Adi Triasmara

Adi Triasmara

Trainer Bahasa Inggris

Adi Triasmara kerap memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk pelajar serta mahasiswa. BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta dan FSI - FISIP Universitas Indonesia pernah memakai jasanya.

Trainer Public Speaking

Adi Triasmara juga merupakan trainer public speaking yang fokus dalam teknik desain slide presentasi yang memukau. Ia juga merupakan salah satu kontributor utama dalam portal pembelajaran public speaking - www.TeknikPublicSpeaking.com.

Penulis Buku Pengembangan Diri

Bersama dengan 8 anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia dan penulis buku best-seller "Studentpreneur Guidebook" - Arry Rahmawan, Adi Triasmara menuliskan sebuah buku pengembangan diri "Sekeping Cinta".

Anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia

Adi Triasmara merupakan anggota aktif dari komunitas trainer muda terbesar di Indonesia: LTMI (Lingkar Trainer Muda Indonesia). LTMI juga merupakan bagian dari CerdasMulia Institute - cerdasmulia.net.

Guru Bahasa Inggris Professional

Selain aktif menulis dan memberikan pelatihan bahasa Inggris dan public speaking, Adi Triasmara juga merupakan seorang guru bahasa Inggris professional di salah satu sekolah swasta di Bintaro, Tangerang Selatan.

Sunday, May 28, 2017

Sebelum Belajar Bahasa Inggris, Miliki 3 Attitude Belajar Ini!


Untuk sukses, banyak sekali orang yang mencari tutorial Belajar Bahasa Inggris. Saya sadar itu. Saking banyaknya orang yang mau belajar bahasa Inggris, saya punya impian yang ingin terus saya wujudkan: Membantu sebanyak mungkin orang Indonesia untuk menguasai bahasa Inggris. 

Alhasil, saya nggak bosan-bosan menginisiasi program belajar bahasa Inggris online seperti misalnya #7DEM (7 Days of English Mentoring), #EnglishWaminar (English WhatsApp Seminar), #FUNELLA (#Funtastic English Class), #GLIVATAS (#English Private Class), dan saat memasuki bulan Ramadhan 2017 ini, saya membuat #7DOTELA (7 Days of Tenses Class).

Alhamdulillah program-program seperti ini sudah membantu ratusan orang untuk belajar bahasa Inggris dengan lebih mudah. Nggak hanya melalui program online saja, saya pun mencoba mengedukasi banyak orang melalui tulisan yang saya buat melalui blog pribadi saya aditriasmara.com dan juga buku yang saya tulis: "SIMPLE & EASY ENGLISH"


Namun, meski banyak orang yang senantiasa Belajar Bahasa Inggris, banyak juga yang nggak menyadari bahwa ada faktor lain untuk mendukung kesuksesan kita dalam menguasai bahasa Inggris. Faktor apakah itu? Satu kata: ATTITUDE ^.^

Maksudnya bagaimana? Maksudnya baik kok. Hehehe.. Gini, faktor mentalitas seperti pola pikir, prinsip belajar, motivasi, dan sebagainya, berperan sangat besar dalam menentukan sukses atau nggak nya kita belajar bahasa Inggris. 

Ibaratnya pembalap legendaris Michael Schumacher nih ya, buku atau video tutorial bahasa Inggris yang kita punya tuh berfungsi seperti mobil yang ia kendarai. Sedangkan, ATTITUDE atau sikap kita dalam belajar bahasa Inggris itu, berfungsi layaknya bahan bakar yang siap menjadi pendukung utama untuk kerja mesin yang optimal. 

https://i.ytimg.com/vi/fgSvwbbs6ck/maxresdefault.jpg

Maka, belajar bahasa Inggris tanpa ATTITUDE yang baik dan benar, sama seperti Michael Schumacher balapan, tapi mobilnya didorong. Balapan sama odong-odong aja kalah! Lah, orang nggak ada bensinnya 'kan? Hehehe.. 

Saking pentingnya masalah ATTITUDE ini, saya sampai sediakan bab khusus di buku "SIMPLE & EASY ENGLISH" yang membahas hal-hal yang membuat kita tetap TERMOTIVASI dalam Belajar bahasa Inggris.

Nah, kamu nggak mau dong belajar bahasa Inggrismu itu nggak efektif gara-gara kamu nggak punya ATTITUDE yang benar saat belajar bahasa Inggris? Maka dari itu, silahkan pahami 3 ATTITUDE yang kamu perlu tanamkan saat belajar bahasa Inggris ini:

1. EMPTY YOUR CUP!



Ya, kosongkan "cangkirmu"! Saat kamu mengikuti kelas online atau membaca buku, akan ada kemungkinan kamu berkata dalam hatimu, "Ah, kalo ini sih gue juga tahu!" atau "Ini sih gue dah bisa!". Hal ini sangat natural terjadi. Saya pun kadang saat belajar berpikiran seperti itu. Tapi, saya sadar bahwa pola pikir ini sangat merugikan. 

Kenapa merugikan? Ya, karena kita kehilangan kesempatan untuk memperdalam ilmu yang "sudah kita tahu" tersebut. Kita kehilangan kesempatan untuk mempertajam pengetahuan kita, me-refresh apa yang sudah kita tahu. Alhasil, pengetahuan kita nggak lagi berkembang. 

Nah, saat kamu Belajar bahasa Inggris, baik melalui buku atau kelas online, kosongkanlah "cangkir"mu. Kosongkan "pikiran" dan "hati"mu. Bersiaplah menerima ilmu dengan optimal. Karena jika "cangkir" kita penuh, nggak akan ada "air" (ilmu) yang bisa masuk ke dalam diri kita. So, are you ready to EMPTY YOUR CUP? ^.^ 

2. ACTION, ACTION, ACTION!



Saya pernah nulis satu postingan Facebook di Group Belajar Bahasa Inggris, yang judulnya "UDAH LAH, NGGAK USAH PRAKTIK BAHASA INGGRIS!" Mantap ya? Hehehe.. Well, ini sebenarnya postingan tentang kegelisahan saya pribadi dalam melihat satu fenomena yang unik sekaligus bikin gemes! Apa itu?

Ada beberapa orang yang "teriak-teriak" bilang, "Masbro, ajarin gue bahasa Inggris dong!". Okay, nggak masalah. Dengan senang hati malah. Tapi masalahnya, setelah saya share bahasa bahasa Inggris seperti misalnya Bagaimana Belajar Bahasa Inggris Melalui Lagu, pas disuruh ACTION alias PRAKTIK, langsung kabur kayak lagi dikejar kuntilanak naik sepatu roda -.-

Pahamilah bahwa sebagus apapun buku yang kamu baca, sekeren apapun kelas online yang kamu ikuti, bahasa Inggrismu nggak akan berkembang saat kamu hanya jadi PENONTON! Jadilah PEMAIN yang kalau dalam olahraga gajinya jauh lebih mahal daripada penonton dan komentator. PRAKTIK dalam bahasa Inggris SANGAT PENTING dalam mengembangkan kemampuanmu!

