Adi Triasmara

Adi Triasmara

Trainer Bahasa Inggris

Adi Triasmara kerap memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk pelajar serta mahasiswa. BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta dan FSI - FISIP Universitas Indonesia pernah memakai jasanya.

Trainer Public Speaking

Adi Triasmara juga merupakan trainer public speaking yang fokus dalam teknik desain slide presentasi yang memukau. Ia juga merupakan salah satu kontributor utama dalam portal pembelajaran public speaking - www.TeknikPublicSpeaking.com.

Penulis Buku Pengembangan Diri

Bersama dengan 8 anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia dan penulis buku best-seller "Studentpreneur Guidebook" - Arry Rahmawan, Adi Triasmara menuliskan sebuah buku pengembangan diri "Sekeping Cinta".

Anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia

Adi Triasmara merupakan anggota aktif dari komunitas trainer muda terbesar di Indonesia: LTMI (Lingkar Trainer Muda Indonesia). LTMI juga merupakan bagian dari CerdasMulia Institute - cerdasmulia.net.

Guru Bahasa Inggris Professional

Selain aktif menulis dan memberikan pelatihan bahasa Inggris dan public speaking, Adi Triasmara juga merupakan seorang guru bahasa Inggris professional di salah satu sekolah swasta di Bintaro, Tangerang Selatan.

Monday, September 28, 2015

Memulai Karir Setelah Kuliah (Part II - Finished)

Saya tahu mungkin kamu sudah tidak sabar membaca kelanjutan artikel tentang bagaimana memulai karir setelah kuliah. Benar demikian? ^.^

Pada seri pertama artikel ini, kita telah melihat sebuah contoh real bahwa sesuatu yang kita sukai pada dasarnya berpotensi menjadi sumber penghidupan bagi kita. Kita bisa sama-sama belajar dari seorang Kenny "KartuPos" Santana yang hidup dari hobi travelling dan blogging nya. Nah, seperti yang sudah saya sampaikan di seri pertama artikel ini bahwa saya masih memiliki dua tips lagi bagaimana memulai karir pasca kuliah, tentu tanpa perlu berlama-lama lagi saya akan membagikan kedua tips tersebut. Ini dia!

Memulai Karir Setelah Kuliah (Part 1)


Moment-moment wisuda pertanda kelulusan sarjana agaknya menjadi salah satu moment yang pada umumnya sangat dinantikan oleh para pemuda di Indonesia, bahkan mungkin di seluruh dunia. Kamu setuju?

Menarik bahwa pelaksanaan wisuda juga menjadi sebuah simbol transisi kehidupan seseorang, dari seseorang yang biasanya mendapatkan full support dari orang tua - dalam masalah dana biasanya, menjadi seseorang yang nantinya akan dituntut untuk benar-benar mandiri. Beruntung bagi mereka yang sejak masa kuliah, atau bahkan sekolah, telah berusaha untuk menjadi mandiri dalam berbagai hal termasuk mulai dari mengambil keputusan besar dalam hidupnya, hingga dalam hal finansial.

Tak jarang memang setelah lulus kuliah, seseorang langsung mendapatkan pekerjaan idaman nya atau memulai bisnis yang benar-benar ingin ia geluti. Namun disisi lain, tidak sedikit juga pemuda yang bahkan berpikir mau jadi apa, mau kerja apa, atau mau usaha apa saja masih susah. Kelompok pemuda ini, termasuk saya dulu, memasuki fase kebimbangan yang menurut saya pribadi wajar. Mengapa demikian? Ya. Karena sebagian, entah besar atau kecil, mahasiswa memilih jurusan kuliah yang seadanya, yang tidak sesuai dengan panggilan jiwa nya. “Yang penting kuliah, dapet ijazah S1 bos. Habis itu tinggal ijab sah.” Hehehe..  

Nah buat kamu yang masih berada dalam masa kebimbangan tersebut, ijinkan saya berbagi bagaimana menyikapinya melalui artikel ini. Saya tentu bukan yang paling ahli, namun saya memperhatikan sebuah pola yang ada dan telah menerapkannya pada diri saya sendiri. Kalau kamu masih bingung mau melangkah kemana, cobalah mulai dengan 3 hal ini ...

