Adi Triasmara

Adi Triasmara

Trainer Bahasa Inggris

Adi Triasmara kerap memberikan pelatihan bahasa Inggris untuk pelajar serta mahasiswa. BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta dan FSI - FISIP Universitas Indonesia pernah memakai jasanya.

Trainer Public Speaking

Adi Triasmara juga merupakan trainer public speaking yang fokus dalam teknik desain slide presentasi yang memukau. Ia juga merupakan salah satu kontributor utama dalam portal pembelajaran public speaking - www.TeknikPublicSpeaking.com.

Penulis Buku Pengembangan Diri

Bersama dengan 8 anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia dan penulis buku best-seller "Studentpreneur Guidebook" - Arry Rahmawan, Adi Triasmara menuliskan sebuah buku pengembangan diri "Sekeping Cinta".

Anggota Lingkar Trainer Muda Indonesia

Adi Triasmara merupakan anggota aktif dari komunitas trainer muda terbesar di Indonesia: LTMI (Lingkar Trainer Muda Indonesia). LTMI juga merupakan bagian dari CerdasMulia Institute - cerdasmulia.net.

Guru Bahasa Inggris Professional

Selain aktif menulis dan memberikan pelatihan bahasa Inggris dan public speaking, Adi Triasmara juga merupakan seorang guru bahasa Inggris professional di salah satu sekolah swasta di Bintaro, Tangerang Selatan.

Tuesday, March 20, 2018

Yuk Cari Tahu 3 Manfaat Belajar Public Speaking yang Penting Untukmu!



Motivator Muda Indonesia | Workshop Public Speaking di Jakarta | "If you want to be a leader, you had better be able to communicate." (Paul A. Argenti)

Pernah nggak sih kamu kepikiran, "Kenapa ya sejak zaman sekolah hingga perguruan tinggi, kita dilatih dan diminta untuk berani bicara di depan publik dan melakukan presentasi?"

Lalu kamu mungkin bertanya-tanya, "Mmm.. Apa sih sebenarnya manfaat public speaking?", "Kenapa sih saya harus belajar public speaking?", atau "Apa iya saya perlu mempelajari public speaking?". Jika kamu memiliki pertanyaan-pertanyaan itu, maka kamu sedang membaca artikel yang tepat!

Di artikel ini kamu akan tahu 3 Manfaat Belajar public Speaking yang paling utama!

Tapi sebelum membahas secara khusus tentang manfaat belajar public speaking, saya ingin memaparkan satu hal yang mendasar: Pada hakikatnya, semua orang harus bicara di depan publik. 

Kenapa saya bilang seperti itu?

Karena semua orang ingin menjadi orang yang sukses! Dan setiap orang yang sukses, pasti - mau nggak mau - HARUS, WAJIB, MUSTI bicara di depan publik. Coba perhatikan, orang-orang sukses seperti Steve Jobs, Nelson Mandela, Ir. Soekarno, Oprah Winfrey, Bill Gates, Cristiano Ronaldo, Chairul Tanjung pasti pernah bicara di depan banyak orang. 

Mereka adalah sosok panutan yang inspiratif bagi banyak orang. Alhasil, banyak orang yang mau belajar dari mereka. Banyak orang yang meminta mereka membagikan kisah hidupnya, membagikan pengalaman, sekaligus tips-tips meraih kesuksesan. Maka, sekali lagi, mau nggak mau mereka harus berbicara di depan umum. 

"Apakah harus sukses dulu baru bicara di depan publik?"

Tidak. Sebaliknya. Kamu harus belajar public speaking dari sekarang agar kamu bisa menjadi orang yang jauh lebih hebat, jauh lebih sukses. Penjelasan ini akan saya bahas di poin pertama tentang 3 Manfaat Belajar Public Speaking yang utama:


1. MENAIKKAN KUALITAS DIRI

Dalam buku LESSON FROM THE TOP, Thomas J. Neff dan James M. Citrin, menuliskan satu pembelajaran yang sangat menarik. Mereka mewawancarai 50 orang paling sukses di Amerika. Beberapa diantaranya adalah Bill Gates (Microsoft), Howard Schultz (Strabucks), Ralph Larsen (Johnson & Johnson), dan Jack Welch (General Electric).

Neff dan Citrin menanyakan rahasia kesuksesan ke-50 tokoh tersebut. Dari hasil wawancara, ditemukan satu benang merah yang sangat jelas. Secara umum, ke-50 orang paling sukses di Amerika itu sepakat kalau SOFT SKILLS, seperti misalnya inovasi, daya pikir kritis, semangat, manajemen diri, dll., adalah KUNCI KESUKSESAN mereka. Kemampuan komunikasi yang baik adalah satu diantaranya. 

Bahkan, dalam "10 Common Traits of the Best Business Leaders" yang dirangkum di buku "Lesson from the Top", GREAT COMMUNICATION SKILLS ada di urutan ke-3 sebagai faktor paling penting, setelah Passion dan Intelligence di urutan ke-1 dan ke-2. 

Jadi, kalau kamu ingin menjadi orang yang sukses, pelajarilah ilmu public speaking dari sekarang!


2.  MENGUBAH ORANG. 

Steve Jobs, Nelson Mandela, Barrack Obama, dan Bung Tomo. Apa kesamaan dari keempat orang yang baru saja saya sebutkan? Terkenal? Pasti. Berjasa? Iya. Tentu selain kedua hal itu, satu persamaan lainnya adalah mereka memiliki kemampuan Public Speaking di atas rata-rata, yang mampu mengubah, yang mampu menggugah, dan menggerakkan orang. 

Dengan kemampuan preentasinya yang baik, Steve Jobs membuat orang berbondong-bondong antri produk keluaran Apple terbaru. Nelson Mandela dan Barrack Obama adalah sosok pemimpin negara yang sangat berpengaruh. 

Bung Tomo, seperti yang kita tahu, menggelorakan semangat rakyat Surabaya pada tanggal 10 November 1945 dalam peperangan yang tercatat sebagai salah satu momen penting di Indonesia. 

Dengan kemampuan public speaking, kita bisa mengubah orang, membawa kebaikan ke banyak orang. 


3. MEMBANGUN JARINGAN PERTEMANAN

Saya yakin kamu sadar akan pentingnya NETWORK dalam proses menuju kesuksesan. Kita nggak akan bisa menuju puncak kesuksesan sendirian. Kita membutuhkan dukungan dan bantuan orang lain. 

Banyak orang hadir ke seminar, workshop, gathering, dan acara-acara publik lainnya untuk membangun network yang mereka miliki. Mempunyai kemampuan public speaking yang baik membuat kita mampu membangun network dengan lebih efektif. Kita akan lebih mudah dikenal oleh orang lain. 