3. MISTAKES? LET'S BE FRIEND!


Nggak mungkin rasanya kita bisa lepas dari yang namanya KESALAHAN saat kita sedang belajar. Belajar apapun termasuk belajar bahasa Inggris. Belajar masak, pasti pernah salah resep. Belajar gambar, pasti pernah salah kasih warna. Belajar mencintai, pasti... Ah, sudahlah. Hehehe.. Ya, kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT, bro! *GelarSajadah* 

SEMPURNA juga milik Andra & The Backbone. *LangsungKonser* 

Seperti yang saya tulis di buku saya, cobalah berdamai dan bersahabat dengan kesalahan. Karena dengan membuat kesalahan, berarti setidaknya kita PERNAH MENCOBA. Dan mencoba selalu lebih baik daripada sekedar menjadi penonton dan berkomentar. Coba, salah, perbaiki. Coba, salah, perbaiki. Coba, salah, perbaiki.

* * *

So, itulah 3 ATTITUDE dalam Belajar Bahasa Inggris yang wajib kamu tanamkan dalam hati dan laksanakan semaksimal mungkin. Dengan itu, saya yakin kemampuan bahasa Inggrismu akan berkembang dan meroket! Bagi kamu yang mau baca-baca lagi tentang sikap belajar bahasa Inggris, silahkan baca artikel saya di Hipwee INI. Kamu juga bisa siap-siap ikutan PRE-ORDER buku saya yang berjulu "SIMPLE & EASY ENGLISH". Gabung saja di Group Facebook untuk dapat update informasi terbarunya. 

Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat ^.^

Sunday, May 7, 2017

Daftar Kesalahan Grammar yang Umum Dilakukan Orang Indonesia (Part 1)


Hallo, teman-teman pembaca sekalian! Bagaimana bahasa Inggris-nya? Sudah semakin cas cis cus? Semoga saja yaa ^^ 

Anyway, beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan pertanyaan (well, mungkin lebih tepatnya request) dari salah satu teman via WhatsApp untuk cek teks pidato bahasa Inggris yang ia sudah buat. Ia membuatnya untuk kepentingan pidato kelulusan SMK. Wah, keren sekaliii!

Jaman saya SMA dulu, boro-boro pidato pakai bahasa Inggris. Tiap ada ulangan bahasa Inggris aja, saya langsung ngumpet! Hehehe..

Tapi itu duluuu. Lain dulu, lain sekarang dong! Sekarang sih kamu nggak perlu meragukan kemampuan bahasa Inggris saya *sombongnya keterlaluan* :p

Anyway, kembali ke topik. Teks yang teman saya kirimkan itu, ide besar terkait konten pidatonya sudah keren. Mantap pokoknya! Permasalahannya, masih ada kekeliruan dalam hal tata bahasa alias grammar yang dibuat, which is sangat NORMAL.

Ya, saya katakan sekali lagi bahwa kesalahan tata bahasa saat kita sedang dalam proses belajar bahasa Inggris itu sangatlah WAJAR. Bagaikan wajar yang menyingsing! "Itu FAJAR!" Oh iya, maaf!

Thursday, May 4, 2017

Hei, Masih Inget Ujian Nasional Bahasa Inggris-mu Nggak?


Hari ini, 4 Mei 2016, semua sekolah tingkat SMP melakukan Ujian Nasional Bahasa Inggris. Wuih, ngeri yaa..hehehe.. Nah, karena saya guru, saya juga mendapatkan tugas mengawas ujian nasional. Saya mengawas di salah satu SMP swasta di daerah Pamulang, Tangerang Selatan, yang menggunakan sistem UNBK - Ujian Nasional Berbasis Komputer. 

Seperti namanya, UNBK nggak lagi pakai media kertas dan pensil (kalau yang ini sekarang namanya UNKP - Ujian Nasional Kertas & Pensil), tapi pakai media komputer. Menarik ya? Jadi inget jaman-jaman SMP sama SMA dulu. Ujian nasional tu harus hati-hati banget ngerjainnya. Lingkarannya ga boleh keluar garis, kertas ga boleh kotor, lecek, atau basah, ngerjainnya ga boleh ngerjain di lembar jawab temen (yaiyalah!). Duh, ngerjain soal aja belum, stressnya udah tingkat akut! Hehehe..

http://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2016/03/24/us-un-56f2e04866afbd450c7e9d88.jpg?t=o&v=760

Anyway, ngomongin ujian bahasa Inggris nih. Seinget saya sih, dulu bahasa Inggris tuh jadi momok banget bagi sebagian siswa. Gimana nggak? Bahasa Inggris tu termasuk pelajaran yang "baru", 'kan? Era saya, era 90an, bahasa Inggris baru masuk kurikulum nasional waktu saya kelas 4 SD. Bandingin sama sekarang yang bahasa Inggris udah diajarkan sejak usia dini. Sejak TK, bahkan playgroup! Sadis euy!

Sunday, April 16, 2017

Buktikan Sendiri! 3 Langkah Ini Bisa Membantu Meningkatkan Kemampuan Pronunciation!


"Can you say that again, please?"

Sebagian dari kita mungkin sudah memiliki kemampuan tata bahasa yang baik atau penguasaan vocabulary yang lebih dari cukup untuk melakukan percakapan sehari-hari. Tentu percakapan yang saya maksud disini adalah percakapan bahasa Inggris ya. Hehehe..

Meski demikian, kadang saat kita berbicara dengan orang lain, terlebih lagi kepada seorang native speaker, mereka masih mengalami kesulitan untuk menangkap apa yang ingin kita sampaikan. 

Hal ini bisa terjadi karena mungkin saja kita berbicara dengan terlalu cepat, dengan volume suara yang terlalu rendah, atau dengan pengucapan (pronunciation) yang kurang jelas. Mudahnya, kalau memang kita berbicara terlalu cepat, ya kurangi saya kecepatan kita berbicara. Kemudian, jika memang kita berbicara dengan volume yang terlalu rendah, ya naikkan saya volume suara kita.

Monday, April 10, 2017

Idealkah Mengadopsi Model AIDA dalam Marketing sebagai Metode Mengajar yang Efektif?


Setelah dipikir-pikir lagi, sewaktu saya sekolah dulu, ternyata banyak hal yang mempengaruhi prestasi saya ketika belajar di sekolah. Hal-hal itu diantaranya adalah fasilitas sekolah, materi pembahasan di kelas, teman-teman satu kelas saya, dan pastinya para guru beserta metode belajar yang mereka gunakan di kelas. Dalam tulisan ini saya akan fokus pada hal yang terakhir saya sebutkan tadi: Guru dan metode mengajarnya.

Mengapa saya hanya fokus pada hal tersebut? Apa hal yang lain nggak penting? 

Bukan seperti itu. Saya fokus pada guru dan metode mengajarnya karena selain saya saat ini berkarir sebagai seorang pendidik, saya juga yakin bahwa faktor guru adalah salah satu faktor esensial yang menentukan prestasi siswa. 

Bahkan, belakangan saya membaca sebuah hasil riset yang dilakukan oleh Prof. John Hattie dari the University of Auckland yang mengatakan bahwa guru adalah faktor determinan tertinggi kedua, dengan angka 30%, terkait dengan prestasi siswa. 

