  • Dalam beberapa kata, BrE akan menggunakan "LL" dalam pengejaanya. Contoh: TraveLLer (BrE) dan TraveLer (AmE).

  • Akhiran -ize digunakan dalam ejaan AmE sedangkan BrE menggunakan ejaan -ise. Organize (AmE) vs Organise (BrE).

  • Bristish English mendapatkan pengaruh ejaan Prancis yang cukup kuat. Misalkan, penambahan huruf "E" dalam beberapa kata yang mirip dengan ejaan Prancis. Contohnya ada dalam kata "chequE"
* * * 

Semoga artikel ini menambah wawasan kamu yaa! Anyway, kalau kamu ada pertanyaan, langsung tulis saja di kolom komentar yaa!

Silahkan SHARE informasi ini jika bermanfaat untuk kamu! ^.^  


Wednesday, October 14, 2015

Sudahkah Jadikan Bahasa Inggris Bagian Hidupmu?


Ternyata ada beberapa cara sederhana yang bisa menunjukkan pada kamu bagaimana menjadikan bahasa Inggris bagian dari  hidupmu ^.^

Keseharian saya berada di sebuah sekolah semi-internasional membuat saya bahagia sekaligus bertanya-tanya. Why? Ya, di satu sisi jelas saya merasa bahagia karena bisa memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara Indonesia melalui jalur pendidikan dengan mengajar bahasa Inggris di sekolah yang berkualitas. Di sisi lain, ada beberapa hal yang membuat saya bertanya-tanya, salah satunya adalah bagaimana anak-anak berusia muda belia yang lebih sering kita, orang dewasa, panggil mereka dengan sebutan “anak-anak” mampu menggunakan bahasa Inggris dengan sangat fasih? 

Saya selalu ingat bahwa pertama kali dikenalkan dengan bahasa Inggris adalah ketika saya berada di kelas 4 SD. Pada saat itu saya dan anak-anak lainnya mulai menghapal warna dan angka dalam bahasa Inggris serta benda-benda di sekitar seperti misalnya chair, table, whiteboard, dan lain sebagainya. Terdengar “cupu” pastinya jika saya membandingkan dengan anak-anak modern masa kini yang tinggal tinggal di kota-kota besar, yang meski mereka masih duduk di bangku sekolah kelas 4 SD namun bahasa Inggris nya sudah jago. Behhhh..pedih rasanya jika harus membandingkan >,< 

Tapi hal itu ‘gak membuat saya berkecil hati, justru malah membuat saya kepo. Well, ternyata kunci nya hanya ada satu! 

Monday, October 12, 2015

Mitos Mengenai Ekstrovert dan Introvert

Selamat datang kembali, shabat pembaca sekalian! Apa kamu sudah membaca artikel saya tentang Perbedaan Ekstrovert dan Introvert ? Jika belum, silahkan klik DISINI untuk membaca artikel tersebut terlebih dahulu sebelum membaca artikel ini ^.^

Nah, ketika bicara mengenai konsep Ekstrovert dan Introvert, ada juga beberapa mitos atau anggapan yang sekiranya kurang tepat tentang kedua konsep tersebut. Diantaranya sebagai berikut seperti yang pernah dibahas oleh @PsikologID:

Sunday, October 11, 2015

Perbedaan Ekstrovert dan Introvert


Artikel ini membahas mengenai Perbedaan Ekstrovert dan Introvert. Yuk cari tahu!

"Banyak anggapan yang mengatakan bahwa seorang ekstrovert adalah seorang yang memiliki kepribadian yang seru, mudah bergaul, blak-blakan sedangkan seorang introvert adalah mereka yang diam, pemalu, tertutup, bahkan anti sosial. Well, benarkah demikian?" 

Hallo, sahabat pembaca sekalian! Bagaimana kabar kamu hari ini? Semoga baik-baik saja yaa ^.^

Sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah dulu, saya sering dicap sebagai seorang anak yang “aneh” dan “gak gaul” karena memang pada kenyataannya saya cukup jarang memenuhi ajakan teman-teman saya untuk sekedar hangout dan nongkrong bersama, walaupun sesekali saya tetap memenuhi ajakan tersebut pastinya. Hehe..

Entah mengapa saya malah kadang berpikir dalam hati, “tu anak-anak kerjaannya nongkrong-nongkrong terus sih, ga ada kerjaan lain kah?” *hehe..maaf ya gaes* 

Saya yang sewaktu kuliah dulu juga dikenal dengan mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang), akhirnya mencoba mencari jawaban tentang sebuah fenomena sosial sederhana ini dimana ada sebagian orang yang memang hobi nongkrong, berkehidupan sosial dengan orang banyak, sedangkan beberapa orang yang lainnya memilih untuk terkadang terlihat begitu menikmati kehidupannya sendiri.