Kalau kemampuan public speaking-mu baik, akan banyak orang yang mengenalmu. Dan seperti pepatah lama tentang kesuksesan dan networking: "Bukan tentang siapa yang kamu kenal, tetapi siapa yang mengenalmu."

* * * 

Itulah 3 Manfaat Belajar Public Speaking utama yang penting untuk kamu ketahui. Kalau kamu mau belajar Public Speaking dengan lebih jauh lagi, belajarlah dari ahlinya dengan membaca artikel "Ingin Jadi Pembicara Publik yang Sukses? Simak 5 Nasihat Juara Dunia Toastmasters Ini!"

Wednesday, March 14, 2018

"Yuk Pilih Pandji di 2019!" Ternyata Ini yang Dimaksud GR8 MARKETING di Buku Indipreneur!



Rabu, 13 Maret 2018 | PILIH PANDJI DI 2019! | Pandji Pragiwaksono akhirnya beri kepastian kemana dan bersama siapa ia akan maju di 2019! 

"Sudah kuduga...!", "Oh, ternyata ini ya!", "Niat banget, asli!", "The best marketing strategy", "Keren bang cara lu!" adalah beberapa respon warganet a.k.a netizen di platform media sosial twitter dan Instagram milik Mr. World Tour, Pandji Pragiwaksono.

Apa yang mereka tanggapi? 

Tentu saja tentang pengumuman di website pilihpandji.com tentang Stand Up Comedy World-Tour Pandji yang bertajuk #PRAGIWAKSONO. Kenapa pengumuman ini memicu reaksi beragam? Reaksi yang (mungkin saja) membuat begitu banyak orang, termasuk saya, kesal-kesal gemas pada Pandji.

Jawabannya adalah karena selama beberapa waktu belakangan,Pandji memunculkan sebuah trigger yang GOKS! Memunculkan #trigger yang membuat banyak orang memiliki #asumsi nya masing-masing. Mulai dari penikmat karyanya (termasuk saya), orang-orang yang berselisih paham darinya, media nasional, hingga parpol dan juga politisinya.

Sederhananya, mungkin kamu sudah tahu, selama beberapa minggu terakhir ini Pandji gencar nge-post, nge-tweet, dan upload video ke YouTube yang seolah menunjukkan bahwa dia bakal terjun ke dunia politik dan menjadi bagian dari Pemilu 2019. 

Ada poster, ada jargon atau slogan #SalamPersatuan, ada handsign, ada baliho, ada website dengan sistem countdown, ada foto-fotonya saat bertemu beberapa tokoh partai, bahkan ada ajakan untuk bergabung menjadi RELAWAN PILIH PANDJI 2019! 




Memang Pandji nggak pernah bilang kalau doi bakal nyaleg. Tapi, apa yang dia unggah, apa yang dia katakan, apa yang dia lakukan (seperti 'menyapa warga' di CFD), secara nggak langsung menggiring opini publik bahwa Mr. World Tour akan segera maju ke ranah politik tanah air. 

Sebagai penikmat karyanya, jujur saya meyayangkan langkah itu. Kenapa? Karena saya akan saaaaangat merindukan karya-karyanya di dunia hiburan (StandUp Comedy) dan di dunia pendidikan (buku-bukunya). Walaupun pada akhirnya saya mencoba mengerti pilihannya dan mendukungnya karena saya yakin bahwa orang-orang yang cerdas dan baik perlu maju ke panggung politik. 




Anyway...

Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba! Sesuai dengan countdown yang ada di website pilihpandji.com, pengumuman kemana dan bersama siapa Pandji "merapat" di 2019 akan diumumkan pada pukul 06.00 WIB. 

Dan pada hari ini, di jam 6 pagi, website pilihpandji.com sempat down karena (menurut saya pribadi) ada banyak orang yang sudah menunggu-nunggu, yang kepo, dan yang coba masuk ke websitenya dan mencari tahu "pilihan" Ayah Shira dan Dipo ini. 

Nggak kehabisan akal, saya langsung main ke twitter dan mencoba mencari tweet-tweet terbaru yang berkaitan dengan Pandji. Dan apa yang saya temukan? Tadaaaaa! 



"KENA DEH!" Mungkin ini yang diucapkan Pandji pagi tadi saat melihat tab mention di twitternya. 

Yes, lewat pilihpandji.com, doi mengumumkan bahwa ia memilih untuk kembali melakukan World-Tour untuk StandUp Comedy-nya! Jagat netizen pun ramai seketika, saudara-saudara! BOOM! Pandji sukses "ngerjain" banyak orang. 

Bagi saya, meskipun saya merasa sedikit kesal karena jadi "korban" #KenaDeh nya Pandji, tapi saya merasa bahagia! Akhirnya saya bisa kembali menyaksikan pertunjukan komedia kelas dunia ala Mr. World Tour karena sebelumnya saya juga menjadi satu dari 3500 orang yang menyaksikan #JuruBicara Stand Up Comedy World Tour di Jakarta

Nggak cuma sukses "ngerjain" orang, tapi menurut saya, Pandji sukses membuat konsep MARKETING GENDENG untuk tur nya itu! 

"Hanya" bermodalkan media sosial, ia sukses membuat begitu banyak orang AWARE bahwa ia akan kembali melaksanakan World-Tour. What an out-of-the-box, brilliant, and courageous strategy! It's amazing!

Sadar kalau ini adalah strategi marketing yang luar biasa, saya coba kembali membuka buku #Indipreneur yang ditulis Pandji dan secara khusus membuka Chapter GR8 STRATEGY. Saya kutip satu bagian di halaman 122 yang menjadi kunci penting: 

"Itulah mengapa semboyan promosi produk itu sepertinya sama: SEBANYAK-BANYAKNYA, SECEPAT-CEPATNYA."

Saya coba (sok-sokan) menganalisa. 

Pandji sengaja membuat konten-konten yang memancing asumsi banyak orang, yang bagi sebagian orang rancu, yang membuat Pandji "hangat" dalam perbincangan. Semakin hangat, semakin banyak orang yang mencari tahu. 

Website pilihpandji.com juga sepertinya dengan sengaja dedesain dengan sebuah countdown agar ia bisa mengumpulkan masa yang banyak tadi pada satu waktu yang sama. 

Dengan dua hal ini, ia memberikan CONTOH SUPER REAL dari apa yang ia tulis di buku #Indiepreneur-nya. Ia "mengumpulkan" sebanyak-banyaknya orang dan menyebar informasi world-tour nya dengan secepat-cepatnya dalam satu waktu yang sama. GOKS! 