Nah, tentu jika membahas secara keseluruhan tentang guru dan metode mengajarnya, tulisan ini akan sangat panjang a.k.a PUANJAAAANGGG BET! Hehehe.. Maka dari itu, saya akan fokus pada salah satu metode mengajar yang sudah saya terapkan setelah kurang lebih menjalani karir sebagai seorang pendidik selama lima tahun terakhir. Metode ini bernama AIDA

Apa itu AIDA? Well, mungkin sebagian dari kamu ada yang sudah tahu, namun ada juga yang belum. AIDA merupakan salah satu teori dasar yang dipakai dalam dunia pemasaran atau marketing untuk menjual suatu produk atau jasa. AIDA sendiri merupakan singkatan dari ATTENTION - INTEREST - DESIRE - ACTION. 

http://zenithmedia.ch/index.php?tinymceimg=grafik_1_1.png

Jadi, teori ini menekankan bahwa untuk membuat seseorang membeli produk atau menggunakan jasa yang kita tawarkan, kita harus menarik perhatian mereka, membuat mereka tertarik, membangkitkan keinginannya, dan tentunya memutuskan untuk menggunakan produk atau jasa yang kita tawarkan. Teori ini saya pelajari dari Pak Hasnul Suhaimi, mantan Presiden Direktur XL Indonesia.

"Loh, kok konsep marketing dipakai untuk mengajar?
Nggak cocok dong!"

Ijinkan saya menjelaskannya dengan lebih detil. Meski AIDA adalah metode yang lahir dari dunia marketing, namun saya percaya bahwa metode ini cocok diterapkan di dunia pendidikan. Seorang guru, dosen, bahkan seorang trainer pun bisa mengadaptasi metode ini dalam kelas-kelasnya. 

Saat kita mengajar, tentu kita memiliki tujuan yang ingin dicapai di akhir sesi pembelajaran. Biasanya, kita ingin murid, mahasiswa, atau trainee kita MAMPU melakukan sesuatu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Ingat ya, MAMPU. Bukan sekedar TAHU.


Bagi saya, proses mendidik bukan hanya proses transfer ilmu dari satu kepala ke banyak kepala. Lebih dari itu, proses mendidik adalah proses yang mampu mencerahkan pikiran, membangkitkan semangat, dan MENGGERAKKAN audiens untuk melakukan sesuatu. Singkatnya, sebagai seorang pendidik, saya akan membuat audiens (dalam hal ini siswa) saya agar TAHU, MAU, dan MAMPU. Nah, konsep AIDA inilah yang kerap menjadi "jembatan" bagi saya dalam meraih goal tersebut. 

Sebelum membahas lebih dalam lagi, saya ingin sedikit bercerita. 

* * *
Kemarin saat saya sedang bepergian, saya melewati sebuah restoran baru yang menarik perhatian saya dan juga banyak pengunjung. Restoran itu memutar musik dengan cukup keras dan menghadirkan "maskot" (boneka orang) yang berjoget di depan restoran dan siap menyapa dan berfoto dengan siapa saja yang ingin mampir ke restoran tersebut. Tak hanya itu, banner besar berwarna kuning terang bertuliskan BUY ONE GET ONE pun sangat jelas terpampang. 

Musik, maskot, dan banner besar itu cukup mencuri perhatian saya dan mampu menggiring saya untuk mendekat dan mencari tahu tentang menu yang ditawarkan. Setelah melihat menu dengan nama-nama yang unik dan tampilan gambar yang menarik, ditambah dengan sambutan hangat dari para pegawainya, saya pun memutuskan untuk menjajal makanan yang ada di restoran tersebut. Dan.. Walaaa! Maknyus juga ternyata! Hehehe..
* * *

Menurut saya, restoran ini sukses menerapkan metode AIDA dengan baik. Ia mampu mendapat perhatian saya (Attention), menghadirkan ketertarikan saya (Interest), memunculkan keinginan saya (Desire), dan akhirnya membuat saya membeli (Action). 

Sama halnya dengan proses pendidikan, kalau kita ingin membuat murid kita TAHU, MAU, dan MAMPU, kita juga harus mampu mendapat perhatian mereka, membuat mereka tertarik, memunculkan keinginan mereka untuk melakukan sesuatu, dan akhirnya membuat mereka melakukan apa yang menjadi tujuan pembelajaran kita.

ATTENTION. Bayangkan jika restoran itu nggak memutar musik, menghadirkan maskot, dan memasang banner besar berwarna cerah. Mungkin nggak banyak orang yang tahu bahwa restoran itu baru buka dan menawarkan promo. Lebih parahnya lagi, mungkin ada juga beberapa orang yang bahkan nggak tahu kalau disitu ada restoran. Hehehe..

Sebagai seorang pendidik yang menghadapi murid-murid dengan latar belakang dan ketertarikan yang berbeda, mendapatkan Attention di awal pembelajaran. Setiap guru, dosen, atau trainer yang masuk ke dalam kelas, akan bersaing dengan penarik perhatian lain yang ada di lingkungan audiens. Misalnya, HP, film yang sedang hits, konser musik yang baru mereka kunjungi, buku yang sedang mereka baca, dan masih banyak hal lain yang bisa jadi lebih menarik daripada apa yang akan kita sampaikan. Untuk itu, kita harus mampu menarik perhatian mereka dengan cepat. 

https://www.teachermagazine.com.au/files/Raising_the_professional_status_of_teaching.jpg

Tentu banyak hal yang bisa dilakukan seperti misalnya membuka kelas dengan games-games sederhana pemecah suasana, dengan jokes, dengan sebuah cerita yang menginspirasi dan berhubungan dengan pembelajaran, bahkan dengan sebuah pantun. Dapatkan perhatian siswa sesegera mungkin, dengan cara yang POSITIF, untuk masuk ke tahapan metode selanjutnya. Yang saya maksud positif adalah dengan mencoba untuk nggak marah-marah, nggak bentak-bentak, dan lain sebagainya. Awali dengan kebahagiaan. Hehehe.. 

Anyway, kalau saat ini kamu Google dan menemukan bahwa ada versi yang mengatakan bahwa A dalam AIDA adalah AWARENESS, nggak perlu bingung dan khawatir. Intinya sama kok.

INTEREST. Kembali ke masalah restoran, kebayang nggak kalau misalnya setelah saya mendapatkan perhatian restoran itu, tapi nggak ada sesuatu yang membuat saya tertarik setelahnya. Menunya biasa-biasa saja, harganya nggak spesial, ruangannya sempit, ya pasti saya nggak akan Action dong, saya nggak akan beli. 