Wednesday, September 23, 2015

Kata Bahasa Inggris yang Membingungkan (Part 1)


Sobat, pernahkah Anda menemukan beberapa kata bahasa Inggris yang membingungkan seperti misalnya Accept vs Except, atau Affect vs Effect? ^.^

Ya, pada dasarnya memang ada beberapa kata dalam bahasa Inggris  yang membingungkan, baik karena cara pengucapan atau penulisannya yang serupa. Bahkan lebih parahnya lagi, ada beberapa kata yang penulisan DAN pengucapannya sangat mirip. Wah, repot juga ya. Hehehe..

Dalam artikel kali ini, ijinkan saya berbagi penjelasan pada Anda tentang beberapa pasang kata dalam bahasa Inggris yang membingungkan. Tujuannya tentu agar Anda mampu membedakannya dan menggunakannya dengan efektif setiap kali Anda menulis atau berbicara. Sudah siap? 

1. Accept vs Except 
“I ACCEPTED all my birthday gifts with gratitude.” Kalimat ini berarti “Saya MENERIMA semua hadiah ulang tahun dengan rasa terima kasih.” Maka dari itu, kata “Accept” berarti “Menerima”. Di sisi lain, kata “Except” memiliki arti “Kecuali”. Contoh: “When Susan travels, she packs everything EXCEPT her doll.” (“Saat Susan bepergian, ia mengepak segalanya KECUALI bonekanya.”)

2. Affect vs Effect
Kata “Affect” berarti “Mempengaruhi”. Misalnya: “The cat’s death AFFECTED his owner’s emotion.” (“Kematian kucingnya MEMPENGARUHI perasaan pemiliknya.”). Sedangkan kata “Effect” memiliki arti “Efek” atau “Pengaruh”. Contoh penggunaanya bisa Anda lihat dalam kalimat “The new class rule gives positive EFFECTS on the students.” (“Peraturan kelas yang baru memberikan PENGARUH positif pada siswa.”)

Monday, September 14, 2015

Teknik Presentasi Bahasa Inggris Yang Efektif


“Mas, saya besok ada presentasi bahasa Inggris di sekolah nih. Ada masukan gak yah biar presentasinya lancar? Bagi dong teknik presentasi bahasa Inggris nya, soalnya bahasa Inggris saya pas-pas an banget. Mohon bantuannya, Mas. Makasih..”

Itulah sebuah pesan singkat yang saya terima beberapa waktu yang lalu via inbox Facebook dari salah satu rekan saya, alumni pelatihan www.YoungTrainerAcademy.com. Sebagai guru bahasa Inggris, saya sebenarnya malah cukup bingung menjawab pertanyaan ini karena keseharian saya juga bisa dikatakan selalu melakukan ‘presentasi’ bahasa Inggris di depan murid-murid saya. Saya tidak tahu bagaimana tekniknya. I just do it. Hehehe..

Namun setelah saya coba telaah kembali, ternyata saya menemukan cara yang cenderung mudah dan juga efektif dalam mempersiapkan dan juga melaksanakan presentasi bahasa Inggris. Saya mohon ijin untuk sedikit berbagi yaa ^.^

Saturday, September 5, 2015

Mana yang Kamu Pilih, American atau British English?


Jujur saja dulu saya kerap kebingungan dalam menggunakan kosakata bahasa Inggris yang pada dasarnya memiliki makna yang sama. Contoh sederhananya, kadang saya bingung apa saya harus menggunakan kata “Cookies” atau “Biscuits” untuk merujuk pada kata “Biskuit” di bahasa Indonesia. Contoh lain, apa saya harus “Candy” atau “Sweet” untuk mengatakan “Permen” dalam bahasa Inggris  >,<

Lebih bingungnya lagi, kadang saya juga dihadapkan dengan dua kata yang maksud dan artinya sama, namun penulisannya berbeda. Misal, haruskah saya menggunakan kata “Colour” atau “Color” (tanpa U) untuk merujuk pada kata “Warna”.

Ya, inilah sekilas perbedaan yang mungkin akan ditemui oleh setiap pembelajar bahasa Inggris, termasuk kamu, betul?

Well, pada dasarnya, bahasa Inggris telah digunakan secara luas di dunia internasional. Alhasil, banyak muncul berbagai “aliran” bahasa Inggris dengan ciri khasnya masing-masing seperti Singlish (Singaporean English) misalnya, bahkan “Indoglish” (Indonesian English). 

Namun ketika kita merujuk pada sejarah perkembangannya, bahasa Inggris memiliki dua versi umum, yaitu: American English (AmE) dan British English (BrE). Nah, apa yang membedakan keduanya? Berikut sedikit penjelasannya. Siaappp? ^.^
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com