Masih di buku dan chapter yang sama, #Indiepreneur - GR8 MARKETING (tepatnya di halaman 127), Pandji juga menekankan kalau untuk menarik perhatian, memancing antusiasme dan menimbulkan hasrat untuk membeli karya kita, kita harus memanfaatkan JEJARING SOSIAL untuk berpromosi. 

Ada dua alasan yang mendasari hal itu: Pertama, karena jejaring sosial adalah media gratis yang bisa digunakan untuk menerbitkan apapun demi kepentingan kita dan kedua, karena kita bisa membangun keintiman dengan penikmat karya kita. 

Again, lewat promo #PRAGIWAKSONO StandUp Comedy World-Tour ini, Pandji memberikan CONTOH SUPER REAL dari apa yang ia tulis. 

Wah, kalau mau diulas lebih jauh lagi sih kayaknya semua yang doi lakukan untuk promo ini memang jadi contoh yang sangat nyata tentang semua hal yang ia tulis di #Indipreneur. Saran saya, beli aja deh bukunya! Bukan promosi, tapi rekomendasi. 

So, to sum everything up, saya berbahagia atas pilihan bang Pandji dan salut atas strategi marketing dahsyat yang dia jalanin! Nampaknya ini bisa dijadikan pembelajaran yang sangat berharga buat banyak orang terutama yang bergerak di dunia entrepreneurship. 

Tahun 2018 memang baru sampai di bulan Maret, tapi saya tahu bahwa ada satu tanggal di tahun 2019 yang akan saya tandai mulai dari sekarang: 26 JANUARI 2019 - #PRAGIWAKSONO World-Tour Jakarta.




Sunday, March 11, 2018

Ingin Jadi Pembicara Publik yang Sukses? Simak 5 Nasihat Juara Dunia Toastmasters Ini!

Tips-Public-Speaking-Nasihat-Juara-Dunia-Toastmasters

Motivator Muda Indonesia | Workshop Public Speaking di Jakarta"Jika ingin menjadi orang yang ahli pada satu bidang, maka belajarlah dari orang-orang terbaik di bidang tersebut karena kesuksesan mereka meninggalkan JEJAK." 

Saya yakin kamu pasti setuju dengan pernyataan itu, betul? Jika ingin menjadi ahli di bidang memasak, ya belajarlah dari para chef terhebat di dunia. Jika kamu ingin ahli di bidang marketing, ya belajarlah dari world-best marketers. 

Lalu bagaimana jika kamu ingin ahli dalam dunia Public Speaking? Mudah saja: Belajarlah dari orang-orang yang keahlian public speaking-nya sudah diakui masyarakat luas. 

Di artikel ini, saya akan membagikan tips sekaligus nasihat juara dunia Toastamasters bagi kita yang ingin sukses di dunia Public Speaking. Asyik banget, 'kan? Pastinya dong! 

Tapi sebelumnya, izinkan saya menggarisbawahi satu hal tentang Public Speaking yang wajib kita sepakati. Hal itu adalah: 

Public Speaking merupakan sebuah SENI yang BISA DIPELAJARI. Setujui hal ini karena memang this is very fundamental. Layaknya bermain gitar, naik sepeda, memasak, melukis, atau menulis cerita fiksi, PUBLIC SPEAKING terdiri dari beberapa teknik kunci yang sangat amat bisa dipelajari. 

Jadi, kalaupun saat ini kamu merasa bahwa kemampuan public speaking masih pas-pasan bahkan cenderung buruk, tenang saja! Kamu membaca artikel yang tepat karena disini kamu bisa mulai belajar memperbaiki diri. 



Jujur, dulu, saya juga orang yang selalu merinding disko ketakutan saat harus berbicara di depan publik. Kamu pasti tahu dong ya rasanya gimana kalo harus ngomong di depan umum? Hehehe..

Tapi Alhamdulillah, setelah saya belajar secara mandiri dan berguru pada orang-orang yang ahli di bidang public speaking seperti salah satunya adalah Mr. Ongky Hojanto, pakar public speaking versi Koran Kontan dan penulis buku Public Speaking Mastery, kemampuan public speaking saya meningkat drastis. 

Bahkan, selama beberapa tahun terakhir ini saya malah sangat akrab dengan dunia seminar dan training pelatihan di beberapa kota. 

By the way... kita kembali ke topik ya! 

So, inilah nasihat juara dunia ToastmastersDananjaya HETTIARACHCHI(2014), Mohammed QAHTANI (2015), Darren TAY (2016), dan Manoj VASUDEVAN (2017), buat kamu yang ingin sukses di dunia Public Speaking:


1. Tentukan Pesan Utama yang Mau Kamu Sampaikan



Sebelum membuat materi presentasi dan akhirnya tampil dihadapan publik, tentukanlah terlebih dahulu PESAN UTAMA apa yang ingin kamu sampaikan. Hettiarachchi mengatakan kalau kesalahan yang umum dilakukan oleh pembicara publik adalah mereka fokus pada TEMA, bukan pada PESAN.

Contohnya, saat membawakan materinya yang berjudul 'The Power of Words', Qahtani fokus pada pesan utamanya: Kata-kata memiliki kekuatan yang besar dalam hidup. Bahwa kata-kata bisa menjatuhkan kehidupan seseorang atau sebaliknya, justru bisa membawanya ke kehidupan baru yang lebih baik. 

So, sebelum menentukan hal-hal teknis lain seperti pengembangan materi atau delivery, tentukan dulu pesan utama yang ingin kamu sampaikan. Maka setelahnya, seperti kata Tay, akan lebih mudah. 


2. Gunakan Conversational Language


"Dalam setiap kelas, bahkan dengan jumlah audiens yang sangat banyak, saya secara acak memilih orang-orang yang mendengarkan saya. Saya menatapnya dan bercakap dengannya," kata Vasudevan.

Betul bahwa kadang seorang pembicara publik harus sedikit menggunakan unsur teatrikal saat membawakan materinya. Tapi, ada satu kunci yang nggak boleh hilang: GENUINE CONNECTION. Bagaimana cara menghasilkan koneksi yang genuine itu? Tentu dengan berbicara, memilih bahasa conversational dimana seolah kita sedang berbicara dengan seseorang yang duduk satu meja dengan kita. 

Hettiarachchi menambahkan, "A speech should be CONVERSATIONAL, not theatrical."

3. Libatkan Unsur Dinamika Emosi saat Berbicara



Mungkin kamu pernah menghadiri seminar atau kelas yang dibawakan dengan ringan dan penuh tawa sepanjang sesinya. Tapi saat sesi itu selesai, kamu nggak mendapatkan esensi apa-apa dari kelas tersebut. 

Atau bisa jadi, kamu hadir di sebuah kelas yang secara esensi, banyak yang bisa kamu dapatkan. Namun kamu merasa lelah karena materi kelasnya dibawakan dengan kaku dan membosankan. 