Dalam kelas, jika perhatian nggak diubah menjadi ketertarikan, maka semua usaha yang kamu lakukan untuk mendapatkan perhatian mereka akan sia-sia. Mereka akan kembali dengan "perhatian mereka masing-masing" jika ketertarikan dalam kelas nggak muncul. Cobalah untuk memunculkan ketertarikan dengan beragam cara yang menurut kamu paling efektif. Kamu bisa membawa alat peraga, menampilkan video, atau media pembelajaran lainnya. Intinya, menurut saya pribadi, siswa akan tertarik jika ia tahu dengan pasti tujuan ia belajar. Jawablah pertanyaan, "Mengapa murid, mahasiswa, atau trainee saya harus paham tentang materi yang saya ajarkan?" 

http://cdn.kingston.ac.uk/includes/img/cms/site-images/orig/kingston-university-de14fde-international-students---kingst.jpg

Usahakan untuk nggak menjawab pertanyaan itu dengan jawaban, "Ini tuntutan kurikulum." Jawablah dengan mengaitkan apa yang kita akan ajarkan dengan kehidupan NYATA para audiens. Kaitkan dengan manfaat NYATA yang bisa audiens rasakan kelak setelah mereka paham apa yang kita sampaikan.

DESIRE. Keinginan kuat saya muncul saat para pegawai restoran menyambut saya dengan baik, menjelaskan tentang menu-menu favorit yang jadi menu unggulan di restoran tersebut. Salah satu pegawai restoran juga menjelaskan tentang keunggulan yang dimiliki oleh resto ini seperti misalnya koneksi wifi dan photo booth menarik yang disediakan di lantai atas. 

Dalam pembelajaran, proses ini ditandai dengan keinginan kuat siswa untuk melakukan Action atau tindakan. Bagaimana memunculkan keinginan ini? Tentu banyak caranya seperti misalnya terus menggali rasa penasaran yang ada di dalam diri siswa sehingga mereka ingin mencoba dan menemukan jawaban dari permasalahan yang sedang dibahas. Selain itu, guru juga bisa memberi contoh tentang kesuksesan-kesuksesan yang diperoleh oleh salah satu tokoh ternama yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sedang menjadi fokus pembelajaran. Intinya, Desire adalah Call to Action atau panggilan untuk bergerak, panggilan untuk melakukan sesuatu. 

http://indonesiaexpat.biz/wp-content/uploads/2015/06/Teaching-abroad.jpg

Kadang kamu juga bisa menjelaskan kepada para murid tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari jika pengetahuan dan keterampilan yang sedang dipelajari ini gagal dikuasai oleh mereka. 

ACTION. Ya, langkah terakhir adalah tindakan. Langkah terakhir adalah duduk manis, menyantap menu favorit, kemudian membayar pesanan saya. Hehehe..   

Apa yang kita bangun sejak awal tentu akan menjadi sia-sia apabila kita gagal Closing alias gagal membuat murid TAHU, MAU, dan MAMPU. Ini adalah Behavior Stage dimana kita ingin melihat murid kita melakukan apa yang sudah ia pelajari. Kita ingin mereka merasakan sendiri pengalaman dan manfaat yang bisa ia dapatkan dari apa yang sudah dipelajari di kelas. Berikan fasilitas berupa bentuk kegiatan yang bisa membuat mereka melakukan Action. Hal ini bisa dilakukan dengan banyak cara seperti misalnya meminta mereka untuk melakukan percobaan laboratorium, melakukan wawancara, membuat film pendek, mencipta poster, dan lain sebagainya. 

 https://scienceoxford.com/wp-content/uploads/2016/03/children-foam-experiment.jpg

Dengan fasilitas kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan juga dengan ketertarikan para murid, maka Action dalam keseluruhan proses pembelajaran pun menjadi menyenangkan dan tentunya BERDAMPAK. 

* * *

Bagaimana? Bisa juga 'kan konsep marketing menjadi salah satu metode belajar di kelas yang efektif dan menarik? ^.^

Bahkan, sebagian orang - termasuk saya, nggak berhenti sampai poin Action saja. Kadang saya menggunakan satu point tambahan yaitu S sehingga AIDA pun berubah menjadi AIDAS. Lalu, apa itu S? S disini adalah SATISFACTION. Satisfaction disini berarti kepuasan, bukan hanya berarti keberhasilan.


Satisfaction bisa di dapat dalam kondisi dimana murid merasa bahwa dirinya melakukan usaha yang terbaik dan kita sebagai seorang pendidik memberikan FEEDBACK atas Action yang mereka ambil. Memuji jika hasilnya baik dan MEMPERBAIKI jika hasilnya memang belum memuaskan. Dengan Satisfaction yang baik, murid-murid akan nggak sabar untuk menunggu pembelajaran-pembelajaran berikutnya.

Nah, saya menantang kamu untuk mencoba membawa dan menerapkan metode AIDA(S) dan membagikan pengalaman kamu di kolom KOMENTAR di bawah ini. Kamu juga bisa kontak saya via twitter dan Instagra, @aditriasmara. Anyway, saya juga pernah menuliskan materi tentang Desain Pembelajaran Aktif di Dalam Kelas. Bagi kamu yang penasaran apa saja yang saya bahas di dalamnya, kamu bisa klik DISINI


Friday, April 7, 2017

Survey Ketakutan Public Speaking


Saya akan memulai tulisan ini dengan sebuah faktam tepatnya hasil survey, yang cukup menggelitik perasaan saya. Bukan hasil survey tentang elektabilitas calon gubernur Jakarta, tapi tentang kegiatan berbicara di depan publik atau bagi sebagian orang lebih dikenal dengan istilah Public Speaking. 

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Chapman University, di tahun 2016, ada sebanyak 25.9% warga Amerika yang memiliki ketakutan terhadap Public Speaking. Mungkin kamu bertanya-tanya di dalam hati, "Ah, angka segitu sih kecil. Cuma 25,9% aja kok. Apa yang spesial? Apa yang bikin perasaan menggelitik?"

Saya nggak akan bicara apakah angka itu besar ataupun kecil karena hal ini bersifat relatif. Ada sebagian orang yang menganggap ini dalah prosentase yang besar, ada pula yang menganggapnya kecil. Tapi, hati saya tergelitik akan satu hal: Angka prosentase ketakutan bicara di depan publik (Glossophobia) ternyata lebih tinggi dari angka beberapa hal yang mematikan. Ya, MEMATIKAN. 

Contohnya, hanya ada 22,2% orang di Amerika, pada tahun 2016, yang takut terhadap banjir bandang dan 21,8% orang yang takut akan badai musim dingin. Coba perhatikan. Public speaking bahkan lebih menakutkan bagi sebagian orang jika dibandingkan dengan banjir bandang dan badai yang jelas-jelas memiliki potensi kematian yang besar.   


Lebih uniknya lagi, jumlah orang yang takut jika dirinya ada dalam Sakaratul Maut alias sekarat hanya ada 19%. Ditambah lagi, hanya ada 17,5% orang yang takut jika dirinya dibunuh oleh orang yang dia kenal. Sekarat dan dibunuh. Kurang menakutkan apa lagi coba? Kok bisa-bisanya sebagian orang lebih takut bicara di depan publik daripada mati? 

Hal ini menarik sekali bagi saya. Bahkan, Jerry Seinfeld, seorang pelawak tunggal kenamaan asal Amerika pernah mengatakan hal ini dalam salah satu show nya:

"Berdasarkan beberapa penelitian, ketakutan terbesar pertama bagi banyak orang adalah Public Speaking. Sedangkan ketakutan yang kedua adalah kematian. Apa ini terdengar wajar? Ini artinya, bagi sebagian orang, lebih baik kita ada di dalam peti mati daripada harus memberikan pidato kematian dalam sebuah pemakaman."