Akhirnya, saya agak lupa bagaimana asal muasalnya, saya dikenalkan dengan konsep Ekstrovert dan Introvert, sebuah bagian dalam kepribadian manusia, yang kali ini ingin saya bagikan pada kamu semuanya melalui artikel ini. Are you ready?

Monday, October 5, 2015

#Trivia: THIS atau THESE?


THIS dan THESE. Kedua kata ini pengucapannya memang hampir serupa. Namun tahukah kamu jika keduanya selain cara menuliskannya berbeda, artinya juga berbeda? ^.^

THIS dalam penggunaannya di bahasa Inggris mengindikasikan sebuah objek tunggal, dan berarti "INI". Contoh: "THIS is my Math book." yang berarti "INI adalah buku Matematika saya. 

Berbeda dengan "this", THESE mewakilkan objek plural atau jamak meskipun memiliki arti yang sama yaitu "INI" di dalam bahasa Indonesia. kamu bisa lihat contoh penggunaannya dalam kalimat berikut: "THESE books belong to Andy, my classmate." Kalimat ini berarti: "Buku-buku INI adalah milik teman satu kelas saya, Andy."

Melalui contoh tersebut kita bisa melihat jelas perbedaan penggunaan THIS dan THESE. Dalam contoh kalimat yang menggunakan kata THIS, buku yang dimaksud hanyalah SATU (tunggal), sedangkan kata THESE merepresentasikan BEBERAPA buku (jamak). 

Share if you like THIS (THESE) article!

Pakai yang mana? This atau These? Ya, tepat sekali! Penggunaan yang tepat untuk kalimat di atas adalah THIS, karena hanya ada SATU artikel. So, it's easy, right? ^.^

Saturday, October 3, 2015

Inilah Alasan Mengapa Kamu Takut Public Speaking


Banyak orang yang merasa bahwa berbicara di depan umum atau melakukan kegitan public speaking adalah sebuah kegiatan yang menakutkan. “Ah, jangan gue ah bro yang ngomong. Lu aja.” Tapi saya percaya sebagian orang yang lainnya justru malah menunggu-nunggu kesempatan tampil di depan public. Nah, kamu termasuk ke dalam orang yang takut atau malah antusias dengan public speaking?

Kalau kamy coba mencari di Google dengan kata kunci “Takut Public Speaking”, maka akan muncul begitu banyak referensi artikel yang membahas tentang tips ampuh atau cara cepat hilangkan ketakutan public speaking, dan lain sebagainya. Kamu bisa coba sekarang jika kamu tidak percaya dengan apa yang saya katakan. Hehehe..

Nah, keadaan seperti ini membuat saya sedikit resah. Mengapa demikian? Yap. Karena menurut saya pribadi tips hindari ketakutan public speaking adalah OBAT eksternal atas ketakutan public speaking yang kamu miliki. Sedangkan yang harusnya orang ketahui terlebih dahulu adalah PENYEBAB ketakutan itu sendiri. Jika sejak awal kita sudah tau alasan atau penyebab ketakutan tersebut, tentu kita bisa memberantas ketakutan public speaking itu dari akar-akarnya sehingga tidak akan muncul ketakutan-ketakutan berikutnya. Make sense? ^.^

Berdasarkan pengalaman saya mempelajari dan juga melakukan aktifitas public speaking, pada dasarnya ada tiga alasan mengapa seseorang takut public speaking. Ketiga hal tersebut adalah: 1) tidak paham akan apa yang disampaikan, 2) tidak terbiasa di bicara di depan banyak orang, dan juga 3) pikiran negatif yang dimiliki seseorang yang secara tidak langsung menjatuhkan mentalnya sendiri. Berikut sedikit detil pembahasannya:

Thursday, October 1, 2015

Yang Mana Gaya Belajar Bahasa Inggris Kamu?


Ada setidaknya tiga gaya belajar bahasa Inggris yang bisa kamu pilih. Yang menjadi pertanyaan, manakah yang paling membuat kamu nyaman dalam meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bahasa Inggrismu?

Pada dasarnya mungkin kamu akan setuju dengan saya jika seseorang yang telah berhasil menemukan gaya belajar yang asyik, menyenangkan, dan juga efektif, akan mampu memaksimalkan segala potensi dan sumber daya belajar yang ia miliki sehingga ia bisa mempercepat proses penguasaan pengetahuan tertentu, termasuk bahasa Inggris. Banyak pakar yang mengatakan bahwa setidaknya ada tiga gaya belajar yang mungkin dimiliki oleh seseorang: Visual, Auditori, dan Kinestetik.

Sederhananya, orang-orang visual belajar melalui apa yang ia lihat, auditori berdasarkan pada apa yang ia dengar, sedangkan kinestetik belajar melalui apa yang mereka sentuh atau kerjakan. Berikut saya sedikit jelaskan ketiga point tersebut:
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com