Memberikan DINAMIKA EMOSI audiens sangat penting dalam sebuah sesi Public Speaking. Qahtani membuka sesinya dengan sebuah set yang ditujukan untuk membuat audiens tertawa. Apa tujuannya? Tentu untuk menghadirkan suasana yang lebih rileks. 

BACA JUGA: 
"Wajib Tahu! Ini Dia Manfaat Humor dalam Presentasi"

Dalam hal ini, Hettiarachchi memberikan analogi yang menarik. Ia menyampaikan bahwa apa yang kita sampaikan harus memiliki dinamika seperti roller-coaster. Ada naik, ada turun, ada belok, ada memutar. Sederhananya, dalam setiap sesi yang kita bawakan, emosi audiens sebaiknya beragam. Ada momen dimana mereka tertawa, menyimak penjelasan kita, berinteraksi dengan audiens yang lain, dan lain sebagainya.  


4. Perkuat Pesan dengan Bahasa Tubuh yang Mengalir


Keempat juara Toastmasters yang kita jadikan referensi di artikel ini sepakat bahwa bahasa tubuh a.k.a. Body Language adalah satu hal yang banyak menjadi masalah bagi pemula. Kenapa? Karena para pemula itu memikirkannya secara berlebihan! 

Betul bahwa penggunaan bahasa tubuh itu penting. Bahkan, saat penting. Ada dasar-dasar bahasa tubuh yang wajib diketahui oleh setiap pembicara publik. Kalau kata Merry Riana, ini disebut FULL-BODY COMMUNICATION

Tapi, jangan terlalu kaku. Saat tampil, biarkan bahasa tubuh mengalir secara natural. Bagaimana caranya? Yaitu dengan benar-benar menghayati apa yang kita sampaikan. "Bahasa tubuhmu akan mengikuti suara yang kamu keluarkan," kata Vasudevan.

Bahasan tentang ini juga menjadi topik yang saya bawakan di TIME TO SPEAK - Workshop Public Speaking buat pemuda di Jakarta awal bulan Mei 2018 nanti. Menarik!


5. Jangan Pernah Lupakan CALL TO ACTION



Setiap presentasi tentu memiliki objectives atau tujuan yang berbeda-beda. Ada yang ditujukan untuk memberikan informasi, menanamkan pengetahuan, menjual produk atau jasa, menginspirasi, dan lain sebagainya. 

Namun, ada satu hal yang disarankan oleh keempat juara Toastmaster di atas: Tinggalkan Audiens dengan CALL TO ACTION.

Apa itu Call to Action? 

Seperti namanya, call to action adalah sebuah ajakan yang kita sampaikan sebagai public speaker kepada audiens untuk BERTINDAK. Tindakan ini tentu disesuaikan dengan tujuan presentasi kita. Apakah bertindak untuk segera menerapkan ilmu pengetahuan yang baru saja kita sampaikan, bertindak untuk membeli produk atau jasa yang kita tawarkan, bertindak untuk hidup dengan lebih baik lagi, atau apapun itu. 

* * * 

So, itulah 5 Nasihat Juara Dunia Toastmasters buat kamu yang mau jadi pembicara publik yang kece! Semoga artikel ini bermanfaat ya. Simak terus blog ini atau follow Instagram saya @aditriasmara buat dapetin info-info menarik lainnya seputar public speaking. 

Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat!

Oiya, saya hampir lupa!

Buat kamu pemuda usia 17-26 tahun yang masih suka takut buat bicara di depan publik dan mau tahu sekaligus BISA untuk TAMPIL PERCAYA DIRI, BERDAMPAK, dan ORIGINAL di depan publik, JOIN Workshop TIME TO SPEAK yuk! 

Ini dia informasinya: 


Workshop-Public-Speaking-di-Jakarta




























N.B: 
*) GARANSI 100% Uang Kembali jika tidak bermanfaat.
*) KUOTA KELAS TERBATAS. Saat tulisan ini diterbitkan, kuotanya hanya sisa untuk 7 orang lagi. Buran daftar ya, siapa cepat dia dapat! :)

Friday, February 23, 2018

6 Sikap Tepat untuk Menghadapi Kritikan

6-sikap-menghadapi-kritikan


Motivator Muda Indonesia | Setiap orang memiliki sikapnya masing-masing dalam melihat dan menghadapi kritikanSebagian orang melihat kritik sebagai sebuah media evaluasi dan pengembangan diri. Namun, bagi sebagian orang lainnya, kritikan adalah hal yang pahit untuk diterima. Mereka membencinya dan mencoba sebisa mungkin untuk menjauh darinya.

Saya sempat bertanya-tanya di dalam diri saya sendiri:

"Kenapa ya orang terluka karena kritik? Jadi baper, jadi ngambek, jadi nggak enak hati, dan lain sebagainya. Lalu, sikap seperti apa yang sebaiknya kita miliki saat menghadapi kritik?"

Setelah saya coba analisa lebih dalam dan mencari jawaban dari berbagai sumber, saya menemukan jawabannya. Aha! Di artikel ini, izinkan saya berbagi pandangan tentang hal ini ya!

Satu dari banyak hal yang menjadi penyebab kenapa seseorang terluka karena kritik adalah karena ia nggak FOKUS pada esensi atau pesan utama dari kritik itu sendiri. Lalu, apa yang menjadi fokusnya? Jawabannya adalah delivery atau bagaimana kritik itu disampaikan oleh orang lain. 

Banyak kritik yang secara esensi sangatlah membangun. Namun sayangnya, kadang memang kritik tersebut disampaikan dengan cara yang kurang pas dengan apa yang kita inginkan. Dengan nada dan gestur yang nggak bersahabat, misalnya. Nah, ketika kita fokus pada bagaimana sebuah kritik disampaikan, bisa jadi kita akan mudah merasa tersinggung atau terluka hatinya. 

Menurut saya pribadi, hal ini sangat disayangkan. Kenapa? Karena setidaknya ada DUA KERUGIAN yang akan kita dapatkan.

PERTAMA, bisa jadi kita akan kehilangan FEEDBACK yang sangat bermanfaat. Karena kita fokus pada bagaimana kritik itu disampaikan, kita kehilangan pesan inti yang pada dasarnya bisa sangat membangun.

KEDUA, bisa jadi kita akan kehilangan seseorang yang berharga. Let me explain...

Saat kita menerima kritik dan fokus pada bagaimana kritik itu disampaikan lalu kita marah atau tersinggung, respon pertama yang biasanya terlihat adalah kita mencoba mengeluarkan DEFENSE. Kita mencoba mencari pembenaran. Kita mencoba bertahan, bahkan menyerang balik. Kita mulai mencari alasan yang sekiranya bisa membuat diri kita "menang". 