(Jerry Seinfeld - Kutipan ini saya terjemahkan sendiri ke dalam bahasa Indonesia)
Tentu kita tahu bahwa Glossophobia bisa mendera siapa saja, setiap orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Ketakutan ini bisa dialami oleh pebisnis yang harus melakukan presentasi, pencari kerja yang akan melakukan interview, bahkan bukan nggak mungkin juga dialami oleh para mahasiswa yang mendadak religius, terus berdoa, agar nggak ditunjuk oleh guru atau dosen untuk menjawab pertanyaan. Hehehe.. 

Kembali ke survey yang saya sebut di atas, fakta bahwa sebagian orang lebih takut untuk berbicara di depan publik daripada harus terkena bencana alam atau bahkan dibunuh tentu sangat kontroversial. Survey lanjutan menyatakan bahwa mereka takut jika hal-hal yang nggak diinginkan tiba-tiba terjadi saat mereka bicara di depan publik. Mereka takut kalau penonton sorakin mereka, terus lemparin mereka pakai sayuran mentah, demo minta mereka segera turun, siram mereka bensin, bakar mereka hidup-hidup, te ... Eh, maaf, terlalu semangat jadi lebay ya. Hehehe..

So, bagaimana? Setujukah kamu bahwa berbicara di depan publik itu lebih menakutkan daripada kematian? SHARE YOUR THOUGHT! ^^


*) Anyway, tulisan ini saya buat karena terinspirasi oleh salah satu bahan materi ujian praktik murid saya, Keisha Janita, tentang "How to Overcome the Fear of Public Speaking". 
 

Monday, April 3, 2017

Milikilah Mental Ini Saat Belajar Bahasa Inggris


Bagi sebagian orang di Indonesia, bahasa Inggris masih menjadi sosok yang mengerikan. Sosok yang membuat mereka mengurungkan niat untuk melamar pekerjaan di perusahaan asing. Sosok yang mungkin membuat mereka menggugurkan keinginan untuk studi di luar negeri atau pertukaran pelajar karena penguasaan bahasa yang minim. Duh, nggak banget deh ya.

Di dunia dengan tingkat persaingan super ketat ini memang sangat disayangkan jika ketidakmampuan kita dalam bahasa Inggris menjadi penghambat karir atau studi kita.

Nah, saat berbicara tentang proses belajar bahasa Inggris, banyak orang yang terfokus pada vocabulary, grammar, skor TOEFL, kemampuan speaking, dan lain sebagainya. Nggak salah tentunya. Namun, ada satu hal lain yang juga harus menjadi perhatian setiap pembelajar bahasa Inggris. Apa itu? Ya, SIKAP atau mentalitas belajar.

Dalam artikel ini, saya akan bagikan 5 sikap belajar yang harus kamu miliki saat kamu sedang belajar bahasa Inggris. Here we go!

1. Sadarilah Bahwa Kesalahan adalah Hal yang Wajar

https://sg-dae.kxcdn.com/blog/wp-content/uploads/2015/07/idea-success-failure.jpg
Banyak orang yang terhambat proses belajarnya karena mereka takut membuat kesalahan saat berbahasa Inggris. Baik itu kesalahan yang dibuat secara lisan maupun tertulis. Jika kamu termasuk orang yang takut membuat kesalahan saat belajar bahasa Inggris, sadarilah bahwa kesalahan yang muncul saat proses belajar sangatlah wajar.

Bersahabatlah dengan kesalahan. Mengapa? Karena justru saat kita tahu bahwa kita membuat salah, maka secara otomatis kita juga tahu mana yang benar. Dengan mengetahui mana yang benar, maka kita akan memperbaiki diri sehingga bahasa Inggris kita akan menjadi semakin baik dari hari ke hari.

2. Milikilah Rasa Percaya Diri

 http://i.huffpost.com/gen/1503722/images/o-CONFIDENCE-facebook.jpg

Apapun pekerjaan kamu, di kota manapun kamu tinggal dan dilahirkan, kendaraan apapun yang kamu miliki, jenjang pendidikan apapun yang sudah kamu tuntaskan, percayalah bahwa Tuhan telah menciptakan kamu dalam bentuk dan potensi yang sebaik-baiknya. Percayalah dengan segala potensi yang Tuhan berikan ke dalam dirimu, termasuk potensi untuk mempelajari hal-hal baru seperti bahasa Inggris.

Dengan memiliki perasaan percaya diri yang baik, proses belajar bahasa Inggrismu akan menjadi lebih menyenangkan. Kamu nggak akan mudah menyerah saat menghadapi tantangan belajar yang kamu temui. Kamu juga akan merasa yakin bahwa cepat atau lambat kamu akan bisa menguasai bahasa Inggris.

3. Bersabarlah Menjalani Proses

 https://www.arttoself.com/wp-content/uploads/2015/02/enjoy-the-process-of-transformation.jpg

One thing to keep in mind: Nggak ada sesuatu yang instan. Ya, yakini bahwa semua hal yang ada di dunia ini membutuhkan waktu, apalagi sebuah proses pembelajaran. Kalau kamu berharap untuk bisa bahasa Inggris dalam waktu semalam dengan cara membaca buku-buku pembelajaran bahasa Inggris, maka kamu sedang bermimpi. Menikmati proses belajar menjadi faktor yang penting untuk tetap bersemangat dalam belajar bahasa Inggris.

Good things take time, right? Ada tahapan proses yang mau nggak mau memang harus kita lalui. Ada proses belajar, proses uji pemahaman, proses latihan, proses evaluasi, dan lain sebagainya. Sekali lagi, suka nggak suka atau mau nggak mau, proses ini harus dilalui. So, daripada harus membenci prosesnya, let's enjoy the ride!

4. Jagalah Pikiran Positif

http://bloximages.newyork1.vip.townnews.com/omaha.com/content/tncms/assets/v3/editorial/7/b7/7b7496b6-d213-5354-9080-c486fedc9919/58648b2417b28.image.jpg?resize=1200%2C779

Kita adalah satu-satunya orang yang bisa mengendalikan pikiran dan emosi yang ada di dalam diri kita. Pikiran akan menentukan sikap dan langkah kita dalam belajar. Namun, permasalahan yang muncul adalah biasanya ada saja pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan negatif yang menggerogoti semangat belajar bahasa Inggris kita.

Misalnya, katakanlah kamu melakukan Tes TOEFL dan nilai yang kamu dapatkan jelek atau nggak sesuai dengan yang kamu harapkan. Jika kamu berpikiran negatif, maka kamu mungkin akan berpikir "Ah, aku ini memang bodoh. Aku memang nggak pandai bahasa Inggris." Pikiran itu membuat kamu berhenti belajar. Sebaliknya, jika kamu berpikiran positif, mungkin kamu akan berpikir, "Aku harus cari dimana kelemahanku dan memperbaikinya. Aku yakin di tes berikutnya nilaiku akan membaik." Pikiran ini akan membuat kamu semakin semangat belajar.

So, tetaplah berpikiran positif dalam keadaan dan situasi apapun saat belajar bahasa Inggris.