Apa yang akan terjadi kemudian? Biasanya akan terjadi perdebatan karena kedua pihak sama-sama ingin didengar dan dianggap benar. Apa efeknya? Perdebatan itu akan memicu perpecahan kalau nggak disikapi dengan bijak. Orang yang memberi kita kritik akan enggan memberi masukan lagi kepada kita karena bisa jadi ia kemudian akan malas untuk berdebat. 

Kita bisa kehilangan seseorang yang bisa memberikan feedback atau masukan-masukan yang membangun untuk kita. 

Nggak mau dong dua kerugian ini menimpamu? :)

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan? 

Menurut Justin Bariso (penulis EQ Applied), saat menghadapi kritikan, ada 6 hal yang dilakukan oleh orang-orang dengan Emotional Quotient (kecerdasan emosional) yang sangat baik. Ke-6 hal tersebut adalah: 

1.) TIDAK Mengecilkan Masalah
Saat menerima kritik, kadang kita berpikir: "Ih, ngapain sih ngasih kritik tentang hal itu? Itu kan nggak penting!" Bisa jadi, sesuatu bagi kita tidaklah penting. Tapi bagi orang yang memberi kritik, bisa jadi itu adalah hal yang sederhana namun sangat esensial untuk perkembangan diri kita. Ingat, kadang hal-hal yang sederhana justru bisa menjadi pembeda antara orang yang sukses dan gagal. 

2.) TIDAK Menjelaskan 
Jika seseorang yang memberikan kritik nggak mengajukan pertanyaan pada kita, bisa jadi artinya ia nggak membutuhkan penjelasan apapun terhadap apa yang kita lakukan. Ia hanya fokus memberikan masukan untuk perbaikan diri kita. Kalau kita mencoba menjelaskan, padahal nggak diberi pertanyaan, bisa jadi kita akan mulai memunculkan sistem pertahanan diri akan sebuah kritik.

3.) TIDAK Beralasan
Jika misalnya seseorang memberikan kritik bahwa tulisanmu buruk, nggak perlu mencari banyak alasan. Misalnya seperti mengatakan bahwa kamu terburu-buru saat menulis, kamu nggak punya banyak referensi, dan lainnya. Tanyakan saja MENGAPA ia mengatakan bahwa tulisan kita buruk dan dengarkan dengan seksama poin-poin yang akan ia sampaikan.

4.) TIDAK Melakukan Pembenaran
Poin ini erat kaitannya dengan Poin 3 di atas. Tentu memang kadang ada hal-hal yang nggak bisa kita kontrol yang mempengaruhi hasil yang kita raih dalam melakukan sesuatu. Namun, ketahuilah bahwa saat kita mekakukan pembenaran, kita akan menutup gerbang masuknya pesan-pesan yang membangun saat menghadapi kritikan. 

5.) TIDAK Mengalihkan Poin Utama
Kunci utama untuk memperbaiki kelemahan yang kita miliki adalah MENYADARI bahwa kelemahan itu memang benar adanya. Kadang kita merasa risih saat orang lain menyoroti kelemahan yang kita miliki, meski niatnya baik. Sehingga, kita berusaha "lari" dan mencari poin bahasan lain sesegera mungkin. Sadarilah bahwa dengan fokus pada poin utama, kita akan lebih mudah untuk memperbaiki diri kita.  

6.) TIDAK Menyalahkan Orang Lain 
Blaming. Sebuah hal yang sangat membahayakan. Dengan menyalahkan orang lain, kita akan melepaskan tanggung jawab yang ada di dalam diri kita. Nah, dengan melepas tanggung jawab, maka kita juga telah melepas kekuatan yang ada di dalam diri kita. Untuk memahami hal ini lebih lanjut, kamu bisa membacanya disini: Suka Menyalahkan Orang Lain? Pahami Resiko Buruk Ini!

* * *

Kamu bisa baca penjelasan lengkap tentang 6 sikap ini di artikel yang Justin tulis di inc.com. Buat kamu yang masih kurang jelas dan membutuhkan penjelasan lebih, tinggalkan pertanyaan kamu di kolom komentar yaa. Kamu juga bisa DM saya via Instagram @aditriasmara

Nah, bagaimana denganmu? 

Apa yang selama ini menjadi FOKUS-mu saat orang lain memberi kritik? Lalu, bagaimana sikapmu saat menghadapi kritikan? :)

Baca juga: 
Cara Memberikan Kritik yang Berdampak ala "Radical Candor"

Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat! 

Wednesday, January 31, 2018

Tahukah Kamu? Inilah 13 Frasa bahasa Inggris yang Berkaitan dengan Dating dan Relationship

Frasa-Bahasa-Inggris-tentang-Dating-Relationship


Hallo, sahabat pembaca aditriasmara.com! Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga makin DAHSYAT ya! Aamiin.. Anyway, di artikel ini, saya akan membagikan 13 Frasa bahasa Inggris yang berkaitan dengan Dating dan Relationship. 

Are you in a relationship? Or ... Are you jomblo? :p

Anyway, tanpa perlu berlama-lama lagi, inilah ke-13 frasa yang saya maksud:

1. Fancy somebody. 
Arti: Menyukai seseorang
Contoh: "It's clear that James fancies Helen."

2. Chat somebody up
Arti: Menghubungi seseorang via pesan chat
Contoh: "You know what? He chats me up everyday!"

3. Fall in love (with somebody)
Arti: Jatuh cinta pada seseorang
Contoh: "I think I'm falling in love with her."

4. Ask somebody out 
Arti: Mengajak seseorang keluar (dating)
Contoh: "Why are you still here? I thought James asks you out this evening." 

5. Go out (with somebody)
Arti: Pergi bersama
Contoh: "Is he going out with Sarah? I can't believe this!"


6. Get on well (with somebody)
Arti: Akrab, memiliki hubungan yang baik dan dekat.
Contoh: "After few months, Diana finally gets on well with David."

7. Fall out (with somebody)
Arti: Bertengkar, beradu argumen.
Contoh: "I don't think they are good to be together. They just fall out almost everyday!"


8. Split up (with somebody)
Arti: Berpisah, putus
Contoh: "Have you heard that Jill splits up with Michael?"

9. Make up (with somebody)
Arti: Berdamai setelah bertengkar
Contoh: "I finally make up with my girlfriend, mate. I apologized to her last night."

10. Get engaged (to somebody)
Arti: Bertunangan
Contoh: "He proposed me last night! OMG! I still can't believe that I finally got engaged to him!"

11. Get married (to somebody)
Arti: Menikah
Contoh: "This is a very special weekend, everyone! My son is getting married!" 