5. Janganlah Malu untuk Bertanya

https://cdn.daysoftheyear.com/wp-content/images/international-ask-a-question-day-e1452599846452.jpg

"Malu bertanya sesat di jalan" adalah peribahasa penuh makna yang sangat tepat kita gunakan dalam proses belajar. Mengapa demikian? Ya, karena dalam proses belajar bahasa Inggris, saya yakin bahwa kita akan menemui masalah. Misalnya ada kata yang nggak kita tahu artinya, ada tata bahasa yang masih kita ragu konteks penggunaannya, dan lain sebagainya.

Jika kita malu bertanya pada orang yang lebih tahu, tentu kita akan berkutat pada permasalahan itu dalam waktu yang lama. Kebanyakan orang malu saat harus bertanya karena takut jika mereka dianggap bodoh. Padahal, saya yakin dengan bertanya pada orang yang tepat, kita bisa semakin mengembangkan kemampuan bahasa Inggris kita, loh. Milikilah mentor yang tepat. Saya yakin banyak orang-orang di sekitarmu yang siap membantu menjawab pertanyaanmu.

Melalui program #BAHASIN - "Balas di Hari Senin", saya juga selalu meluangkan diri saya untuk menjawab pertanyaan seputar dunia pembelajaran bahasa Inggris. So, buat kamu yang masih menyimpan pertanyaan dalam dirimu, feel free to contact me on twitter or Instagram @aditriasmara ^^

Friday, March 24, 2017

Cara Jitu Ini Akan Membantu Kamu Berpikir dalam Bahasa Inggris


Beberapa waktu yang lalu, saya mengajak teman-teman Facebook saya untuk share a.k.a curhat tentang kesulitan dan kendala yang selama ini sering dihadapi saat belajar bahasa Inggris. Terima kasih untuk semua yang sudah berkontribusi. Sebagai tanda terima kasih saya, saya mengajak teman-teman saya itu untuk bergabung di #FUNELLA - "Funtastic English Class". 

Bagi yang belum tahu, #FUNELLA, adalah kelas belajar bahasa Inggris virtual berbasis WhatsApp. Kelas yang diadakan dua minggu sekali ini saya inisiasi untuk membantu orang-orang dalam menambah pengetahuan bahasa Inggrisnya. Ini jadi bagian dari 3 Program Bahasa Inggris yang saya desain di tahun 2017. 

Anyway, kembali ke pembahasan awal tentang kendala bahasa Inggris yang dialami oleh teman-teman Facebook saya, ada permasalahan yang menurut saya unik. Kenapa unik? Ya, karena masalah ini merupakan masalah klasik yang kerap dialami banyak orang Indonesia saat menggunakan bahasa Inggris. Masalah apa itu? Ini dia:

"Saya tahu apa yang ingin saya bicarakan, mas. Idenya sudah ada di kepala. Tapi, saya selalu bingung bagaimana mengutarakan apa yang saya pikirkan."

Saya akan berbohong jika saya nggak pernah mengalami masalah ini sama sekali. That's gonna be a HUGE LIE I'm telling you. Saya pun mengalaminya. Saya mencoba mencari tahu akar permasalahannya sampai akhirnya sadar bahwa ada 3 PENYEBAB UTAMA.

Ketiga penyebab itu adalah: 1) Kurangnya Percaya Diri, 2) Minimnya Penguasaan Vocab, dan 3) Kebiasaan Menerjemahkan Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris saat berbicara. 

http://i.huffpost.com/gen/2358536/images/o-WOMEN-TALKING-facebook.jpg

Untuk masalah yang pertama, nggak akan saya bahas disini karena yang sudah lama kenal saya dan mungkin juga teman-teman yang ada di #GLIVATAS - "English Private Class", tahu bahwa solusi dari masalah ini adalah PEMBIASAAN. Semakin biasa menggunakan bahasa Inggris, semakin percaya diri pula kita dalam menggunakannya. Pembiasaan adalah kuncinya. 

Masalah kedua tentang minimnya penguasaan vocab pun sudah saya bahas di #FUNELLA Eps. 3 "Improving Your English Vocabulary" dan saya tuliskan reviewnya dalam artikel tentang TIPS MENINGKATKAN VOCABULARY secara lengkap pada blog saya aditriasmara.com. Di kesempatan kali ini saya akan fokus pada masalah yang ketiga. 

Hal yang kadang menghambat kita untuk lancar berbicara adalah karena kita berpikir dalam bahasa Indonesia dan mencoba menerjemahkannya secara cepat untuk kemudian mengutarakan apa yang kita pikirkan itu. Jika hal ini dilakukan, yang jadi permasalahannya adalah kita akan membutuhkan waktu yang lama. Ya, LUAMAAAA bet! I'm telling you now: This is a (VERY) slow, long, and painful process to have fluency in English speaking.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Ya, kita harus:

THINK IN ENGLISH!
Berpikirlah dalam bahasa Inggris.

Dengan berpikir dalam bahasa Inggris, akan terasa mudah bagi kita untuk meningkatkan kelancaran atau kefasihan dalam berbicara bahasa Inggris. Pertanyaan yang biasanya muncul setelah saya menyampaikan hal ini adalah, "Bagaimana caranya berpikir dalam bahasa Inggris?" Tenang saja, dalam artikel ini saya akan memberikan jawaban tentang Bagaimana Berpikir dalam Bahasa Inggris. Saya akan membaginya menjadi tiga bagian sebagai berikut:

1. START SMALL

http://millo.co/wp-content/uploads/2014/05/think-big-start-small.png

Mulailah dari hal-hal yang kecil. Caranya mudah sekali. Pertama, cobalah membuat LABEL IMAJINATIF tentang hal-hal yang ada di sekeliling kamu. Sebutkan hal-hal atau benda-benda yang ada di sekelilingmu dengan bahasa Inggris TANPA harus memikirkan nama bahasa Indonesia dari barang tersebut. 

Misal, saat melihat anjing, cobalah untuk langsung memunculkan kata DOG di kepala kita tanpa harus memikirkan kata "Anjing" terlebih dahulu. Mulailah dari hal-hal sederhana yang ada di kamar kamu, di ruang kerjamu, di kendaraanmu, atau dimanapun kamu berada. START SMALL. Mulai yang mudah-mudah saja. Misal: "Table", "Laptop", "Phone", "Glasses", "Bird", "People", "Book", dan lain-lain. INGAT! Pikirkan hal-hal itu HANYA DALAM BAHASA INGGRIS. No translation. 

Sekarang coba pejamkan matamu, ambil napas dalam-dalam, hembuskan. Saat membuka mata, coba lihat di sekelilingmu. Dalam bahasa Inggris, coba sebutkan benda-benda yang kamu lihat. Yuk langsung praktik.