12. Get divorced
Arti: Bercerai
Contoh: "Isn't that sad to know that Julia and Robert got divorced?"

13. Get back together (with somebody)
Arti: Rujuk, menjalin hubungan kembali
Contoh: "Do you have a plan to get back together with Maria?"

* * * 

So, itulah 13 Frasa bahasa Inggris yang berkaitan dengan Dating dan Relationship. Semoga bermanfaat ya! ^^

Anyway, kalau kamu mau dapetin update informasi dan tips belajar bahasa Inggris yang efektif, mudah, dan menyenangkan, yuk JOIN channel Telegram SIMPLE & EASY ENGLISH. 

Klik aja link nya: 

Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat! ^^

Saturday, January 20, 2018

1 Kunci dari "PENA RASA" ini Bisa Membantumu Jadi Penulis Sukses


WELCOME TO MY 100th BLOG POST! *Ngetik sambil potong tumpeng*

Motivator Muda Indonesia | Yup, ini adalah tulisan saya ke-100 di blog ini. Thanks buat kamu pembaca setia blog aditriasmara.com. Semoga blog ini bisa terus bawa manfaat dan ngasih pengetahuan plus inspirasi baru buat kamu ya! Aamiin.. 

Anyway, saya sadar banget kalau sebelum saya membuat tulisan ini, saya sudah menulis 99 artikel. Sebenarnya, banyak inspirasi yang mau saya tuangkan di artikel-artikel baru. Tapi, karena saya mau tulisan ke-100 saya di blog ini adalah tulisan tentang satu hal yang ISTIMEWA, yang special, jadi saya sengaja menunda untuk membuat post baru di blog ini. 

So, saya menunggu sampai saya menemukan sesuatu yang benar-benar special untuk ditulis. Saya terus menunggu dan menunggu sampai akhirnya hari ini datang, Minggu - 20 Januari 2018. I finally find something SPECIAL that deserves a special place in my personal blog. 

Apa itu? 

PENA RASA, sebuah kelas menulis kreatif oleh Sri Izzati. Waaa... Acaranya seru banget! Di kelas ini, Izzati berbagi begitu banyak hal menarik tentang dunia kepenulisan. Hal-hal itu sering bikin saya manggut-manggut di kelas sambil bilang, "Ooo..ternyata gitu yaa.." 

Nggak hanya dapat ilmu dan point of view yang baru seputar dunia menulis, saya dan teman-teman peserta lain juga dapat kesempatan buat langsung praktik. Ditambah lagi, kami bisa langsung dapet feedback dari Izzati. GOKS! 

Buat kamu yang hobi nulis atau mau jadi penulis, I highly recommend you to join her class. Follow aja Instagram @srizzati dan @penarasa.id. 




Anyway, di artikel ini, saya akan bahas SATU dari begiiiitu banyak key takeaways yang bisa diambil dari kelas Pena Rasa. Satu hal yang saya pilih untuk bahas di artikel ini adalah tentang KUNCI sukses menjadi penulis. 

Kamu bisa nebak nggak nih? Kira-kira apa ya kuncinya?

"Kunci Inggris, mas!" / "Apaan sih. Hahaha.. Bukan dong..."
"Kunci Motor, mas!" / "Lah, apa urusannya?"
"Kunci Anggora, mas!" / "Itu kucing, sob -.-"

Ternyata, kunci sukses menjadi penulis sukses adalah... Konsistensi. 

CONSISTENCY IS THE KEY

I absolutely agree with this. Saya percaya bahwa banyak orang yang mau jadi penulis tapi mereka nggak nulis secara konsisten. Mereka nulis kalau lagi mood aja. Mereka nulis kalau "lagi ada waktu" aja. Mereka nulis kalau pas ide muncul aja. 

Why do I believe in this? Karena saya pun dulu juga seperti itu. 

Dulu saya pengen banget rasanya jadi penulis, tapi nggak bisa (lebih tepatnya nggak mau) buat konsisten menulis. Selalu bikin excuse yang jadi pembenaran buat nggak nulis. Ya itu tadi, mulai dari alasan nggak mood, lagi nggak ada ide, waktunya sibuk banget, dan lain sebagainya. 

Sampai akhirnya saya memiliki sebuah turning point moment. Sebuah momen dimana saya berikrar pada diri sendiri bahwa saya harus konsisten untuk menulis. Dan hasilnya... Pretty awesome! 

Dari konsistensi menulis itu akhirnya saya bisa menerbitkan sebuah buku yang didistribusikan secara nasional di toko-toko buku besar di Indonesia, berjudul SIMPLE & EASY ENGLISH, pada 31 Juli 2017. Alhamdulillah... It's a dream come true!

Nggak hanya itu, again, karena KONSISTENSI saya dalam nge-blog, tahun lalu saya dihubungi oleh salah satu penerbit besar di Solo yang menawarkan saya menulis buku untuk mereka. Bukunya bakal terbit tahun ini, 2018. 

Alhamdulillah, rezeki anak shaleh ^^

Hal yang sama juga dilakuin oleh Izzati. I know her in person and I'm telling you, she talks the talk and walks the walk

Artinya, doi adalah a type of person yang emang melakukan apa yang ia katakan dan mengatakan apa yang ia lakukan. Kalau ngomongin konsistensi, coba cek blog dan feed Instagram nya. She's being consistent in producing pieces of writing. 

I mean, VERY GOOD pieces of writing.

Bahkan bagi Izzati, dia masih membagi aspek konsistensi itu ke dalam tiga bagian yang berbeda: Konsisten BERGERAK, BERTUMBUH, dan BERKEMBANG. 

Buat saya pribadi, menulis itu nggak jauh beda sama olahraga. Lebih banyak latihan, ya lebih jago. 

Sekarang saya tanya deh. Kalau ada dua atlet karate yang bakal bertanding. Atlet A hanya berlatih jika ia akan menghadapi sebuah pertandingan. Sedangkan, Atlet B selalu konsisten berlatih, ada ataupun nggak ada pertandingan. 

Kira-kira, siapa yang menang? Secara logika, tentu atlet B lah yang akan jadi pemenangnya. Kenapa? Karena ototnya sudah terlatih dengan lebih baik secara konsisten. 

Sama halnya dengan menulis. Konsisten dalam menulis juga melatih "otot" menulis kita. Semakin lama, semakin terbiasa. Semakin terbiasa, semakin mudah berkembang. Semakin berkembang, tulisan kita yang tentunya semakin baik.  



Keep the key with you, fellas. CONSISTENCY. Keep it close. 

So, now the question is...

"Kalau 'Menjadi Penulis' adalah salah satu bagian dari resolusimu di tahun 2018, siapkah kamu mulai KONSISTEN dalam menulis?"


* * *


Anyway, thanks for reading my 100th blog post! 