Bagaimana? Mudah 'kan? Kalau memang masih terasa sulit, it's okay. Nggak masalah kok. Namanya juga percobaan pertama. Rajinlah berlatih. Setiap hari, di tempat yang berbeda. Buat ini jadi sebuah kebiasaan. Lama kelamaan pasti akan mudah dan terbiasa kok ^^

Jika sudah mulai terbiasa dengan pola itu, hal kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan hal yang sama. Ya, sama. Tapiiii... Sekarang nggak lagi berpikir kata per kata, tapi kalimat. Mulailah dengan kalimat-kalimat sederhana. Ingat, START SMALL. Nggak usah memaksakan diri bikin kalimat yang rumit. Pusingpalaberbi nanti pasti. Hehehe..

Misalnya, katakan saja "It's really hot today", "I love his shirt", "My shoes are dirty", dan lain sebagainya. Sekarang coba langsung praktik. Pejamkan mata dan atur napas hingga tubuh merasa rileks. Setelah itu, buka mata dan coba buat setidaknya 3 kalimat sederhana tentang hal-hal yang kamu lihat. INGAT! THINK IN ENGLISH! NO TRANSLATING! Hehehe..

Sudah? Bagaimana? Jika kamu dengan mudah melakukannya, selamat! Jika masih merasa kesulitan, kamu bisa kembali ke kosakata sederhana di bagian awal tadi. Yang penting, jangan menyerah, kawan! ^^

Bagi sebagian kamu yang merasa kesulitan dengan hal ini, it's okay. Tenang aja. Kamu nggak bodoh kok. Kamu hanya BELUM TERBIASA saja. Jika dilakukan secara rutin dan dengan semangat '45, saya yakin akan jadi kebiasaan yang mudah dan menyenangkan. So, itulah latihan di bagian awal ini yang bisa kamu lakukan. Kita lanjut ke bagian dua yaa.

2. TAKE NOTE & FIND OUT

http://2628cs.com/wp-content/uploads/2015/09/451613245_low.jpg
Untuk kamu yang masih kesulitan dengan dua bentuk latihan yang tadi sudah saya share di bagian START SMALL, lengkapilah proses belajarmu dengan buku catatan khusus. Jika misalnya, kamu melihat cangkir di sekelilingmu tapi kamu nggak tahu apa nama benda itu dalam bahasa Inggris, silahkan catat.

Nggak hanya berhenti disitu, cobalah juga untuk MENCARI TAHU. Cari tahulah apa bahasa Inggris dari "Cangkir". Jika kamu menemukan jawabannya, segera catat. Percayalah bahwa proses ini akan memudahkan kamu untuk berpikir dalam bahasa Inggris. "Aduh, saya malas mencatat. Kalau nggak usah dicatat boleh nggak, mas?" I would say NO. Kalau kamu nggak mencatat kata-kata baru, kamu akan segera melupakannya begitu saja.

Hal ini juga berlaku dalam menyusun kalimat. Katakanlah jika kamu ingin mengatakan, "Saya sangat lapar" tapi belum tahu bagaimana mengatakannya dalam bahasa Inggris, kamu harus mencatatnya. Setelah dicatat lalu diapakan? Betul! Dicari tahu. TAKE NOTE & FIND OUT.  

3. MAKE PLAN & HAVE A SELF-CONVERSATION

http://cdn.distributorcentral.com/w/distributorcentral/i/4/4B6E3210-8870-4AF6-86FB-A69FC025AD8F.jpg/woman1-jpg?_=1449688140

Selain (kadang) bermalas-malasan di atas tempat tidur, hal yang sering saya lakukan di pagi hari - yang mungkin juga sering kamu lakukan - adalah membuat PLAN atau rencana. "Apa yang akan saya lakukan hari ini, ya?" Nah, untuk membiasakan dirimu untuk berpikir dalam bahasa Inggris, cobalah buat PLAN dalam bahasa Inggris.

Tanyakan pada dirimu sendiri, "What am I going to do today?" Lalu, jawab secara spontanitas dengan menggunakan bahasa Inggris. Think in English. No translatting. Misalnya, "This morning I want to have a nice breakfast. After that I will go to work. In the afternoon, I will have a meeting with my client. In the evening I will have a dinner with my wife." Ya, JUST LIKE THAT ^^

Sekali lagi, jika kamu merasa kesusahan, kebingungan, tenang saja. Kamu bukan bodoh. Kamu hanya BELUM TERBIASA untuk melakukannya.

Nah, latihan yang terakhir adalah HAVE A SELF-CONVERSATION.. WITHIN YOUR OWN MIND. "Lah, ngobrol kok sendiri?" Hehehe.. Betuuul. Ngobrol sendiri. Kadang 'kan kita suka malu kalau mau ngobrol sama orang lain pakai bahasa Inggris, apalagi kalau mau ngomong sama bule. Bawaannya dah pengen ngacir aja. Hehehe.. Nah, cobalah untuk melakukan percakapan dengan diri sendiri di dalam pikiran kamu sendiri.

Mungkin terdengar aneh atau konyol, but trust me, it works! Ada banyak keuntungan, atau setidaknya dua keuntungan utama, yang bisa kamu dapatkan dari latihan ini.

Pertama, kamu nggak perlu malu kalau grammar kamu berantakan, pronunciation kamu nggak jelas, atau vocabularymu acak-acakan. Ngapain malu? 'Kan cuma kita dan Tuhan aja yang tahu apa yang sedang kita bicarakan. Hehehe.. Kedua, kita akan secara otomatis berpikir dalam bahasa Inggris. Saat kita melakukan tanya-jawab dengan diri sendiri, kita nggak akan punya waktu banyak untuk berpikir dalam bahasa Indonesia. "Tek-tok" nya harus cepat. Saat kita mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, di saat yang bersamaan kita akan menyiapkan jawabannya. "Susah, mas!" Nggak susah, kok. BELUM TERBIASA aja.. Hehehe..

* * *

Itulah sedikit yang bisa saya bagikan dalam artikel ini. Semoga artikel ini juga menjadi Tips Lancar Berbahasa Inggris yang bisa kamu coba aplikasikan sekarang juga. Semua langkah yang saya jelaskan cukup mudah. Namun, kamu tetap butuh niat yang bulat dan kemauan yang besar untuk terus mencoba tanpa kenal kata menyerah.

Buat kamu yang masih mengalami kendala dalam bahasa Inggris, kamu boleh berkonsultasi atau ajukan pertanyaanmu dengan meninggalkan KOMENTAR di bawah ini atau juga follow saya di social media. Kamu bisa add saya di Facebook atau follow twitter dan Instagram saya @aditriasmara. Selain itu, kamu juga bisa bergabung di Program Bahasa Inggris yang saya buat dan saya jelaskan secara lengkap DISINI.

Sunday, March 5, 2017

Anies Baswedan Memang Pandai Berkata-Kata!


Soehanna Hall, The Energy Building SCBD - Sebuah catatan kecil dari bangku #Terminal1: Limitless Campus

Hari ini (05/03/2017), saya mendatangi sebuah event bertajuk #Terminal1 dari Limitless Campus yang digagas oleh Rene Suhardono, dkk. Menurut saya, acara ini sih GOKS banget! Nggak hanya jadi ajang deklarasi dan unjuk karya dari para Coachee, namun juga  acara ini menghadirkan 5 pembicara yang membius audiens, termasuk saya, dengan kata-katanya. I feel really grateful to have the opportunity to listen and to learn from them.