Baca juga: 
1. Ingin Jadi Penulis? Simak 5 Nasihat Tere Liye Berikut Ini!
2. Yuk Simak Perjuangan Penulis dengan Bayaran Tertinggi No. 1 Versi Forbes.com

Kalau kamu ada pertanyaan atau mau berbagi pengalaman kamu seputar dunia menulis, langsung aja tuliskan di kolom KOMENTAR yaa. Silahkan SHARE artikel ini jika bermanfaat ^^

Sunday, January 14, 2018

Menurut Merry Riana, Inilah Dua Hal yang Membuatmu Gagal Mencapai Resolusi!


Motivator Muda Indonesia | Nggak terasa bulan Januari 2018 sudah memasuki minggu ketiga. Gimana nih? Masih terasa 'kan semangat tahun barunya? Masih dong ya pastinya! 

Kalau ngomongin tahun baru, erat banget kaitannya sama kata RESOLUSI atau harapan dan keinginan baru yang mau dicapai. Iya apa iya? ^^

Nah, ketika tahun yang baru datang, biasanya kita juga punya semangat dan keyakinan baru untuk mencapai banyak hal. Ini seolah jadi tradisi. Bahkan, nggak cuma jadi tradisi orang Indonesia, loh. Hampir semua orang di seluruh penjuru dunia pun memiliki tradisi yang sama dalam menuliskan RESOLUSI nya di tahun baru. 

Menuliskan RESOLUSI bagi saya pribadi adalah hal yang penting. Kenapa? Karena, resolusi bisa menjadi sebuah pengingat sekaligus penjaga komitmen saya dalam melakukan hal-hal baru yang baik. Mungkin kamu juga merasakan hal yang sama. Tapi, permasalahannya, kadang resolusi itu menguap begitu saja sehingga target-target yang sudah kita buat tidak tercapai. Duh, sayang bet, sob!

Di akhir tahun 2017 lalu, saya pernah mengadakan sebuah polling di Instagram saya @aditriasmara dengan pertanyaan sederhana: "Dari semua resolusi yang kamu buat di awal tahun, berapa persen kah yang saat ini tercapai?" dengan pilihan jawaban (A) Di atas 50% dan (B) Di bawah 50%. 

Tebak hasilnya!

Ternyata, lebih dari 70% orang yang mengikuti polling mengaku bahwa resolusi yang mereka capai KURANG DARI 50%! Kamu gimana? Apa kamu juga punya pencapaian yang sama? Kalau saya sih Alhadulillah 80% tercapai ^^

Anyway, Sabtu (13 Januari 2018) lalu, saya berkesempatan untuk belajar dengan Miss Merry Riana - Asia's No. 1 female motivational speaker dalam acara MASTER CLASS di Merry Riana Learning Center. 




Dalam event itu, Miss Merry berbagi tentang bagaimana merencanakan impian dan mencapainya dalam kurun waktu satu tahun. Pembahasan yang sungguh menarik! Saya akan membagikannya di tulisan saya berikutnya ya. Di tulisan ini saya akan membagikan hal lain yang juga disampaikan Miss Merry di event itu: Dua Hal yang Membuatmu Gagal Mencapai Resolusi

Hmm... Kira-kira apa ya? Ada yang bisa nebak? ^^

PERTAMA, penyebab gagalnya seseorang dalam mencapai resolusi adalah karena ia hanya IKUT-IKUTAN. Saat teman-temannya membuat resolusi dan mengunggahnya ke media sosial, ia pun nggak mau ketinggalan. Ia membuat resolusi yang menurut dia keren, lalu ia juga upload ke akun Instagramnya. Ia cuma mau dapat banyak LIKE dan COMMENT dari orang lain. 

Orang yang membuat resolusi karena sekedar ikut-ikutan jelas tidak memiliki komitmen yang kuat dalam mencapainya. Bisa jadi apa yang ia tuliskan adalah hal yang nggak penting bagi dirinya. Dan... 
"Saat suatu hal itu nggak penting bagi kita, maka kita akan terus mencari ALASAN. Sebaliknya, kalau sesuatu itu penting bagi kita, maka kita akan terus mencari JALAN." (Merry Riana)
So, cek lagi ya! Apakah resolusimu di awal tahun ini memang penting bagi dirimu atau hanya sekedar ikut-ikutan biar dibilang hits kece badai cetar membahana mempesona? :D

KEDUA, kenapa seseorang gagal dalam mencapai resolusinya, adalah karena ia TIDAK FOKUS. Ada terlalu banyak hal yang ingin ia capai dan ia ingin melakukannya dalam satu waktu. Misal, resolusinya adalah ingin turun berat badan, ingin mendapatkan income yang lebih besar, ingin travelling ke luar negeri, ingin menjadi menjadi selebgram, ingin rajin baca buku, ingin menghilangkan kebiasaan merokok, ingin ini, itu, ini, itu... Banyak bet! 

Memangnya nggak boleh? 

Well, sah-sah aja kok. Tapi... terlalu banyak hal yang ingin dicapai bisa membuat kita kehilangan fokus. Jika fokus kita hilang, maka tenaga, waktu, dan pikiran yang kita keluarkan menjadi tidak efektif. Dan saat semua itu menjadi tidak efektif, hasilnya tentu saja tidak optimal. Gagal deh resolusinya! :(
"You can have everything in life, but NOT at the same time. Just one moment at a time." (Merry Riana)
Coba deh cek lagi daftar resolusimu. Dari daftar itu, saran saya, tentukan satu sampai dua hal besar saja yang memang menjadi prioritasmu tahun ini. Then, FOCUS!

So, itulah Dua Hal yang Membuatmu Gagal Mencapai Resolusi menurut Merry Riana. Kamu boleh loh share pengalaman dan pendapat kamu juga di kolom KOMENTAR. Feel free!

Semoga dengan membaca tulisan ini, pikiran kamu bisa jadi lebih terbuka dan kamu makin semangat dalam menyusun strategi meraih mimpimu ya! Aamiin... Nah, setelah susun strategi, langsung deh TAKE ACTION! Karena mimpi tanpa aksi akan tetap menjadi mimpi ;) 

Oiya, buat kamu yang tahun ini mau jadi penulis atau pembicara publik yang profesional, ada kesempatan emas buat langsung take action nih!

Saya dan tim Generasi Berdaya Training Center, akan membuka Public Class dengan tema "How to Turn Your Communication Skills into Practice". Kelasnya FREE, tapi kuota kelas sangat terbatas. So, daftar langsung aja ke nomor yang ada di poster ya. Siapa cepat, dia dapat. I'll see you there! ^^



Thursday, January 4, 2018

Ikuti Trik Jitu Ini untuk Menemukan Bakatmu!