Secara sekilas, konsep penyampaian materi oleh ke-5 pembicara itu 11/12 a.k.a nggak jauh beda sama TEDx. Setiap pembicara memiliki "jatah" waktunya masing-masing untuk memberikan inspirasi melalui KATA-KATAnya.  Ya, kata-katanya.

Friday, March 3, 2017

Dari 6 Strategi Dalam READING ini, Mana yang Paling Kamu Suka?

Hallo, sahabat pembaca sekalian! Terima kasih telah berkunjung ke aditriasmara.com ^.^

Anyway, hari ini - Jumat, 3 Maret 2017, pukul 19.30 hingga 21.30 WIB - saya sedang melaksanakan #FUNELLA - Funtastic English Class dengan tema: "Having a Fun English Learning through Reading". Bagi yang belum tahu, #FUNELLA adalah kelas belajar bahasa Inggris online berbasis WhatsApp yang saya adakan dua minggu sekali. Kelas ini merupakan bagian dari 3 Program Belajar Bahasa Inggris yang saya desain di tahun 2017. 

Dengan membahas materi utama tentang Cara Asyik Membaca Artikel Bahasa Inggris, saya ingin juga menambahkan satu bahasan menarik tentang Reading. Pembahasan apa itu? Ya, dari judul artikel ini tentu kamu tahu bahwa saya akan membagikan 6 STRATEGI DALAM READING. Keenam strategi itu diantaranya: PREDICT, VISUALIZE, CONNECT, QUESTION, CLARIFY, dan EVALUATE.

Bagi saya, ke-6 strategi ini, selain bisa menambah pemahaman saya tentang bahan bacaan yang sedang saya baca, mereka juga bisa menghadirkan perasaan senang a.k.a HAPPY dalam diri saya. Nah, bagi kamu yang penasaran dengan ke-6 Strategi Dalam Reading tersebut, simak kuy penjelasannya:

Pertama, adalah PREDICT. Sesuai dengan namanya, strategi ini meminta kita untuk berhenti dalam satu titik di bacaan kita untuk kemudian membuat PREDIKSI tentang apa yang akan terjadi dalam cerita, pesan, paragraf, atau bacaan berikutnya. Pada strategi ini, biasanya saya muncul dengan pikiran: "This text is going to tell about ...", "I bet this will be about ...", atau "I believe that the next part will be like ..."

Keberadaan judul, subjudul, dan ilustrasi atau gambar juga bisa membantu kita memprediksi teks yang sedang kita baca. Kalau sedang menggunakan strategi ini, rasanya saya sedang menjadi seorang DETEKTIF! Hehehe...

Strategi kedua adalah VISUALIZE atau membayangkan. Pada dasarnya, di strategi yang satu ini, kita membuat gambaran dalam imajinasi kita tentang kejadian yang sedang terjadi dalam teks. Selain itu, bisa juga kita membayangkan orang, benda, atau tempat yang sedang digambarkan dalam teks, dan lain sebagainya. 

Saat kamu menggunakan strategi ini, coba tanyakan pada dirimu sendiri: "When I close my eyes, what can I see?" atau "What can I imagine now?" Cobalah berhenti membaca sejenak dan visualisasikan bahan bacaan kamu dengan sejelas-jelasnya. Asyik loh bermain dengan imajinasi kita sendiri dengan bahan bacaan yang sedang kita baca!

Ketiga adalah CONNECT. Dengan menghubungkan apa yang kita baca ke dalam kehidupan kita sehari-hari, proses membaca menjadi lebih bermakna. Strategi ini membuat kita mengingat kembali hal-hal yang pernah kita alami, pernah kita lihat, baca, atau dengar sebelumnya. 

Saya biasanya hadir dengan pertanyaan "The text reminds me of ..." atau "What I am reading now is very similar to ..." Koneksi ini membuat saya sadar bahwa apa yang saya baca terhubung langsung dengan kehidupan saya dan pastinya membawa manfaat. 

http://wallpaper.pickywallpapers.com/2560x1440/girl-reading-book-in-hammock-wallpaper.jpg

Strategi keempat adalah QUESTION. Saat membaca, cobalah bikin otak kita menjadi aktif dengan cara mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang bahan bacaan yang kita miliki. Dengan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, sebenarnya kita mengajak diri kita untuk belajar lebih jauh dan untuk tahu lebih banyak. 

Misalnya, saat membaca, cobalah tanyakan pada diri kita sendiri: "What does this phrase mean?", "Why is this text important for me?", "Why am I reading this?", dan lain sebagainya. Memang sih terasa agak aneh ketika harus tanya jawab sendiri, tapi dengan ini (sekali lagi saya sampaikan) justru kita belajar dengan lebih banyak lagi. Bermanfaat, dude!

Yang kelima adalah CLARIFY. Nah, di strategi pertama (PREDICT), kita 'kan sudah mencoba menjadi seorang detektif dengan cara menebak-nebak tuh. Nah, di strategi ini, kita mencoba untuk mengklarifikasi apa yang sudah kita tebak. Kita menggali informasi di dalam teks untuk mencari kebenaran dari apa yang sudah tadi kita tebak dan mungkin bayangkan. 

Pada strategi ini, di benak saya biasanya muncul pertanyaan: "Is it true that ...", "How can I clarify my prediction?", atau "Why isn't what I guess true?". Terkadang, saat saya menemukan fakta yang berseberangan dengan apa yang sudah saya tebak, saya tertawa kecil dan berkata "Wah, sotoy juga gue nih ..." di dalam hati. Tapi saat prediksi kita bisa diklarifikasi dengan konten yang ada dalam teks yang kita miliki, happy juga kok rasanya! Hehehe... Anyway, di strategi ke-5 ini, kita juga bisa membuat ringkasan tentang apa yang kita baca, loh.

Nah, strategi yang terakhir adalah EVALUATE. Ya tepat sekali. Kita harus melakukan evaluasi terhadap keseluruhan teks yang kita baca. Kita cek apakah kita benar-benar memahami secara keseluruhan teks yang sedang kita baca. Berikan juga OPINI personalmu terhadap apa yang kamu baca. 

"Ah, now I understand. So ...", "I love the writer tells me about ... It makes me know that ...", "The part about ... is really easy to understand. The information is so helpful!" Inilah yang biasanya saya katakan seusai membaca. Saya mengevaluasi, menyimpulkan, dan juga memberi opini. 

http://www.zastavki.com/pictures/originals/2015/People_A_guy_and_a_girl_reading_a_book_097599_.jpg

So, itulah 6 Strategi Dalam Reading yang ingin saya bagikan dalam artikel ini. Bagaimana menurut kamu? Kapan kira-kira kamu akan menerapkan ke-6 strategi ini? ^.^

Saya tantang kamu untuk mengaplikasikan 6 strategi ini saat kamu membaca. Setelah mempraktikkannya, silahkan bagikan pengalaman kamu di kolom KOMENTAR pada artikel ini, tag saya di social media saya di twitter dan Instagram @aditriasmara. Kamu juga bisa membagikan pengalamanmu itu di group Facebook khusus belajar bahasa Inggris DISINI

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan SHARE yaa. Sharing is caring! ^.^
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com