"Hard work beats talents when talents do not work hard." 

Motivator Muda Indonesia | 31 Desember 2017. Yup! Itulah hari Minggu, sekaligus hari terakhir di tahun 2017. Mungkin sebagian dari kamu memanfaatkan hari itu untuk berkumpul dengan keluarga, sahabat, atau saudara-saudaramu dan menyiapkan acara perayaan malam pergantian tahun. Pasti seru ya! Saya sendiri, Alhamdulillah, justru mendapatkan kesempatan untuk pergi ke luar kota, tepatnya ke Purwokerto. 

Saat itu saya mendapatkan amanah untuk mewakili tim Generasi Berdaya Training Center, sebuah lembaga pelatihan profesional yang saya inisiasi, untuk datang ke Panti Asuhan Dharmo Yuwono. Saya diminta berbagi ke adik-adik panti asuhan tentang dunia kewirausahaan. Jadilah saya mengisi kelas "Entrepreneurship for Youth."

Awalnya saya mengira bahwa peserta kelas hanyalah anak-anak Panti Asuhan Dharmo Yuwono saja. Tapi ternyata, pimpinan panti mengundang anak-anak dari panti asuhan lain yang berada di karisidenan Banyumas. Akhirnya, berkumpullah sekitar 60an anak dengan semangat belajar yang tinggi di panti tersebut. 

Kelas pun berjalan lancar dan sangat menyenangkan ^^



Setelah kelas usai dan ditutup dengan sesi foto bersama, ada sekitar 11 anak yang mendatangi saya. Ke-11 anak ini adalah anak-anak dari salah satu panti asuhan di Ajibarang. Ada beberapa hal yang mereka tanyakan. Satu diantara beberapa pertanyaan mereka yang menarik adalah: 

"Mas, gimana ya caranya nemuin bakat? Rasanya kok saya nggak punya bakat yang besar..."

Mmm.. Pertanyaan yang menarik buat untuk dijawab! Kenapa? Karena saya yakin, nggak cuma satu atau dua orang di hidup ini yang punya pertanyaan seperti ini. Bisa jadi kamu pun saat ini memiliki pertanyaan yang sama. Nah, saya akan share jawaban saya atas pertanyaan itu di artikel ini. 




Kurang lebih, inilah jawaban saya. 

Pertama, sadarilah bahwa setiap orang lahir dengan bakat dan potensinya masing-masing. Setiap orang. Saya dan kamu. Titik. Kamu boleh aja mikir kalau kamu nggak punya bakat atau talent apa-apa. Tapi sesungguhnya, kamu hanya BELUM MENEMUKANNYA. 

"Nah, kalau saya belum bisa nemuin talent saya. Gimana dong cara nemuinnya?"

Ada banyak banget hal yang bisa kamu coba. Tapi saya hanya akan share 3 diantaranya. Kalau kamu mau nyoba 3 cara ini dengan maksimal, InshaaAllah bakal ketemu deh talent-mu :)

Pertama: CARI TAHU KEGIATAN APA YANG KAMU SUKA. Apa nih kira-kira? Olahraga, menulis, fotografi, desain, atau apa? Ada beragam alasan kenapa kita menyukai satu aktivitas tertentu. Salah satu alasannya adalah karena kita BISA melakukan hal itu. 

Kalau kamu suka berenang, ya bisa jadi kesukaanmu itu berangkat dari kemampuanmu untuk berenang. Kamu suka masak, bisa jadi kamu memang mampu untuk membuat masakan yang yummy bin enak bin lezat. Meski SUKA dan BISA memang dua hal yang berbeda, tapi keduanya bisa saling mempengaruhi. 

Kalau kamu bisa melakukan sesuatu, bisa jadi disitulah letak bakat atau talent-mu. So, apa nih kegiatan yang kamu SUKA? ^^

Kedua: TANYA ORANG-ORANG DISEKITARMU. Permasalahan yang kadang muncul adalah bukannya kita tidak punya talent, melainkan kita TIDAK SADAR akan talent yang kita miliki. Kita menganggap apa yang kita lakukan atau kerjakan bukanlah sebuah hal yang istimewa. Padahal, bisa jadi itulah talent kita!

Bagaimana agar muncul kesadaran akan talenta yang kita punya? Kita bisa tanya orang lain. Tanya pada keluarga, sahabat, rekan kerja, atau orang-orang yang memang dekat dengan kalian. Biasanya, mereka bisa dengan mudah melihat kelebihan yang ada dalam diri kita. Misal, sahabatmu selalu memberikan pujian pada setiap cerita pendek yang kamu buat. Nah, bisa jadi bakatmu adalah menulis!

Ingat, tanyakan pada orang-orang yang tepat ya! Tanyakan pada mereka yang benar-benar mengenalmu dengan baik. Mulai cari orang-orang itu, yuk!

Ketiga: BERANILAH UNTUK MENJADI BEDA. Sangat mudah melihat seseorang yang berbakat di bidang musik, olahraga, kuliner, teknologi, atau bidang-bidang umum lainnya. Bisa jadi kita merasa tidak mempunyai bakat karena kita menjadikan bidang-bidang tersebut sebagai referensi utama. Padahal, bakat kita ada di luar bidang-bidang yang umum itu. 

Misalnya, mungkin kamu tidak berbakat di bidang olahraga atau musik, tapi kamu adalah orang yang bisa dengan mudah membuat orang lain tertawa. Setiap hal yang kamu utarakan bisa menjadi lelucon segar yang memecah suasana dan mendatangkan kebahagiaan. Nah, siapa tau memang bakatmu adalah di bidang entertainment atau komedi?

Jadilah peka terhadap hal-hal yang bisa kamu lakukan dengan baik meskipun hal itu terkesan berbeda dengan orang lain. It's okay, dude. Everyone is unique!

* * * 

Itulah jawaban saya untuk pertanyaan tentang gimana sih caranya menemukan bakat di dalam diri kita. Semoga membantu ya! Eh, tapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Satu hal yang harus kamu ingat. 

Saya memulai tulisan ini dengan sebuah kutipan: "Hard work beats talent when talents do not work hard." Ingatlah bahwa sebesar apapun bakat yang kamu punya, kalau kamu tidak mengoptimalkannya dengan baik, maka bakatmu itu tidak akan berarti apa-apa. Sedangkan, meski bakatmu tidak istimewa, namun jika kamu bekerja dengan giat dan kamu memiliki kegigihan, maka kamu bisa mengalahkan orang-orang dengan talenta super. 

Mau ngobrol lebih lanjut? Follow aja Instagram saya di @aditriasmara atau tinggalkan pertanyaan di kolom KOMENTAR ya. Saya tunggu! ^^



luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com